Berita Entertainment

Penyanyi Dangdut Pria Ini Santai Pakai Headpiece, Ivan Gunawan Soroti Kinerja KPI: Boleh Sekarang?

Ivan Gunawan kometari penyanyi dangdut pria pakai headpiece tapi tak dapat teguran: KPI ke mana nih?.

Tayang:
Editor: Hefty Suud
Instagram/ivan_gunawan
Ivan Gunawan soroti kinerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) usai penampilannya di 'Brownis' ditegur kewanitaan. 

TRIBUNJATIM.COM - Ivan Gunawan kini soroti kinerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) usai penampilannya dinilai melanggar etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Penampilan Ivan Gunawan yang dimaksud adalah saat ia mengenakan busana era '60-an saat memandu program acara televisi 'Brownis'.

Setelah ditegur KPI karena gaya busananya dianggap kewanitaan, Ivan Gunawan memutuskan mundur sebagai presenter program acara tersebut.

Kini, Ivan Gunawan komentari kinerja KPI, sorot penampilan artis pria asal Thailand, Jirayut Cs.

Baca juga: Ternyata Ivan Gunawan Pernah Mau Ulang Masa Lalu, Niat Berubah Lenyap, Sindir Haters: Aku Sempurna

Desainer yang sering disapa Igun itu menyeret artis yang terkenal sebagai penyanyi dangdut Jirayut Cs karena memakai hiasan wanita saat tampil di TV.

Sindiran tersebut diungkapkan Igun melalui teks di video unggahan akun Instagramnya.

Baca juga: Tanpa Tampil TV, Ivan Gunawan Yakin Rezeki Ngalir Terus, Tak Bakal Ubah Karakter: InsyaAllah Hidup

Baca juga: SELEB TERPOPULER Sindiran Pedas Ivan Gunawan Usai Keluar Brownis - Jordan Ali Galau Diputus Lewat WA

Terlihat beberapa potongan video para penyanyi lelaki yang menggunakan headpiece dan earpiece.

Ivan Gunawan mempertanyakan soal figur publik laki-laki yang manggung mengenakan aksesoris kepala dan aksesoris telinga.

Apalagi selama ini aksesoris kepala dan aksesoris telinga lebih indentik sebagai aksesoris perempuan.

"Oh ternyata boleh ya sekarang laki-laki pakai headpiece, earpiece," tulis narasi video dikutip Sabtu (13/1/2024).

"Bukannya headpiece earpiece accesories untuk perempuan ya?" tulis Igun mempertegas bukti video yang diunggahnya ke Instagram.

Baca juga: Cabut dari Brownis Ditanya Masih Artis Ga Sih, Ivan Gunawan Sindir Orang yang Menghakimi: Sadar

"KPI ke mana nih?" lanjut Ivan Gunawan.

Tak hanya itu, di kolom keterangan unggahannya pula, Ivan Gunawan pun meminta KPI untuk lebih maksimal dalam bekerja.

"@kpipusat yuk kerja," tulis Igun, dikutip dari caption unggahan Instagramnya, Sabtu (13/1/2024) via BanjarmasinPost.

Pada kolom komentar, Igun pun mengungkap kekecewaannya.

"Kebetulan mahkota gue dapetin dari kompetisi internasional. Itu ajah @kpipusat nga bisa hargain kerja keras gue," tulisnya.

Postingan Igun mendapat banyak tanggapan termasuk para artis.

Soimah menulis rasa kaget.

"Waduh," tulisnya lewat akun @showimah

Namun Aldi Taher malah komentar nyeleneh : #BISMILLAH_BACA_ALQURAN_KUNCI_SUKSES," tulisnya.

Baca juga: Ruben Onsu Sentil Haters Ivan Gunawan, Kecewa Kelakuan Merasa Benar: Hukum Tabur Tuai Pasti ada

Baca juga: 7 Tahun Jadi Host, Ivan Gunawan Sadar Keputusan Pamit dari Brownis Sudah Bulat: Bukan Marah-marah

Sebelumnya, Ivan Gunawan buka suara soal penampilannya yang ditegur oleh KPI. 

Ivan Gunawan memberikan penjelasan terkait gayanya di acara Brownis pada 30 Oktober 2023.

Sahabat Ayu Ting Ting ini juga menjelaskan bahwa dalam momen tersebut, mereka sedang mengusung konsep tahun 60-an.

Maka biasa saja jika Ivan Gunawan berdandan seperti itu.

Menurutnya, dia hanya berusaha berdandan dengan konsep yang sedang diusung oleh acara Brownies kala itu.

Baca juga: Nasib Rating Acara Brownis Ditinggalkan Ivan Gunawan, Pantas Ayu Ting Ting Nangis? Reaksi Ruben Beda

"Untuk teman-teman KPI terima kasih atas tegurannya," ungkap Ivan Gunawan di awal video Instagramnya, Kamis (4/12/2024).

"Ini tren fashion '60-an. Tahun 60-an, kalau orang pergi ke party bentuknya seperti apa.

Ini 60-an dari Amerika, Eropa ya, kalau di Indonesia tahun segitu belum seberapa paham gayanya.

Tapi gayanya kurang lebih seperti ini kalian bisa lihat," tambah sang desainer yang memperlihat foto-foto gaya fashion dari era '60-an.

Dalam keterangan kontennya itu, Ivan Gunawan juga berargumen bahwa elemen seperti sepatu hak tinggi bukanlah eksklusif untuk wanita saja. High heels menjadi bagian dari fashion yang juga bisa diterapkan oleh pria.

Ivan Gunawan kesal atas teguran dari KPI.
Ivan Gunawan kesal atas teguran dari KPI. (Kolase Instagram)

"Tuh liat @kpipusat ini trend fashion tahun 60 han Bapak moyang kita pake boots hak tinggi Kalo ke pesta @brownis_ttv hak itu bukan buat cewek doang .... paham arti fashion nga sii," tulis Ivan Gunawan.

 

Sementara itu, aksesori mahkota di kepalanya adalah tanda prestasi Igun di dunia internasional.

Ivan Gunawan menerima mahkota emas sebagai peraih penghargaan Golden Grand Award melalui Best National Director di ajang Miss Grand International.

"trs kenapa gue pake mahkota karna gue dapet prestasi di tingkat internasional , gue punya lisensi internasional trs gue di apresiasi kinerja gue makanya mahkota itu kebanggan gue .... jd sampe kapan pun gue bangga sama mahkota gue!!!" tulis Ivan Gunawan lagi.

Baca juga: Emosi Ivan Gunawan Dihujat usai Keluar Brownis, Erna Minta Anak Tenangkan Hati: Anggap Lebih Baik

Langgar Etika

Dinilai melanggar etika, KPI beri sanksi untuk acara Brownis Trans TV, aksi Ivan Gunawan jadi dalang.

Dikutip dari website resmi kpi.go.id, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat sudah memberikan teguran kepada pihak Brownies Trans TV.

KPI Pusat memutuskan menjatuhkan sanksi adminisratif berupa teguran tertulis pertama untuk Program Siaran “Brownis” di Trans TV.

Hal yang menjadi pemicu dari sanksi ini adalah acara Brownies Trans TV menampilkan adegan yang mengarah pada penormalan laki-laki bergaya perempuan yang dipertontonkan kepada khalayak.

Tampilan ini dinilai telah melanggar etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Di mana telah termaktub pula dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI tahun 2012.

Baca juga: Ayu Ting Ting Terpukul Ivan Gunawan Pamit dari Brownis, Igun Kini Minta Maaf: Keputusanku Udah Bulat

Demikian ditegaskan KPI Pusat dalam surat teguran tertulis untuk Program Siaran “Brownis” Trans TV yang sudah dilayangkan pada akhir Desember tahun lalu.

Pihak KPI Pusat juga menerangkan kronologi dari tindakan Brownies yang dinilai melanggar etika.

Dalam surat teguran itu dijelaskan, pelanggaran yang dilakukan program siaran bergenre variety show ini terjadi pada 30 Oktober 2023 pukul 12.38 WIB.

Pelanggarannya berupa penampilan a.n Ivan Gunawan yang menggunakan pakaian, riasan, aksesoris, dan bahasa tubuh kewanitaan.

Tanggapan Ivan Gunawan pasca acara Brownies ditegur KPI
Tanggapan Ivan Gunawan pasca acara Brownies ditegur KPI

Setelah temuan itu, KPI Pusat meminta Trans TV untuk menyampaikan klarifikasinya pada 12 Desember 2023 lalu.

Hasil klarifikasi ini juga menjadi catatan KPI dalam rapat pleno penjatuhan sanksi.

Anggota KPI Pusat Tulus Santoso menegaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan “Brownis” tidak bisa ditolerir karena sudah sering diingatkan.

Bahkan, KPI juga pernah mengeluarkan surat edaran terkait menampilkan praktik, perilaku, dan promosi pria berpenampilan kewanitaan dan mengarah pada penormalan perilaku yang tidak sesuai dengan norma di masyarakat.

Tulus menegaskan, pihaknya memberi perhatian besar terkait isu lelaki bergaya kewanitaan dalam siaran.

Menurutnya, fungsi lembaga penyiaran itu semestinya melindungi kepentingan anak-anak dan remaja dalam siarannya.

“Kita harus menghindari sesuatu yang tidak sesuai norma itu menjadi hal yang lumrah dan bisa dicontoh anak-anak. Pasal 15 Ayat (1) dijelaskan bahwa program siaran wajib memperhatikan dan melindungi kepentingan anakanak dan atau remaja,” kata Koordinator bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat.

Dalam pasal 14 Ayat (1) SPS juga dijelaskan bahwa lembaga penyiaran wajib memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada anak dengan menyiarkan program siaran pada waktu yang tepat sesuai dengan penggolongan program siaran.

“Hal serupa juga dituliskan dalam ayat berikutnya. Belum lagi pasal soal penggolongan program siaran yang juga ditabrak. Kurang lebih ada tujuh (7) pasal yang dilanggar karena tampilan tersebut,” ujar Tulus Santoso.

Anggota KPI Pusat bidang Pengawasan Isi Siaran Aliyah menambahkan, tampilan dalam program siaran berklasifikasi R (remaja) ini juga tidak sesuai dengan tujuan yang ada dalam Pasal 37 ayat 1, 2 dan 4.

Semestinya, siaran dengan klasifikasi ini mengandung muatan, gaya penceritaan dan tampilan yang sesuai dengan perkembangan psikologis remaja.

Program siaran dengan klasifikasi R harus berisikan nilai-nilai pendidikan dan ilmu pengetahuan, nilai-nilai sosial dan budaya, budi pekerti, hiburan, apresiasi estetik, dan penumbuhan rasa ingin tahu remaja tentang lingkungan sekitar.

“Program siaran dengan klasifikasi R dilarang menampilkan muatan yang mendorong remaja belajar tentang perilaku yang tidak pantas dan atau membenarkan perilaku yang tidak pantas tersebut sebagai hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari,” kata Aliyah.

Atas pelanggaran dan sanksi itu, KPI meminta Trans TV untuk segera melakukan perbaikan internal dan tidak lagi mengulangi pelanggaran yang sama.

“Aturan dan surat edaran yang telah dikeluarkan KPI semestinya menjadi acuan dan pengingat seluruh lembaga penyiaran agar lebih berhati-hati sebelumnya,” kata Aliyah.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Berita tentang Ivan Gunawan lainnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved