Berita Kediri

Pasar Wates Jadi Pilot Project Perpaduan Konsep Budaya, Tradisional dan Modern Pertama di Kediri

Pasar Wates Kabupaten Kediri kini telah resmi dibuka untuk umum. Proses revitalisasi yang memakan dana belasan miliar telah selesai dilaksanakan.

TRIBUNJATIM.COM/Melia Luthfi Husnika
Suasana Pasar Wates Kabupaten Kediri yang resmi dibuka untuk umum, Senin (29/1/2024). Pasar Wates Kediri merupakan gabungan dari tiga konsep sekaligus, yakni perpaduan unsur budaya, tradisional, dan modern. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIMN.COM, KEDIRI - Pasar Wates Kabupaten Kediri kini telah resmi dibuka untuk umum. Proses revitalisasi yang memakan dana belasan miliar telah selesai dilaksanakan.

Berbeda dengan pasar tradisional lain, Pasar Wates Kediri merupakan gabungan dari tiga konsep sekaligus, yakni perpaduan unsur budaya, tradisional, dan modern. Pasar Wates sekaligus menjadi pilot project gabungan beberapa konsep tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Tutik Purwaningsih mengatakan, Pasar Wates adalah pasar pertama di Kabupaten Kediri yang mengusung gabungan beberapa konsep.

Konsep tersebut tertuang dalam segala elemen yang berada di pasar tradisional milik warga Kediri itu. "Pasar Wates ini bukan hanya pasar tradisional biasa, melainkan ada gabungan beberapa konsep. Mulai dari budaya, tradisional dan modern sekaligus," kata Tutik, Senin (29/1/2024).

Tutik melanjutkan, unsur budaya dapat dilihat dari ornamen-ornamen yang terpasang di tiang bangunan, serta kombinasi lampu penerangan jalan dengan ukiran batik.

Dari segi tradisional, Pasar Wates menyajikan aneka dagangan baik makanan maupun barang tradisional. Tak hanya itu, Pasar Wates juga dilengkapi dengan teknologi modern yang canggih seperti parkir digital serta kamera pengawas cctv yang tersebar di seluruh titik pasar.

"Pasar ini juga memiliki kantor pengawas, toilet, wastafel di beberapa titik, tempat sampah, playground untuk anak serta mushola. Ini adalah satu-satunya pasar dengan fasilitas yang lengkap di Kediri dan baru pertama kali ini," jelas Tutik.

Baca juga: Habiskan Dana Rp16 Miliar, Pasar Wates Kediri Akhirnya Diresmikan, Mas Dhito Sebut Banyak Dinamika

Dengan fasilitas penunjang tersebut, diharapkan Pasar Wates bisa menjadi penopang perekonomian masyarakat sekitar. Apalagi lokasi Pasar Wates ini tak terlalu jauh dengan wisata Gunung Kelud, diharapkan bisa menjadi destinasi kunjungan bagi wisatawan yang pergi ke Kelud.

"Jarak dengan wisata Gunung Kelud tidak jauh, jadi harapannya juga bisa menjadi daya tarik wisata. Jadi para pengunjung Gunung Kelud yang ingin berbelanja bisa mampir ke sini," ujarnya.

Ditanyai soal jumlah pedagang yang nantinya akan mengisi Pasar Wates ini, Tutik menyebut ada sekitar 486 pedagang. Jumlah ini tentunya disesuaikan dengan kapasitas penampungan pasar.

"Kami akan evaluasi dan melakukan penataan pedagang. Karena selama proses revitalisasi kemarin para pedagang masih menempati tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) yang berada di bekas pasar hewan, sebelah timur Pasar Wates," papar Tutik.

Sekadar informasi, proses revitalisasi Pasar Wates ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada 2022 dengan anggaran dana APBN Rp8,5 miliar dan tahap kedua dari anggaran APBD sebesar Rp 8,57 miliar pada tahun 2023.

Baca juga: Sidak Pembangunan Pasar Wates Kediri, Mas Dhito Marah Besar Temukan Material Tak Sesuai Spesifikasi

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved