Menu Diet

Mengenal Menu Diet FODMAP yang Bisa Bantu Atasi Iritasi pada Usus Besar dan Menurunkan Berat Badan

Mari mengenal menu diet FODMAP yang bisa membantu atasi iritasi pada usus besar atau irritable bowel syndrom (IBS) dan menurunkan berat badan.

Editor: Elma Gloria Stevani
SHUTTERSTOCK/ALEXANDER RATHS
Ilustrasi buah tropis yang ada di Indonesia guna melancarkan sistem pencernaan dan mengobati sembelit. 

TRIBUNJATIM.COM - Menjalankan diet bukan hanya untuk memperbaiki bentuk badan saja.

Beberapa jenis diet juga dilakukan sebagai langkah pengobatan untuk penyakit tertentu.

Termasuk, untuk kamu yang mengalami masalah di sistem pencernaan.

Terlebih buat kamu yang mengalami gejala kembung yang kerap menyerang sistem pencernaan; hampir dialami oleh 10-15 persen masyarakat di dunia.

Jangan dianggap sepele, lantaran gejala ini bisa menjadi salah satu tanda kamu terserang iritasi usus besar atau irritable bowel syndrom (IBS).

Mengutip Eat This, gangguan serius pada usus semacam ini adalah penyakit paling umum terjadi di wilayah barat.

 
 
Menurut Chelsea McCallum, ahli gizi IBS, menjelaskan kalau gangguan pencernaan tersebut tak langsung memengaruhi struktur usus tersebut.
Namun, penyakit ini mampu menimbulkan efek samping tak nyaman; seperti diare, sembelit, kembung, sampai gas.
Seseorang akan dapat dikatakan terkena IBS, jika mereka sudah melalui berbagai tes; seperti sampel tinja dan darah.
Ditambah pemeriksaan medis tambahan laiknya kolonoskopi, endoskopi, serta gastroskopi.
Diet jenis ini dikenal pula dengan kepanjangan Fermentable, Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides, dan Polyols. Dalam diet FODMAP, penderita diminta hanya mengonsumsi makanan rendah karbohidrat dan mudah difermentasikan.
Mereka tidak diperbolehkan konsumsi bawang-bawangan, gandum, kacang polong, apel, semangka, jamur, serta produk olahan susu.
Setidaknya, hindari semua jenis makanan itu selama enam sampai delapan minggu.
Setelah mengeliminasi berbagai makanan terlarang dalam menu diet FODMAP, para penderita IBS diminta untuk perlahan mengonsumsinya kembali, setelah istirahat selama berminggu-minggu.
Ini bertujuan, guna menemukan makanan apa yang paling memicu gejala kambuhnya gangguan IBS tersebut.
Akan tetapi, di satu sisi, menjalankan menu diet FODMAP mampu memberi efek samping bagi kesehatan usus.
Walau ini hanya dilakukan sementara, namun para penderita bisa kehilangan sumber nutrisi dan serat baik.
Padahal, serat sangat dibutuhkan guna melancarkan sistem pencernaan dan mengobati sembelit.
Cara mengakali agar mereka bisa tetap mendapat serat meski sedang diet, yakni pilihlah makanan yang banyak serat dan rendah karbohidrat.
Misalnya nasi merah, pisang, kentang, buah beri, paprika, tomat, jeruk, oatmeal, sampai quinoa.
"Adapun menu diet FODMAP dapat diterapkan untuk waktu yang singkat. Karena, bagaimanapun bila dilakukan dalam jangka panjang, akan berbahaya bagi kesehatan. Jika memang seseorang sudah terkena IBS, lebih baik konsultasikan dulu pada dokter dan ahli diet spesialis IBS, guna menemukan keseimbangan dalam mengonsumsi makanannya," jelas McCallum.
Hal terpenting lainnya yang membantu meredakan gejala IBS, yaitu menjaga tingkat stress.
Sebab, beban pikiran yang terlalu berlebih, mampu memengaruhi kesehatan tubuh.
Alhasil, bisa muncul penyakit lain yang tidak diinginkan.

Guna menghindari penyakit, kita juga harus lebih cermat dalam memilih makanan yang dikonsumsi untuk menjaga kesehatan pencernaan dan membantu menurunkan berat badan.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini terdapat beberapa makanan untuk menjaga kesehatan pencernaan dan membantu menurunkan berat badan.

1. Sayuran kaya serat dan antioksidan

Semua sayuran baik untuk tubuh karena tinggi vitamin, fitonutrien, antioksidan, dan serat yang umumnya juga rendah kalori, serta rendah lemak.

Tetapi varietas tertentu memang mengandung FODMAP atau karbohidrat rantai pendek, sehingga memperburuk usus dan sulit untuk dicerna bagi sebagian orang.

Oleh sebab itu, sebaiknya kita berfokus pada sayuran rendah FODMAP, terutama yang kaya akan magnesium, anti-inflamasi, dan mineral penting lainnya.

Adapun kita bisa menemukannya dalam sayuran berdaun hijau (kangkung, bayam), paprika, mentimun, terong, tomat, dan kentang.

2. Sayuran yang difermentasi

Makanan yang difermentasi baik untuk usus dan pencernaan secara keseluruhan karena proses fermentasi membantu meningkatkan probiotik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved