Berita Lamongan
KPU Lamongan Resah Belum Terima Surat Suara dan Temukan 70 Botol Tinta Bocor
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan memastikan hingga kini belum menerima logistik jenis surat suara.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan memastikan hingga kini belum menerima logistik jenis surat suara.
Selain logistik surat suara belum terkirim, KPU telah menemukan sebanyak 70 botol tinta yang rusak alias bocor.
Menurut Ketua KPU Lamongan, Mahrus Ali, logistik jenis surat suara merupakan hal yang paling ditunggu, mengingat waktu pemungutan suara tinggal 46 hari lagi.
"Saat ini cemas, hari ke 46 menuju pemungutan suara. Kami belum menerima satupun jenis surat suara," ungkap Mahrus kepada Tribun Jatim Network, Jumat (29/12/2023).
Sampai hari ini KPU Lamongan belum satupun jenis surat suara yang diterima diantaranya, surat suara untuk DPR Provinsi, DPR RI dan Presiden.
Padahal sesuai rencana, pelipatan surat suara dimulai minggu pertama dengan melibatkan rekanan.
Baca juga: Simulasi Pencoblosan di Ponorogo, Warga Keluhkan Bilik Kekecilan dan Kertas Suara Terlalu Lebar
Jika, kenyataannya tidak sanggup menyelesaikan sesuai target, maka KPU akan melibatkan pihak lokal.
"Untuk urusan rekanan itu kewenangan KPU RI dan KPU Provinsi," ungkap Mahrus.
Untuk saat ini aktifitas di gudang logistik di Jalan Jaksa Agung Suprapto adalah merakit kotak. Selama sepekan sudah mencapai 7 ribu kotak dari jumlah 20 ribu kotak.
Selain merakit kotak suara, juga menyortir tinta dan didapati sebanyak 70 botol rusak alias bocor, ada juga kotak yang robek saat pengangkutan
"Kebocoran tinta itu karena segel yang kurang pas, sedang kotak rusak saat proses pengangkutan," ungkap Mahrus.
Baca juga: Matangkan Persiapan Pemilu 2024, KPU Bojonegoro Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara
Terdata, temuan tinta rusak ada sebanyak 70 botol yang bocor karena segel yang kurang pas, kotak robek saat pengangkutan.
"Semu sudah diinventarisir ke provinsi untuk segera dapat diganti," kata Mahrus.
"Tidak bisa kita bayangkan jika 5 jenis surat suara itu datang di waktu bersamaan di hari yang sama. Sehingga kami harus kejar-kejaran dengan waktu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Aktifitas-di-gudang-logistik-KPU-Lamongan-Jalan-Jaksa-Agung-Suprapto.jpg)