Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Arti Rabbighfirlii Warhamnii Watub Alayya, Baca 70x di Bulan Rajab, 'Tidak akan Disentuh Api Neraka'

Berikut bacaan istighfar rabbighfirli warhamni watub alayya dalam Bahasa Arab dan terjemahannya. Ini manfatanya dibaca selama Bulan Rajab.

Editor: Hefty Suud
freepik.com
Ilustrasi manfaat membaca istighfar rabbighfirli warhamni watub alayya di Bulan Rajab. 

TRIBUNJATIM.COM - Inilah bacaan istighfar rabbighfirli warhamni watub alayya dalam Bahasa Arab dan terjemahannya.

Istighfar rabbighfirli warhamni watub alayya disarankan dibaca saat Bulan Rajab.

Apa manfaat istighfar rabbighfirli warhamni watub alayya ternyata sangat luar biasa.

Disebutkan dalam kitab Al-Jami' karya Imam Suyuti bahwa terdapat riwayat dari Ibnu Asakir dari Abi Umamah bahwa Wahab bin Munabbih bahwa:

"Aku membaca dalam kitab Allah yang diturunkan sebelum Al-Quran bertuliskan bahwa barang siapa beristighfar di bulan Rajab di pagi dan sore hari dengan mengangkat kedua tangannya seraya berkata, 'rabbighfirlii warhamnii watub 'alayya' 70 kali, maka kulitnya tidak akan disentuh oleh api neraka.".

Selain istighfar, ada beberapa amalam yang dianjurkan selama bulan Rajab.

Diantaranya membaca doa memasuki Bulan Rajab, puasa Rajab, memperbanyak bacaan tasbih, dan sholat sunnah Rajab.

Diketahui, Bulan Rajab termasuk salah satu bulan yang istimewa untuk umat Islam.

Pada masa Jahiliyah, masyarakat Arab sangat memuliakan bulan Rajab dengan menghentikan dan melarang pertempuran selama bulan ini berlangsung.

Nama bulan Rajab berasal dari kata rajaba asy-Syai'a, yang artinya memuliakan dan menghormati.

Ada juga yang mengatakan bahwa Rajab berarti berhenti dari perang.

Rajab masuk dalam salah satu dari keempat bulan Asyhurul Haram yang dimuliakan Allah SWT.

Baca juga: Bolehkah Qadha Puasa Digabung dengan Puasa Rajab? Simak Juga Cara Bayar Utang Puasa dan Niat Puasa

Baca juga: Penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal 1445 H oleh Muhammadiyah, Cek Pula untuk Versi NU dan Pemerintah

Berikut bacaan rabbighfirli warhamni watub alayya, tulisan arab, latin, dan artinya 

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ

Rabbighfirli warhamni watub alayya

Artinya: Ya Tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah taubatku.

Doa ini juga menjadi doa yang dianjurkan untuk menutup doa shalat Dhuha dengan lafal berikut ini sebanyak 40 atau 100 kali jika memungkinkan:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Rabbighfir li, warhamni, wa tub ‘alayya, innaka antat tawwābur rahim.

Artinya, “Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah daku. Terimalah tobatku. Sungguh, Kau maha penerima tobat dan maha penyayang.”

Baca juga: Keutamaan Puasa di Bulan Rajab, Amalan-amalan yang Dapat Dikerjakan, Baca Istighfar Pagi dan Sore

Ilustrasi bulan Rajab 1445 H/2024. Jika telah memasuki bulan Rajab, berarti umat Muslim sebentar lagi akan masuk bulan Ramadan.
Ilustrasi bulan Rajab 1445 H/2024. Jika telah memasuki bulan Rajab, berarti umat Muslim sebentar lagi akan masuk bulan Ramadan. (muslimvillage via Tribun Pontianak)

Baca juga: Belum Qadha Ramadan Tapi Puasa Sunnah di Bulan Rajab, Bagaimana Hukumnya? ini Kata Buya Yahya

Sejarah bulan Rajab

Sejarah bulan Rajab berawal pada zaman Jahiliyah, di mana masyarakat Arab mengharamkan peperangan dan mereka memiliki ritual penyembelihan serta memberi makan orang-orang sebagai bentuk kemuliaan.

Lalu, setelah agama Islam mulai berkembang, Rajab semakin dipertegas dengan banyaknya wahyu yang turun di bulan itu.

Salah satu peristiwa penting yang terjadi di bulan Rajab adalah Isra Miraj dan turunnya perintah salat lima waktu.

Isra Miraj adalah peristiwa penting dalam Islam yang mengisahkan tentang perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW.

Umumnya, Isra Miraj diperingati setiap tanggal 27 Rajab tahun Hijriah.

Dalam rangka memperingati bulan Rajab, ada beberapa keutamaan yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam, yaitu:

- Puasa Sunnah Rajab

- Membaca doa bulan Rajab

- Melakukan sedekah Melaksanakan berbagai amalan baik

Puasa Sunnah Rajab dianjurkan untuk dilakukan sebanyak mungkin.

Terlebih, puasa ini juga dapat dilaksanakan kapan saja, selain hari Idul Fitri, Idul Adha, dan tiga hari tasyrik (hari raya umat Islam yang jatuh setelah Idul Adha).

Puasa Rajab juga tidak harus dilakukan setiap hari, melainkan dapat dilaksanakan secara selang-seling.

Umumnya, puasa Rajab bisa dilaksanakan selama sehari, tiga hari, tujuh hari, atau sebulan penuh.

Bagi umat Islam yang memiliki utang puasa Ramadhan dan ingin menggantinya, dapat dilakukan pada saat puasa Sunnah Rajab.

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com

Berita tentang Bulan Rajab lainnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved