Berita Viral

Pengakuan Pemilik Harimau yang Terkam Warga Samarinda Sampai Tewas, Polisi Temui Hewan Eksotis Lain

Pengakuan pemilik harimau yang menerkam warga Samarinda sampai tewas, polisi menemui hewan eksotis lainnya yang ada di dalam rumah tersebut.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
Banjarmasinpost
Penampakan kandang harimau dan macan di Samarinda yang menewaskan seorang warga 

TRIBUNJATIM.COM - Inilah pengakuan pemilik harimau yang terkam warga Samarinda sampai tewas mengenaskan.

Setelah penyelidikan dilakukan, polisi temui hewan eksotis lain di rumah sang pemilik rumah.

Pemilik harimau tersebut ternyata merupakan seorang pengusaha kayu yang tajir.

Pengakuan pemilik harimau yang kini dijadikan tersangka itu soal peliharaannya pun dikuak.

Terungkap rupanya adanya hewan-hewan eksotis di dalam kediamannya adalah untuk memenuhi hasrat hobi.

Andre Soan pemilik harimau yang menerkan warga Samarinda hingga tewas akhirnya terungkap.

Andre Soan pemilik harimau Samarinda, 7 fakta pengakuan tentang majikan Suprianda yang kini jadi tersangka.

Andre Soan, pengusaha kayu dan tempat fitnes di Samarinda, Kalimantan Timur masih menjadi sorotan.

Andre Soan adalah pemilik harimau dan juga majikan Suprianda.

Suprianda tewas diterkam harimau milik Andre Soan saat akan memberi makan.

Baca juga: Sosok Majikan Pemilik Harimau yang Terkam ART hingga Tewas, Ternyata Tak Punya Izin, Pengusaha Kayu

Inilah sederet fakta soal Andre, sang pemilik harimau Samarinda yang menerkam Suprianda hingga tewas.

Suprianda berusia 27 tahun itu ditemukan tewas diterkam harimau di Samarinda pada Sabtu (18/11/2023) lalu.

Saat ini, Andre ditetapkan menjadi tersangka karena kelalaiannya yang menyebabkan orang meninggal dunia.

Selain itu, Andre juga terjerat perkara larangan memelihara satwa atau hewan liar dilindungi sebagaimana dimaksud dalam pasal 359 KUHP Juncto pasal 21 Ayat 2 Juncto pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Terungkap sosok majikan pelihara harimau yang terkam ART hingga tewas di Samarinda, Kalimantan Timur.
Terungkap sosok majikan pelihara harimau yang terkam ART hingga tewas di Samarinda, Kalimantan Timur. (Instagram/info_samarinda)

"Ancaman masing-masing Pasal yakni 5 tahun penjara (10 tahun penjara)," tegas Kombes Pol Ary Fadli.

Menurut BKSDA Kaltim, Andre pernah mengajukan izin penangkaran ke lembaga ini.

Namun karena penerbitan izin harus dari kementerian, BKSDA Kaltim hanya memberikan informasi terkait persyaratan untuk memelihara hewan-hewan langka tersebut.

ART Suprianda tewas diterkam harimau Sumatera majikannya di Samarinda, Kalimantan Timur
ART Suprianda tewas diterkam harimau Sumatera majikannya di Samarinda, Kalimantan Timur (Dok Polresta Samarinda - TribunKaltim.co/Sintiya Alfatika Sari)

Diketahui, Andre pemilik harimau Samarinda ini berusia 41 tahun.

Andre memiliki postur tinggi tegap dan berkulit putih dengan rambut tercukur rapi.

Andre pemilik harimau Samarinda seorang pengusaha kayu di Kalimantan Timur.

Ia merupakan putra dari Soan, seorang pengusaha kayu olahan terbesar di Kalimantan Timur, yang basis usahanya di Kutai Timur.

Selain menjadi pengusaha kayu, Andre juga memiliki tempat fitness di Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda.

Baca juga: 7 Anak Harimau YouTuber Alshad Ahmad Mati, Aliansi Pecinta Satwa Liar Pertanyakan Izin Penangkaran

Andre hobi memelihara anjing ras mulai herder hingga pitbul.

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, tercatat Andre memelihara secara ilegal 2 ekor harimau dan 1 macan dahan di kediamannya.

Dari pengakuan Andre kepada polisi, seluruh hewan buas itu dikirim secara ilegal dari Jakarta.

Dalam proses penyelundupan itu, hewan-hewan itu dikirim melalui jalur laut yang disembunyikan di dalam roda empat hingga tiba di rumah AS.

Tetangga di sekitarnya tersebut mengaku tak mengetahui jika pemilik rumah memelihara harimau.

Baca juga: Istri Histeris Temukan Suprianda Tewas di Kandang Harimau, Majikan Pernah Ancam Pecat Sang ART

Rumah ini berada di Jalan Wahid Hasyim II, RT 10, Kelurahan Sempaja Barat, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur memelihara harimau Sumatera.

Salah satu tetangga sekitar mengatakan keluarga Andre sangat tertutup dan jarang berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

"Mereka tertutup. Jadi tidak ada yang kenal. Ketua RT saja tidak ada yang pernah tembus masuk kalau ada sosialisasi kegiatan lingkungan," ucap Mayang (48).

Pemilik harimau Samarinda punya 2 harimau dan 1 macan dahan yang diselundupkan dari Jakarta, ia sempat ajukan izin penangkaran ke BKSDA Kaltim.

Menurut BKSDA Kaltim, Andre pernah mengajukan izin penangkaran ke lembaga ini.

Namun karena penerbitan izin harus dari kementerian, BKSDA Kaltim hanya memberikan informasi terkait persyaratan untuk memelihara hewan-hewan langka tersebut.

Keberadaan satwa-satwa liar itu terungkap setelah salah seorang asisten rumah tangga (ART) dari Andre yakni Suprianda (27) diterkam oleh salah satu harimau peliharaan pengusaha tersebut.

Sebelumnya harimau dewasa pertama yang diperkirakan berusia 10 tahun dengan bobot 100 kilogram telah lebih dulu dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim ke Tabang Zoo, Kutai Kartanegara pada Minggu (19/11) lalu.

Kemudian pada malam harinya Satreskrim Polresta Samarinda kembali melakukan penggeledahan menyeluruh kediaman Andre yang berada di Jalan Wahid Hasyim II, RT 11, Kelurahan Sempaja Barat, kecamatan Samarinda Utara dan menemukan seekor Macan Dahan yang disembunyikan di dalam rumah utama.

Lalu harimau terakhir kembali ditemukan pada Rabu (22/11) kemarin.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menyebutkan harimau terakhir yang ditemukan masih anakan.

Diperkirakan usia harimau yang juga jantan tersebut masih di bawah 1 tahun dengan tinggi badan 50 centimeter dan berat 50 kilogram.

"Memang sempat disembunyikan oleh pelaku. Namun setelah kita lakukan pendekatan akhirnya dia mengaku ada lagi satu harimau lain," sebutnya.

Dari pengakuan Andre kepada polisi, seluruh hewan buas itu dikirim secara ilegal dari Jakarta.

Dalam proses penyelundupan itu, macan-macan itu dikirim melalui jalur laut yang disembunyikan di dalam roda empat hingga tiba di rumah AS.

"Dari siapa dia beli, sudah berapa lama memelihara itu masih kita dalami lagi," jelas Kombes Pol Ary Fadli.

"Juga setelah dilakukan pendalaman, tersangka mengaku mengoleksi hanya sekadar hobi saja," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim M. Ari Wibawanto menekankan ketiga hewan buas itu telah tiba di Tabang Zoo, Kutai Kartanegara.

Kondisi ketiga satwa liar itu dipastikan sehat.

Ari Wibawanto juga kembali mengatakan bahwa pada 2021 lalu Andre pernah mengajukan perizinan penangkaran.

Namun karena kewenangan mengeluarkan perizinan ada di kementerian, pihaknya hanya memberikan informasi terkait persyaratan untuk memelihara hewan-hewan langka tersebut.

"Tapi sampai saat ini perizinan itu tidak keluar. Jadi jelas keberadaan hewan-hewan ini ilegal," tegasnya.

Saat ini mereka masih mengobservasi tiga satwa liar tersebut sambil mengambil sample DNA untuk dikirim ke pusat.

Harimau dan kandang yang ditemukan di rumah pengusaha kayu di Samarinda
Harimau dan kandang yang ditemukan di rumah pengusaha kayu di Samarinda (Kompas.com)

Tampang AS alias Andre, pemilik harimau Samarinda akhirnya bisa dilihat publik.

Meski Andre terus berusaha menyembunyikan wajahnya.

Pemilik harimau Samarinda ini juga akhirnya buka suara meski sangat singkat.

Polresta Samarinda akhirnya menunjukkan sosok AS alias Andre, pemilik harimau yang terkam Suprianda hingga tewas.

Suprianda, pria beusia 27 tahun itu ditemukan tewas pada Sabtu (18/11/2023) lalu.

Saat ditampilkan kepada publik, tersangka Andre tampak mengenakan baju pesakitan berwarna orange dengan nomor 077, tangan terborgol, dan memakai masker.

Andre memiliki postur tinggi tegap dan berkulit putih dengan rambut tercukur rapi.

Ia terus menunduk dan berupaya menutupi wajah menggunakan tangannya yang terlihat gemetar.

"Saya pasti bertanggung jawab pada keluarga almarhum," hanya kalimat itulah yang keluar dari mulut pria berusia 41 tahun tersebut saat TribunKaltim.co menanyakan beberapa hal, seperti dikutip TribunJatim.com

Baca juga: Warga Bojonegoro Ngaku Lihat Harimau di Ladang, Diduga Sedang Cari Makan, Dicari Penuh Waspada

Malam harinya Satreskrim Polresta Samarinda kembali melakukan penggeledahan menyeluruh kediaman Andre yang berada di Jalan Wahid Hasyim II, RT 11, Kelurahan Sempaja Barat, kecamatan Samarinda Utara dan menemukan seekor Macan Dahan yang disembunyikan di dalam rumah utama.

Lalu harimau terakhir kembali ditemukan pada Rabu (22/11/2023) kemarin.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menyebutkan harimau terakhir yang ditemukan masih anakan.

Diperkirakan usia harimau yang juga jantan tersebut masih di bawah 1 tahun dengan tinggi bada 50 centimeter dan berat 50 kilogram.

"Memang sempat disembunyikan oleh pelaku.

Namun setelah kita lakukan pendekatan akhirnya dia mengaku ada lagi satu harimau lain," sebutnya.

Baca juga: Keji Siswa MAN Dibully 20 Orang, Korban Dipaksa Minum Air Ludah & Tangan Dibakar, Ibu Nangis

Dari pengakuan Andre kepada polisi, seluruh hewan buas itu dikirim secara ilegal dari Jakarta.

Dalam proses penyelundupan itu, macan-macan itu dikirim melalui jalur laut yang disembunyikan di dalam roda empat hingga tiba di rumah AS.

"Dari siapa dia beli, sudah berapa lama memelihara itu masih kita dalami lagi," jelas Kombes Pol Ary Fadli.

"Juga setelah dilakukan pendalaman, tersangka mengaku mengoleksi hanya sekadar hoby saja," jelasnya.

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved