Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Entertainment

Sosok Pemberi Amplop Rp2 M di Nikahan Anak, Hotman Paris Semalam Langsung Balik Modal: Klienku Loyal

Inilah sosok pemberi amplop Rp 2 Miliar di nikahan anak Hotman Paris, sang pengacara dalam semalam langsung balik modal.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
Instagram/@hotmanparisofficial, Kompas.com
Sosok para pengusaha yang berikan Hotman Paris amplop bernilai fantastis 

Meski balik modal, Hotman mengaku hal tersebut sebagai bentuk pengabdian. 

"Walaupun saya anggarkan Rp 5 miliar tapi saya dapatkan lebih dari situ."

"Saya sih enggak hitung balik modal, tapi karena klien saya itu semua sangat akrab, loyal tahu soal pengabdianku selama ini,” sambungnya, dikutip TribunJatim.com.

Melansir dari Wikipedia, Dato Sri Tahir lahir 24 Maret 1952.

Ia adalah seorang pengusaha, investor, dan filantropis asal Indonesia yang merupakan pendiri Mayapada Group, sebuah perusahaan induk yang memiliki beberapa unit usaha di Indonesia.

Unit usahanya meliputi perbankan, media cetak dan TV berbayar, properti, rumah sakit dan rantai toko bebas pajak/duty free shopping (DFS).

Tahir lahir di Surabaya pada tahun 1952 di sebuah lingkungan yang rata-rata warganya tergolong tidak mampu. Dia dibesarkan oleh sepasang ayah dan ibu yang menghidupi keluarga dengan membuat becak. Tahun 1971, dia menamatkan pendidikan menengah atas (SMA) di SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya.

Ketika lulus SMA, Tahir pernah bercita-cita ingin menjadi seorang dokter.

Cita-cita tersebut kandas pada waktu ayahnya mengalami sakit keras hingga tidak sanggup lagi membiayai keluarga.

Baca juga: Mindernya Hotman Paris Ketemu Orang Terkaya RI, Tampil Sederhana Bikin Hotman Malu, Kekayaan Rp 88 T

Sosok pengusaha lain yang memberikan Hotman Paris uang fantastis sebagai amplop nikah adalah Prajogo Pangestu.

Prajogo Pangestu ahir 13 Mei 1944.

Ia adalah seorang pengusaha Indonesia. Taipan Perkayuan terbesar di Indonesia sebelum Krisis Ekonomi 1997.

Bisnisnya berawal pada akhir 70-an di bawah perusahaan Djajanti Timber Group dan membentuk Barito Pacific.

Menurut laporan, pernah mendapatkan konsesi hutan sebanyak 6 juta hektar lebih. Operasi pemotongan kayu nya sekarang jauh lebih kecil dari sebelumnya, tetapi kekayaannya masih tertimbun di Tri Polyta Indonesia Tbk, produsen 'polypropylene' terbesar di Indonesia.

Kongsi dengan Kartini Muljadi. Pada tahun 2019, Forbes menempatkannya sebagai orang terkaya ke-3 di Indonesia dengan kekayaan bersih US$7,6 miliar.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved