Berita Viral

Amalan Penjual Bunga Bisa Kuliahkan 2 Anak dan Rawat Suami Stroke, Beber Kunci Penting: Anak Yatim

Amalan penjual bunga bisa kuliahkan 2 anak dan rawat suami stroke belakangan terungkap, ia membeberkan kunci penting yakni memuliakan anak yatim.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
Tribun Gorontalo
Perempuan di Gorontalo yang sukses menguliahkan 2 anak dan rawat suami stroke 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang penjual bunga sangat menginspirasi hidupnya.

Penjual bunga tersebut bisa kuliahkan 2 orang anaknya dan rawat suami stroke dengan hanya berjualan bunga.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Ternyata penjual bunga itu kerap memuliakan para anak yatim piatu di lingkungannya.

Amalan penjual bunga ini viral dibicarakan karena ia bisa kuliahkan 2 anak sekaligus rawat suami stroke.

Meski cuma jualan bunga, Ramla Wadja mampu menguliahkan dua anaknya hingga lulus.

Bahkan Ramla selama sembilan tahun terakhir merawat suaminya yang terkena stroke.

Tapi rezekinya terus mengalir untuk membiayai pengobatan suaminya dan kuliah anak-anaknya.

Ramla bahkan masih bisa berbagi untuk orang lain.

Ia selalu rajin menolong anak-anak yatim piatu di sekitarnya.

Baca juga: Apes Pensiunan PNS Kena Bobol Rp 122 Juta, Pasutri 7 Kali Beraksi Baru Ketahuan, Pakai Tusuk Gigi

Ramla Wadja (60), merupakan wanita penjual bunga tersohor di Gorontalo.

Hal itu dibuktikan dari banyaknya kalangan yang membeli bunga padanya.

Wanita paruh baya ini mengaku sempat mengenyam pendidikan pertanian di zaman Presiden Soeharto.

Selama puluhan tahun ia menggeluti bisnis bunga. Beragam jenis bunga dijualnya.

Amalan baik seorang penjual bunga
Amalan baik seorang penjual bunga (Surya)

Harganya pun bervariasi.

Usia yang semakin renta itu, Ramla ternyata masih kuat. Sejauh ini ia telah mempekerjakan puluhan orang.

Rata-rata pekerjanya berasal desa pelosok yang membantunya menanam bunga.

Ramla sengaja mengajari karyawannya supaya telaten dalam merawat bunga.

Baca juga: 6 Buah yang Cocok untuk Menu Diet dan Menurunkan Berat Badan Lebih Cepat: Sehat, Enak, Mengenyangkan

Ia selalu memantau pekerjaan karyawannya agar apa yang dilakukan sesuai dengan permintaan pelanggan.

Ramla selalu memastikan bahwa bunga yang dijualnya harus sampai di tangan pelanggan dengan kondisi baik.
Ia juga tidak lupa memastikan bunga tersebut masih hidup saat sudah ditanam oleh pelanggannya.

Ramla begitu tabah dan pekerja keras. Suami Ramla sekarang tengah sakit setruk selama sembilan tahun terakhir.

Namun hal ini tidak membuat semangatnya turun. Ia percaya bahwa segalanya sudah diatur oleh Tuhan.

Dengan kondisi suaminya yang sakit keras, Ramlah telah berhasil membiayai kuliah kedua anaknya hingga tamat.

Ramla dikenal ramah dan gemar menolong sesama.

Ia sering membiayai sekolah anak yatim piatu di lingkungannya.

Baca juga: Pantas Ucing Kerja di Apotek Bisa Beli Mobil & Tanah, 3 Tahun Licik, Tiap Hari Ambili Rp500 Ribu

Itu ternyata rahasia amalan Ramla yang selalu peduli dengan anak yatim di lingkungannya.

Siapa sangka, amalan itu membawa keberuntungan terhadap Ramla dan keluarganya.

Di balik kesulitan suaminya yang kini sakit stroke, ia masih bisa menguliahkan dua anaknya sampai lulus.

"Kalau kita baik sama orang, memberikan kasih, Tuhan pasti tidak menutup mata," tuturnya, dikutip Tribun Jatim dari Tribun Gorontalo.

Ia berpendapat bahwa Tuhan memang memberikan ia cobaan. Namun Tuhan memberi rezeki yang cukup kepadanya.

Sehingga meskipun suaminya sakit, Ramla tidak merasakan kesulitan dan masih mampu membantu orang lain.

Baca juga: Ramadan 2024 Sebentar Lagi, Begini Hukum Memotong Kuku Saat Puasa Ramadan, Boleh atau Tidak?

Sementara itu, diketahui Hari Jumat dikenal sebagai rajanya hari.

Hari Jumat merupakan hari penuh berkah dan istimewa dalam Islam.

Ada sejumlah amalan baik dikerjakan pada hari Jumat.

Sebab keutamaan hari Jumat terasa lebih luar biasa dibanding hari biasanya hingga dikenal sebagai hari raya setiap satu minggu sekali.

Nabi Muhammad SAW juga sangat memuliakan hari Jumat.

"Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihissalam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat." (HR Muslim).

Baca juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Istisqa untuk Meminta Hujan, Dilengkapi Doa, Tulisan Arab Latin

Berikut amalan hari Jumat untuk menambah pahala dan keberkahan, dikutip dari Serambinews, Jumat (6/10/2023).

1. Baca Alquran terutama Surat Yasin

Keutamaan hari Jumat bisa diisi dengan amalan membaca surat Yasin.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Abu Daud sebagai berikut:

"Barangsiapa membaca surat Yasin dan Al-Shaffat di malam Jum'at, Allah SWT mengabulkan permintaannya." (HR Abu Daud dari al-Habr).

2. Mandi Jumat

Amalan paling mudah dan berbuah manis ialah mandi Jumat.

Hukum mandi Jumat menjadi sunnah bagi siapa saja yang hendak menunaikan salat Jumat, baik laki-laki maupun perempuan yang turut serta.

Ketentuan hukum ini bisa menjadi berbeda apabila ia memilih salat dzuhur di rumah, maka tidak lagi disunnahkan baginya.

Hadits riwayat Ibnu Hibban dari Ibnu Umar sebagai berikut:

"Barangsiapa yang mendatangi shalat Jum'at baik laki-laki maupun wanita maka hendaklah mandi."

Hadis yang lain menegaskan betapa mulianya hamba yang menjalankan salat Jumat akan dihapus dosa selama satu tahun.

"Barang siapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas Jum'atan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun." (HR. Al-Tirmidzi dan Al-Hakim).

Baca juga: Bacaan Sholawat Asyghil di Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, Tulisan Arab Beserta Artinya

3. Bersedekah

Berbagi merupakan ajaran Islam yang membahagiakan dan cukup mudah.

Baik dalam bentuk harta maupun bantuan.

Ibnu Qayyim mengatakan, "Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya".

Hadits dari Ka’ab menjelaskan: "Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya." (Mauquf Shahih).

4. Membaca Surat Al Kahfi

Amalan keutamaan hari Jumat berikutnya dengan membaca Surah Al Kahfi.

Hal ini kerap kali diingatkan kembali supaya umat Islam dapat istiqomah menjaga bacaan surah yang banyak menyinggung hari kematian ini.

Rasulullah bersabda: "Barang siapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum'at, maka Allah memberinya sinar cahaya di antara dua Jum'at." Hadits diriwayatkan dan dishahihkan oleh Imam Al-Hakim.

5. Perbanyak Baca Sholawat

Memperbanyak bacaan sholawat menjadi keutamaan hari Jumat berikutnya.

Amalan ini bisa dimulai sejak Kamis petang hingga berakhirnya Jumat tengah malam.

"Perbanyaklah sholawat kepadaku pada setiap Jumat. Karena sholawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jumat. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti." (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro; hasan lighairihi).

Ilustrasi berdoa.
Ilustrasi berdoa. (Getty Images/iStockphoto/RasselOK)

6. Banyak Berdoa

Selain memperbanyak sholawat Nabi, alangkah baiknya didampingi dengan banyak memanjatkan doa pada Allah SWT sebagai keutamaan hari Jumat.

Sebab terdapat harapan yang mudah dikabulkan, bertepatan dengan waktu ijabah.

Meski waktu itu dirahasiakan, antara satu kali 24 jam di hari Jumat.

Sehingga alangkah baiknya selalu berdoa setiap waktu, untuk memperoleh waktu ijabah tersebut.

Baca juga: Tata Cara Mandi Sunnah Ihram Umrah, Dilengkapi Bacaan Niat dengan Tulisan Arab Latin dan Artinya

7. Memperbanyak Berbuat Baik

Salah satu keistimewaan hari Jumat ialah dilipatgandakan pahala kebaikan sepuluh kali lipat dibanding hari lain.

Hal ini diperuntukkan bagi siapa saja yang melakukan perbuatan baik.

Dan sunnah memperbanyak kebaikan di malam dan hari Jumat karena riwayat Ibnu Zanjawiyah dari Ibn al-Musayyab bin Rafi’, beliau berkata:

"Barang siapa yang berbuat kebaikan pada hari Jum'at maka akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat dari hari yang lain, dan barang siapa gerangan berbuat kejelekan maka juga demikian (dilipatgandakan dosanya). Dan disamakan hari, yaitu malam, sebab tidak ada perbedaan sama sekali." (Syaikh Abi Bakr bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyati, Hasyiyah I’anah At-Thalibin, juz 2, hal. 104, Dar Al-Fikr).

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved