Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Santri Tewas di Kediri

YLPA Apresiasi Penegak Hukum yang Tetapkan Tersangka Penganiayaan Santri di Kediri

Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) mengapresiasi penegak hukum yang telah menetapkan tersangka penganiayaan santri di Kediri.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Kompas.com/Rizki Alfian Restiawan
Suasana haru masih menyelimuti keluarga Bintang Balqis Maulana di rumah duka di Banyuwangi, Februari 2024. Bintang merupakan santri yang tewas diduga dianiaya kakak tingkat di pondok pesantren di Kediri. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) Kediri mendukung dan memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum Polres Kediri Kota yang telah menetapkan tersangka dalam kasus penganiayaan santri di Kediri hingga meninggal dunia.

Diberitakan sebelumnya, Bintang Balqis Maulana (14) santri asal Banyuwangi meninggal dunia usai dianiayai santri senior di lingkungan pondok pesantren yang berada di Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Dewan Pembina YLPA Kediri, Heri Nurdianto, juga mendesak Polres Kediri Kota mengembangkan perkara ini, agar pihak pengelola dan pengasuh pesantren ikut mempertanggungjawabkan secara hukum atas peristiwa ini.

"Selain itu, penanganan perkara ini diharapkan tetap memenuhi hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum, mengingat beberapa pelaku masih di bawah umur," jelas Heri Nurdianto, Rabu (28/2/2024).

Heri Nurdianto mengimbau Kementerian Agama dan Pemda Kediri diharapkan untuk membangun sinergi dan kolaborasi dengan para pengelola pesantren mengembangkan kehidupan pesantren yang aman, nyaman dan ramah anak.

Menyusul kejadian ini, penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota telah menetapkan 4 orang santri senior sebagai tersangka pelaku penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya Bintang Balqis Maulana.

Para tersangka masing-masing MN (17) asal Sidoarjo, MA (17) asal Nganjuk, AF (16) asal Denpasar Bali, dan AK (17) warga Surabaya.

Salah satu pelaku, AF merupakan sepupu korban.

Baca juga: Penganiaya Santri Tewas di Kediri Sepupu Sendiri, Padahal Sering Diminta Jaga Korban, Kakek Terpukul

Ibu Korban Terpukul

Suyanti, ibu kandung Bintang, santri yang tewas dianiaya para seniornya di sebuah pesantren di Kediri, Jawa Timur, merasa sangat terpukul dengan kejadian tersebut.

Sebab, salah satu pelaku adalah sepupu korban sendiri berinisial AF (16).

Suyanti mengatakan, selama mondok, AF diberi amanah untuk menjaga Bintang.

Apalagi, AF masih kakak atau saudara tua Bintang Balqis Maulana.

Tak hanya itu, Suyanti juga kerap menitipkan uang jajan kepada AF untuk Bintang.

"Saya juga minta tolong ke AF ini untuk jaga, kadang juga menitipkan uang ke dia," kata Suyanti.

Yang membuat keluarga Bintang kaget dan syok, AF mengakui ikut terlibat penganiayaan setelah didesak oleh pihak keluarga terkait penyebab kematian Bintang.

"Dia ngaku sempat mukul Bintang di bagian-bagian tubuhnya," ujar Suyanti.

Luka hati yang mendalam juga dialami kakek korban, Buwasan (73).

Dia mengaku tak menyangka cucunya tewas dianiaya oleh cucunya yang lain.

Saat ini, Buwasan hanya bisa pasrah meski bingung dan tidak bisa berbuat banyak.

Bintang dan AF sama-sama cucu Buwasan.

Dia harus menerima kondisi cucunya yang meninggal dunia dan dipenjara.

"Tidak kuat saya, ini musibah yang tidak pernah saya sangka-sangka. Ya Allah," ungkap Buwasan.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved