Tawuran Antar Perguruan Silat di Taiwan

Antarkan Jasad Korban Bentrok Perguruan Silat di Taiwan, Ribuan Pendekar PSHT Mengular di JLS

Antarkan jasad korban bentrok perguruan pencak silat di Taiwan, ribuan pendekar PSHT mengular di JLS Tulungagung-Trenggalek, sampai 1 km lebih.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/David Yohanes
Antarkan jasad Jainal Fanani, korban bentrok antar perguruan pencak silat di Taiwan, rombongan anggota perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengular di Jalur Lintas Selatan Tulungagung-Trenggalek, Minggu (17/9/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Rombongan anggota perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengular di Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung-Trenggalek, Minggu (17/9/2023).  

Ribuan pendekar dengan atribut serba hitam ini memanjang hingga sekitar 1 kilometer.

Rombongan ini terlihat menuju ke Watulimo, Trenggalek, kemudian kembali lewat jalur yang sama.

Mereka turut mengantarkan jasad Jainal Fanani, korban bentrok antar perguruan pencak silat di Taiwan.

Dari ketinggian bukit, rombongan ini terlihat meliuk-liuk mengikuti kontur JLS.

Rombongan sedikit tersendat ketika harus berpapasan dengan bus-bus pariwisata.

Namun secara umum, rombongan berjalan dengan tertib dan tidak sampai menimbulkan kemacetan jalur wisata.

“Memang sangat panjang, terus sedikit ada antrean saat berpapasan sama rombongan wisata. Tapi semua tertib dan aman,” ujar seorang pelaku usaha wisata di Pantai Gemah, Andik Setiyono.

Rombongan para pesilat ini malah menarik perhatian wisatawan yang saat itu ada di JLS.

Baca juga: Suasana Memanas, Rencana Pembongkaran Tugu Pencak Silat PSNU Pagar Nusa di Tulungagung Ditunda

Bus-bus wisata yang kebetulan berpapasan sempat menepi untuk memberikan jalan.

Selepas rombongan ini lewat, lalu lintas kembali normal seperti saat akhir pekan.

“Biasanyalah, main klakson sama gas. Tapi tidak ada masalah, semua terkendali meski ribuan massa,” sambung Andik.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno, mengatakan, massa dari PSHT memang diarahkan lewat JLS.

Hal ini untuk mengurangi ekses buruk mengingat JLS adalah jalur yang sepi, tidak ada permukiman warga.

Baca juga: Pesan Terakhir TKI Trenggalek yang Jadi Korban Bentrokan Perguruan Silat di Taiwan, Janji Pulang

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved