Berita Entertainment
Arti Kata Skoliosis, Penyakit Tulang Belakang Bengkok yang Diidap Fuji, Ketahui Penyebab & Gejalanya
Inilah arti kata skoliosis, penyakit tulang belakang bengkok yang diidap Fuji alias Fujianti Utami. Ketahui penyebab, gejala dan cara mencegahnya.
TRIBUNJATIM.COM - Fuji bagikan hasil foto rontgen bagian tubuhnya.
Tampak tulang belakang Fujianti Utami bengkok yang membuatnya tak lagi bisa sering-sering gendong Gala Sky.
Sakit apa?
Kabar kurang menyenangkan tiba-tiba datang dari YouTuber sekaligus model bertubuh mungil Fujianti Utami.
Sebelumnya, Fuji sendiri dikenal sebagai sosok yang periang dan aktif.
Tak jarang ia bagikan berbagai keseruan dengan rekan dekat maupun keluarganya.
Namun baru-baru ini, Fuji justru membagikan kesedihan.
Hal itu berhubungan dengan kondisi kesehatan Fuji yang tengah tidak stabil.
Melalui Instagram pribadinya, Fuji perlihatkan hasil rontgen tulang belakangnya seraya menutupi bagian payudara dengan emoji love.

Tampak jelas pada foto yang ia pajang, tulang belakang Fuji bengkok alias melengkung.
"Namanya juga hidup, kadang lurus, kadang miring hehe," tulis Fujianti Utami dalam keterangan foto.
Di sisi lain, ditelisik dari Instagram Story-nya sendiri Fuji berikan penjelasan mengenai penyakit yang dialaminya.
Bermula dari pertanyaan sang sahabat, Fuji lalu menerangkan bahwa dirinya alami skoliosis.
Kendati demikian, mulai saat ini Fuji sudah tak bisa lagi sering-sering menggendong keponakan kesayangannya, Gala Sky Andriansyah.
Lantas, apa itu arti kata skoliosis?
Skoliosis sendiri merupakan kelainan pada tulang belakang di mana tulang melengkung ke samping secara tidak normal.
Dikutip dari laman RSUD Sidoarjo, skoliosis adalah salah satu kelainan bentuk tulang belakang yang dapat terjadi akibat kesalahan aktivitas yang dilakukan terus-menerus sehingga ada perubahan bentuk di tulang bagian belakang.
Posisi duduk yang salah juga akan menyebabkan banyak penyakit seperti nyeri punggung, sakit leher, badan pegal-pegal dan jika hal ini terus dibiarkan, maka akan terjadi perubahan bentuk tulang belakang. Salah satunya adalah skoliosis (tulang belakang melengkung ke samping).
Skoliosis terbagi atas dua jenis yaitu struktural dan non struktural (fleksibel).
Jenis skoliosis stuktural terbilang yang paling susah untuk disembuhkan.
Proses penyembuhannya terbilang sulit, sehingga pemeriksaan dini sangat perlu dilakukan untuk mencegah skoliosis yang parah.
Skoliosis parah (severe scoliosis) adalah skoliosis dengan sudut kurva lebih dari 90o (Pembengkokan). Biasanya pembengkokannya hampir 100 derajat.
Tulang belakang yang normal seharusnya lurus. Jika ada kemiringan, dapat menyebabkan saraf tertekan atau terjepit. Ini yang membuat Anda sering pusing, pegal, mudah lelah bahkan mempengaruhi kondisi kesehatan mata.
Gejala Skoliosis
Gejala Skoliosis idiopatik biasanya berjalan perlahan, tidak disertai nyeri pada awalnya.
Sebagian besar penderita datang dengan keluhan tulang belakang bengkok, tidak simetris atau tidak sama tinggi antara bahu kanan dan kiri.
Pemeriksaan skoliosis meliputi pengecekan bentuk dan pergerakan tulang belakang, kemudian maturitas skeletal pasien.
Disamping itu perlu dilakukan pengukuran panjang tungkai dan pemeriksaan neurologis, serta kelainan pada bagian tubuh yang lain seperti jantung, kulit, mata, dll.
Skoliosis dapat ditangani dengan jalan operasi dan non-operasi.
Kedua jenis perawatan skoliosis ini bertujuan untuk menghentikan progresivitas tulang, menyeimbangkan bentuk tubuh, dan membuat tulang belakang yang bengkok lebih lurus.
Yang penting pada skoliosis adalah deteksi dini.
Umumnya lengkungan skoliosis dapat diobati tanpa tindakan bedah jika kelainan ini diketahui sejak dini dan sudut kelengkungan belum terlalu besar.
Salah satu cara deteksi dini skoliosis adalah dengan skrining skoliosis di sekolah-sekolah.
Skoliosis merupakan kelainan orthopedik yang memerlukan penanganan khusus.
Tujuan pengobatan :
- Mencegah progresivitas pada skoliosis ringan sampai sedang
- Melakukan koreksi dan stabilisasi pada skoliosis yang berat.
Cara non-operasi dapat dilakukan dengan melakukan olahraga seperti berenang, peregangan tubuh atau stretching, fisioterapi, dan olahraga punggung.
Berbagai tindakan ini dilakukan untuk menguatkan otot punggung. Cara-cara ini dilakukan untuk mencegah bertambahnya sudut skoliosis dan untuk membuat postur tubuh lebih baik.
Jika derajat skoliosis antara 20 hingga 40 derajat pada pasien matur, penderita skoliosis perlu menggunakan bantuan rangka atau brace.
Sedangkan pada skoliosis dengan kurva pembengkokan di atas 40 derajat harus dilakukan tindakan operatif.
Operasi dilakukan untuk menghentikan progresifitas (mencegah pembengkokan semakin buruk) serta bertujuan mengoreksi (meluruskan) tulang yang bengkok.
Sekarang pasien skoliosis cukup beruntung karena RSUD Sidoarjo kini telah dapat melakukan tindakan operatif untuk pasien skoliosis
Indikasi operasi:
- Operasi dilakukan apabila terdapat sudut lebih dari 40° atau terjadi progresivitas dari sudut sebelum usia penderita mencapai dewasa.
- Apabila terdapat deformitas yang memberikan gangguan.
- Pengobatan konservatif yang tidak berhasil.
- Tujuan pengobatan adalah :
- Mencegah /menghentikan progresifitas
- Melakukan koreksi (meluruskan) tulang belakang
- Menghilangkan nyeri
- Membuat bentuk punggung lebih baik
- Meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas hidup pasien
Agar kondisi tulang belakang tetap pada kondisi prima maka cobalah lakukan beberapa hal mudah berikut:
- Berjalan Tegak
Agar dapat membuat tulang belakang tegak dan pada tempatnya diperlukan 400 otot, berbagai urat (ligamen) serta pengikat sendi.
Inilah mengapa banyak orang mengatakan jika berjalan mustilah tegak. Karena dengan kita berjalan tegak lengkungan alami tulang belakang kita akan terjaga.
- Posisi Duduk yang Baik
Seringkali kita disaat membaca, menonton ataupun bersantai-santai sambil duduk terkadang kita membungkuk dikarenakan pegal, capek bahkan tidak jarang kita merasa nyaman saat duduk membungkuk.
Berhati-hatilah bila sudah keseringan melakukan hal tersebut akan membuat lengkungan tulang belakang kita berubah. Dengan duduk tegak dengan bahu yang rileks akan lebih baik bagi tulang kita.
- Olahraga
Olahraga sangatlah berpengaruuh bagi kesehatan tubuh kita. Otot merupakan alat gerak aktif yang ada pada tubuh kita.
Dengan berolahraga tentunya akan berpengaruh terhadap kekuatan serta kelenturan otot.
Seperti yang sudah disebutkan bahwa untuk membuat tulang belakang tegak memerlukan 400 otot, dari sekian banyak otot tersebut, otot perut dan otot punggung merupakan otot terpenting dalam bekerjasama menyokong serta membuat tulang belakang agar tetap lentur.
- Nutrisi Yang Tepat
Jika Olahraga sudah tidak asing lagi dalam kesehatan tentunya nutrisi pun mengikuti.
Tulang memerlukan nutrisi yang baik untuk memperkuatnya.
Vitamin D mampu meningkatkan daya serap kalsium dan perkembangan tulang.
Sedangkan kalsium mendukung tulang serta struktur gigi.
Bila kedua nutrisi tersebut terpenuhi secara seimbang maka tulang yang kuat pun akan tercipta.
Untuk itu perhatikanlah kedua nutrisi penting ini dalam makanan yang anda makan setiap harinya.
- Jauhi Kebiasaan yang tidak seimbang
Gaya hidup yang salah dapat membuat diri anda terkena penyakit skoliosis.
Dalam hal ini aktifitas yang menggunakan salah satu bagian tubuh.
Seperti menggendong tas dengan menggunakan salah satu bagian pundak. Bila terlalu sering melakukan hal tersebut maka akan berdampak pada tulang belakang anda.
Artikel ini telah tayang di Serambi
---
Berita Jatim dan Berita Viral lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com
Hotman Paris Sindir Lisa Mariana yang Minta Tes DNA Ulang dengan Ridwan Kamil: Lu Kira Bodoh |
![]() |
---|
Ahmad Dhani Nyaris Diusir saat Rapat RUU Hak Cipta, Bolak-balik Menyela Ariel NOAH dan Judika |
![]() |
---|
Dulu Penyanyi Terkenal, Sosok Artis Kini Jualan Rumah Mewah Rp120 M: Daripada Kita Pikun |
![]() |
---|
Sherly Anak Mpok Alpa Baru Tahu Ibunya Sakit Kanker dari ART, sempat Drop hingga Pingsan |
![]() |
---|
Sosok Bebizie Minta Maaf Pamer Liburan ke Eropa, Anggota DPR Lulusan SMA, Terkenal Penyanyi Dangdut |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.