Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Agar Anaknya yang Kabur dengan Pacar Bisa Pulang, Ibu di Jakarta Pura-pura Meninggal: Dikasih Kafan

Curhat pilu seorang ibu asal Koja, Jakarta Utara, yang hanya inginkan anaknya pulang ke rumah.

Editor: Januar
Kompas.com
Rosanah rela pura-pura mati agar putrinya yang kabur pulang 

TRIBUNJATIM.COM- Seorang ibu rela melakukan apa saja demi anaknya.

Sebab, anak dari ibu tersebut tak pulang ke rumah.

Gadis tersebut kabur bersama pacarnya.

Curhat pilu seorang ibu asal Koja, Jakarta Utara, yang hanya inginkan anaknya pulang ke rumah.

Ibu bernama Rosanah (45) ini ingin putri semata wayangnya, AMP (18), kembali ke rumah dan tinggal bersamanya.

Dilansir dari TribunTrends, AMO diduga kabur bersama sang kekasih sejak bulan Mei 2023 lalu.

Sejak kepergian anaknya itu, Rosanah kerap mencari-cari keberadaan AMP seorang diri dengan sepeda motor.

Hal itu kerap Rosanah lakukan setelah berjualan di depan rumahnya.

Salah satu rutenya yaitu dengan menyusuri tempat-tempat yang AMP dan pacarnya mungkin datangi.

Meski demikian, hingga kini usahanya itu tidak membuahkan hasil.

Baca juga: Terungkap Kabar Anggi Pengantin Bogor yang Kabur, Fahmi Husaeni Bukannya Mau Buka Luka Lama


Bahkan, Rosanah harus kehilangan jam tidurnya demi mencari sang putri.

"Hampir setiap malam, Bang. Lelah saya, sendiri, cari ke sana ke sini. Tidur selalu pagi," kata Rosanah saat ditemui pada Selasa (15/8/2023) dikutip dari Kompas.com.


Namun, Rosanah tidak putus asa. Ia pun meminta bantuan kepada Polres Metro Jakarta Utara pada Senin (14/8/2023) lalu.

Ia berharap kepolisian bisa membantunya memulangkan AMP.

Laporan Rosanah teregistrasi dengan nomor L/GANGGUAN/B/35/VII/2023/SPKT/POLRES METRO JAKUT/POLDA METRO JAYA.

Pura-pura Meninggal

Rosanah bercerita bahwa ini bukan pertama kalinya AMP kabur dari rumah.

Sebelumnya, anak semata wayangnya itu pernah melakukan hal yang sama.

Kala itu, salah satu Rosanah untuk membujuk AMP pulang adalah dengan berpura-pura meninggal.

"Ini sebelum Mei. 'Coba, fotoin gue, gue pura-pura mati', 'Lu gila?', 'Biarin, enggak apa-apa, gue demi anak gue'. Saya tidur tuh, dikasih kain kafan," ucap Rosanah.

Tetapi usahanya itu gagal, sebab AMP tidak percaya bahwa ibundanya meninggal dunia.

"Kata dia, 'Gue enggak percaya mama gue meninggal', 'Ya ini ada foto sama videonya'. Nah dia datang sama cowoknya. 'Tuh kan, lu bohong, mama gue enggak meninggal'. Saya bilang, 'Ajeng, pulang. Kasihan mama, mama sendiri'," imbuh Rosanah.


Pura-pura Jadi Pemulung

Selain berpura-pura meninggal, Rosanah juga pernah berpura-pura menjadi pemulung demi buah hatinya pulang.

Oleh karena itu, teman Ajeng mengirim foto Rosanah kepadanya yang tengah memegang karung berisi botol.

"Dia paling marah kalau mamanya jadi pemulung. Dia nangis, sedih. Maksudnya saya biar cepat pulang, saya pancing kayak gitu," ungkap Rosanah.

Lagi-lagi, Ajeng malah mengatakan bahwa hal itu merupakan jebakan agar dirinya segera pulang.

"Tapi, dia bilang ke temannya, 'Lu bersekongkol sama mama gue'" imbuh Rosanah.

Ajeng Diam-diam Curhat

Sementara itu, AMP pernah diam-diam menghubungi temannya yang bernama Hawa melalui direct message (DM) di Instagram.

Hal itu diungkap oleh ibunda Hawa, Ita (42).

"Kata dia, ‘Hawa, lu di mana? Gue pengin curhat’, ‘ya curhat saja. Memangnya lagi enggak ada cowok lu?’, ‘enggak ada’. Lalu dia kirim foto lagi nangis," kata Ita.

Dalam pesannya itu, AMP menanyakan kabar Rosanah kepada Hawa.

Bahkan AMP terang-terangan mengatakan rindu pada sang ibunda.

Ajeng sempat meminta Hawa berbicara dengan Rosanah agar ibunya itu mengirimkan uang.

Kemudian, Hawa menanyakan langsung kepada AMP apa benar dia telah dijual oleh kekasihnya.

"Kata Ajeng, ‘demi Allah, gue enggak dijual. Lu kata siapa?’, ‘di sini sudah viral, katanya lu dijual kata Mama lu’. Nah, terus ‘Wa, entar dulu ya, gue takut ada dia’. Nah, besoknya lagi, malamnya Ajeng hubungi Hawa lagi," tutur Ita.

Menurut Ita, AMP menghubungi Hawa setiap pukul 02.00 WIB. Rosanah menduga, AMP menghubungi Hawa saat Marwah tengah tertidur pulas.

Kendati demikian, hingga saat ini, Rosanah belum menerima kabar lagi dari AMP.

Kasus serupa juga terjadi di tempat lain, beberapa waktu lalu.

Seorang bocah kabur dari panti asuhan dan tidur di warung pecel lele viral di media sosial.

Rupanya ia kabur karena tak betah sering dimarahi.

Keberadaan bocah tersebut diketahui pertama kali oleh sopir truk.

Insiden bocah kabur dan tidur di warung pecel lele terjadi di Palembang.

Ia adalah Miki Nurhawid (15).

Miki memilih kabur dari panti asuhan tempatnya tinggal di kawasan Jalan Sultan M Mansyur Palembang. 

Miki berhasil ditemukan di salah satu warung pecel lele dekat Gerbang Tol Keramasan.

Oleh keluarnya Miki sudah pulang ke rumahnya di Kecamatan Lengkiti, Baturaja, OKU.

Miki Nurwahid (15) yang sebelumnya tinggal di sebuah Yayasan Panti Asuhan di Jalan Sultan M Mansyur, Kecamatan Ilir Barat I.

Ia dilaporkan hilang sejak pamit pergi ke Pasar 16 Ilir usai mengantar tempe ke rumah salah satu tetangga.

Kakak kandung Miki, Ade Putra (25) mengatakan, sang adik ditemukan sedang tidur di sebuah warung pecel lele dekat gerbang Tol Keramasan pada Kamis (17/8/2023) malam sekitar pukul 23:00 WIB.

"Alhamdulillah sudah ketemu Kamis malam. Posisi dia (Miki) sedang tidur di warung semacam warung pecel lele di sekitar gerbang Tol Keramasan, Indralaya. Dalam keadaan sehat, " ujar Ade kepada Tribun Sumsel (grup Tribun Jatim Network), Sabtu (19/8/2023).


Ade menceritakan jika yang memberitahu ia dan keluarga jika Miki berada di sekitar kawasan Indralaya adalah seorang sopir truk Tanjung Lengkaya, yang kebetulan kenal dengan pamannya.

"Jadi malam itu kami sedang dalam perjalanan dari Palembang mau pulang ke Baturaja. Pas lagi di Prabumulih, ada yang memberi kabar kalau Miki ada di warung pecel lele dekat gerbang Tol Keramasan. Itu yang memberi tahu kami, Randi sopir truk yang kenal dengan paman, " jelasnya.

Ketika ketemu, Miki menceritakan alasan ia kabur dari panti asuhan yang sudah menjadi tempat tinggalnya selama dua tahun ini.

Kepada Ade, ia mengaku jika sudah tidak nyaman tinggal di panti asuhan tersebut.

"Dia ngaku belakangan ini sering dimarahi jadi tidak betah tinggal di sana. Akhirnya nekat kabur dari panti asuhan itu," katanya.

Selama kabur empat hari, untuk memenuhi kebutuhan makan, Miki bekerja di Pasar 16 Ilir agar bisa tetap makan.

"Katanya dia kerja. Tidak tau kerja apa yang penting dikasih makan, di Pasar 16 Ilir," sambungnya.

Miki tidur di warung pecel lele atas izin pemilik warung.

Bahkan pemilik warung hendak membelikan tiket pulang Miki ke Baturaja.

"Dia izin tidur di sana dan dibolehkan oleh pemilik warung pecel lele. Rencananya mau dibelikan tiket travel pulang ke Baturaja, tapi Alhamdulillah malamnya sudah ketemu sama kami, " ungkapnya.

Setelah pulang kembali di lingkungan keluarganya di Kecamatan Lengkiti, Baturaja, Miki akan disekolahkan lagi di kampung halamannya.

"Keluarga segera mengurus kepindahan dia dari sekolah di Palembang dan panti asuhan, " tandasnya.

Sebelumnya, Miki Nurwahid (15)  dilaporkan hilang dari tempat tinggalnya di yayasan Panti Asuhan Baitul Ihwan Jalan Sultan M MansyurKecamatan Ilir Barat I Palembang sejak Minggu (13/8/2023).

Sebelum menghilang, Miki sempat pamit hendak pergi ke Pasar 16 Ilir Palembang setelah dia selesai mengantar tempe ke rumah salah satu tetangga. 

Ade Putra (25) kakak kandung Miki menceritakan kronologi hilangnya sang adik.

Ade mengungkap istrinya meminta Miki untuk mengantar tempe ke rumah tetangganya.

"Hari Minggu tanggal 13 itu sekitar jam 12 siang dia diminta istri saya untuk mengantar tempe. Kemudian pulang ke rumah pamit katanya mau main ke Pasar 16 Ilir. Sampai sekarang belum pulang juga, " ujar Ade, Kamis (17/8/2023). 

Ade menjelaskan, informasi yang ia terima sang adik sempat mengajak seorang temannya untuk pergi ke Pasar 16 Ilir, namun temannya itu tidak mau. 

"Sebelum pergi, kami cari tau. Ternyata Miki sempat ajak seorang temannya ke Pasar 16 Ilir  tapi temannya itu tidak mau ikut jadi dia pergi sendirian. Informasi dari orang panti asuhan dia memang sering main ke Pasar 16 Ilir ," ujarnya. 

Ade mengaku kesulitan mencari keberadaan Miki.

Selain ia hanya pergi seorang diri juga tidak memiliki handphone.

Meski sudah berusaha mencari keberadaannya masih belum berhasil

"Dia tidak ada handphone kak, makanya susah juga dihubungi," sambungnya. 

Terakhir kali Miki meninggalkan rumah atau panti asuhan mengenakan pakaian kaus hitam dan celana pendek hitam.

Ia memiliki ciri-ciri, badan yang kurus dan ada panu di bagian kening. 

Ade menambahkan jika ia dan pihak Yayasan Panti Asuhan sudah melaporkan hilangnya Miki ke Polrestabes Palembang. 

"Sudah kami lapor polisi, semoga adik bisa ketemu, " katanya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved