Breaking News

Berita Internasional

Karyawan Apple, Amazon Hingga Tesla Cuma Betah Kerja 2 Tahun Lalu 'Pergi', Perusahaan Besar Lainnya?

Masa kerja karyawan perusahaan besar sekelas Apple hingga Tesla di Amerika Serikat relatif singkat. Bahkan, ada yang tak sampai dua tahun sudah

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Unsplash.com
Karyawan Apple ternyata banyak yang kerja hanya 2 tahun lalu mengundurkan diri 

TRIBUNJATIM.COM - Ternyata masa kerja karyawan perusahaan besar sekelas Apple hingga Tesla di Amerika Serikat relatif singkat.

Bahkan, ada yang tak sampai dua tahun sudah 'cabut' dari pekerjaannya.

Karyawan biasanya mengundurkan diri karena berbagai macam alasan.

Meski iming-iming gaji besar dan nama perusahaan besar, ternyata tak menjamin karyawan akan betah.

Baca juga: Beli 4 iPhone 15, TikTokers Kaget Pesanan Datang 60 Buah, Kembalikan Akhirnya Dihadiahi Apple Gratis

Temuan ini terungkap dalam infografis yang dipublikasi Visual Capitalist bersama Resume.io, situs web AI yang memudahkan mahasiswa untuk membuat resume atau CV.

Untuk membuat grafis ini, Resume.io menganalisis data LinkedIn untuk mengidentifikasi perusahaan besar yang karyawannya memiliki masa kerja terpendek di AS.

Hasilnya, perusahaan raksasa teknologi masuk dunia menjadi tiga dari lima perusahaan dengan rata-rata masa kerja terpendek di antara bidang perusahaan.

Rata-rata, karyawan di perusahaan seperti Apple, Amazon, dan Meta berhenti dari pekerjaannya sebelum tahun kedua.

Dari hasil analisis, pekerja Apple memiliki rata-rata masa kerja terpendek, yakni selama 1,7 tahun.

Lalu, Amazon berada di posisi kedua, di mana karyawannya hanya betah bekerja selama 1,8 tahun, sebelum memilih resign.

Sama seperti Amazon, karyawan Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp juga memiliki masa kerja rata-rata 1,8 tahun saja.

Perusahaan teknologi raksasa dunia yang masuk dalam daftar perusahaan dengan rata-rata masa kerja karyawan paling singkat di AS ini termasuk perusahaan mobil listrik Tesla (2 tahun), perusahaan semikonduktor AMD (2,3 tahun), perusahaan streaming video dan film Netflix (3,1 tahun), hingga induk Google dan YouTube, Alphabet (3,7 tahun).

Selama bertahun-tahun, Apple dan Meta dipandang sebagai perusahaan terbaik untuk bekerja karena budaya kerja, nilai, manfaat, dan fasilitas yang ditawarkan.

Namun, perubahan yang terjadi belakangan ini, seperti kebijakan mengantor dan kurangnya stabilitas, disebut-sebut berdampak buruk pada perusahaan-perusahaan tersebut.

Potret Mark Zuckerberg
Potret Mark Zuckerberg bos Meta (Instagram.com/@zuck)

Dalam kasus Apple, setelah pandemi Covid-19, perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs ini menerapkan jadwal kerja di kantor alias work from office (WFO) tiga hari seminggu pada tahun 2022.

Menurut laporan Tech.co, sebanyak 67 persen karyawan Apple menyatakan ketidakpuasannya terhadap kebijakan tersebut pada saat itu, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Visual Capitalist, Rabu (6/12/2023).

Meta menjadi salah satu perusahaan teknologi raksasa yang melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK massal secara global pada November 2022 dan Maret 2023.

Hal ini ikut berpengaruh pada performa rentensi karyawan dalam survei ini.

Retensi karyawan mengacu pada kemampuan perusahaan untuk mempertahankan karyawan yang profesional, produktif dan berkualitas yang biasanya dihitung secara tahunan atau periode waktu tertentu.

Karyawan biasanya mempertimbangkan berbagai faktor ketika berkomitmen pada perusahaan dalam jangka panjang, termasuk lingkungan kerja yang positif, kompensasi yang adil, keamanan kerja, peluang untuk jenjang karier, dan ketahanan terhadap perubahan ekonomi.

Bila retensi karyawan baik, maka karyawan akan memiliki masa kerja untuk waktu yang lebih lama.

Namun, sebaliknya, retensi karyawan yang buruk digambarkan dengan masa kerja karyawan yang lebih singkat.

Selengkapnya, berikut daftar 20 perusahaan dengan retensi karyawan terburuk di AS versi Visual Capitalist dan Resume.io:

Ranking Perusahaan Rata-rata masa kerja, sebelum akhirnya resign

1 Apple 1,7 tahun

2 Amazon 1,8 tahun

3 Meta 1,8 tahun

4 Tesla 2 tahun

5 AMD 2,3 tahun

5 ServiceNow 2,3 tahun

7 Salesforce 2,8 tahun

8 NextEra Energy 2,8 tahun

9 S&P Global 2,9 tahun

10 TJX 2,9 tahun

11 Goldman Sachs 3 tahun

12 Abbott 3,1 tahun

13 Netflix 3,1 tahun

14 Vertex 3,1 tahun

15 Nvidia 3,2 tahun

16 Mastercard 3,2 tahun

17 HCA Healthcare 3,4 tahun

18 PayPal 3,6 tahun

19 Alphabet (induk Google, YouTube) 3,7 tahun

20 Thermo Fisher Scientific 3,7 tahun 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved