Pemilu 2024
Siap Perjuangkan SDM hingga Serapan Tenaga Kerja, Ketua DPRD Gresik Mantap Maju Nyaleg DPRD Jatim
Prihatin akan masalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan kurangnya serapan tenaga kerja di wilayah Gresik dan Lamongan membuat Abdul Qodir memantapkan hati
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Prihatin akan masalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan kurangnya serapan tenaga kerja di wilayah Gresik dan Lamongan membuat Abdul Qodir memantapkan hati untuk bertarung di Pemilu 2024 sebagai caleg dapil 13 DPRD Jatim dari PKB.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Abdul Qodir saat menghadiri acara Talkshow Tribun Series yang dipandu langsung oleh Mujib Anwar selaku penanggung jawab TribunJatim.com, Rabu (18/10/23).
Dalam Talks Show bertema "Siapa Paling Serius Memikat Hati Masyarakat Warga Gresik - Lamongan" itu, Abdul Qodir mengatakan bahwa alasan dirinya mencalonkan diri di dapil 13 lantaran dirinya merupakan putra daerah.
"Saya memang putra daerah, saya asli Gresik. Sehingga secara struktur kulture saya akan lebih mudah melakukan pemetaan dan memahami keinginan masyarakat Gresik dan Lamongan," ujar Qodir, sapaan akrab Abdul Qodir.
"Akan lebih mudah yang saya maksud berkaitan saat melakukan perkhidmatan (melayani) ketika memang takdir Allah SWT itu berpihak pada saya, dalam hal ini jika saya jadi duduk di kursi DPRD Jatim," imbuhnya.
Ditanya soal yang akan diperjuangkan, Qodir mengatakan dirinya akan fokus untuk memperjuangkan SDM hingga serapan tenaga kerja di wilayah setempat.
Baca juga: Reaksi Cucu Pendiri NU Soal Jutaan Warga Ikuti Jalan Sehat AMIN di Sidoarjo, Singgung Lembaga Survei
Alasan tersebut menurutnya hal wajar. Pasalnya, di Gresik dan Lamongan banyak tumbuh pesantren besar.
Akan tetapi dalam sektor pendidikan formal maupun non formal, dia menilai, masih ada sedikit ketimpangan yang memang harus diselesaikan.
"Sehingga hal ini menjadi salah satu impian saya, seandainya saya bisa masuk di DPRD Jatim, dengan kekuatan APBD 34 triliun, pembenahan pendidikan formal dan non formal bisa di memanfaatkan betul dalam rangka meningkatkan SDM masyarakat," jelasnya.
Adapun yang kedua, lanjut dia, berkaitan dalam lebih memperhatikan sektor industri dan pertanian, khususnya dalam hal SDM.
Baca juga: Kawal Anies-Muhaimin Daftar ke KPU, Relawan AMIN di Gresik Sewa Bus Berangkat ke Jakarta
"Dimana jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton saja disaat Industri begitu masif, namun disisi lain SDM serta vokasi - vokasi tidak terbangun dengan baik. Pasalnya penyumbang PDRB khususnya Gresik ini itu utamanya adalah dua sektor saja, yaitu Industri dan pertanian."
"Intinya di Gresik dan Lamongan ini jangan sampai besarnya investasi tidak berbanding lurus dengan serapan kerja," ungkap Politisi PKB itu.
Terkait di sektor pertanian, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Gresik ini mengatakan, menyinggung perihal pemberian subsidi pupuk.
"Jadi bagaimana ketersediaan dan realisasi pemberian pupuk ini semuanya harus ditata ulang. Dibuat agar menguntungkan untuk petani," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/PKB-Abdul-Qodir-saat-menghadiri-Talkshow-Tribun-Series.jpg)