Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Ramadan 2024

Sahkah Puasa Ramadan Orang yang Tidak Pernah Salat, Bagaimana Hukumnya?

Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib untuk umat Islam, namun bagaimana hukumnya orang yang puasa tapi tak pernah salat?

Editor: Torik Aqua
PEXELS via KOMPAS.com
Ilustrasi - Sahkah orang yang puasa Ramadan tapi tidak salat? 

TRIBUNJATIM.COM - Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib untuk umat Islam, namun bagaimana hukumnya orang yang puasa tapi tak pernah salat?

Salat dan puasa merupakan hal yang wajib ditunaikan oleh orang Islam.

Tentu jika salah satu ditinggalkan akan ada hukumnya tersendiri.

Lalu, bagaimana hukumnya, jika berpuasa tapi tidak menjalankan salat 5 waktu?

Baca juga: Lagi Puasa tapi Masih Ghibah, Bagaimana Hukumnya? Simak Penjelasan Lengkap Dosen UIN Surakarta

“Alhamdulillah, jika ada orang sering meninggalkan salat tapi masih berpuasa, yang parah itu adalah sudah tidak salat dan tidak berpuasa,” kata Buya Yahya seperti dikutip dari Al-Bahjah TV, Selasa (26/3/2024).

“Semoga berkat puasanya dia bisa sempurana melakukan salatnya.”

Umat muslim yang sudah baligh diwajibkan untuk manjalankan salat, sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

Salat juga menjadi cara untuk berkomunikasi secara langsung kepada Allah dan membantu umat muslim untuk bisa memiliki pegangan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang jelas kalau ada orang yang meninggalkan salat wajib dosa besar karena meninggalkan salat.”

“Kalau masih melakukan puasa, Alhamdulillah, jangan malah ‘puasa apa tapi tidak salat?’ jangan begitu dong,” kata Buya Yahya.

“Ada orang yang (melakukan) kemaksiatan, ada orang yang tidak sempurna dalam beribadah.”

“Ada orang yang salat 5 waktu tapi tiba-tiba tidak puasa. Masih lumayan, Alhamdulillah, masih salat 5 waktu, yang repot itu sudah gak salat, gak puasa.”


Buya Yahya meminta sesama umat muslim tak mudah menghakimi sesama saudara.

Sebaliknya, sesama umat muslim diminta untuk saling mendoakan untuk berbuat kebaikan.

“Kalau kita melihat orang seperti itu, bukan langsung kita vonis, mereka itu hina, bukan.”

“Kita doakan semoga berkat puasanya dia sempurna melakukan salat.”

“Memang satu salat yang ditinggalkan itu gede dosanya di hadapan Allah.”

“Makanya kita doakan dia jangan sampai meninggalkan salat lagi.”

“Bahaya ini di hadapan Allah, cukup untuk masuk neraka jahanam. Apakah kita rela saudara kita masuk neraka?”

“Maka, kalau ada orang seperti itu, bukan untuk kita caci, tapi kita perlu bersyukur kepada Allah, Alhamdulillah masih puasa, masih ada kebaikan yang dilakukan. Itulah cara pandang yang semestinya.”

Sama halnya dengan meninggalkan salat, tak menutup aurat juga menjadi catatan tersendiri.

“Sama, orang yang berpuasa tapi tidak menutup aurat. Alhamdulillah, dia masih berpuasa.”

“Naudzubillah lagi, sudah tidak menutup aurat, tidak berpuasa, ganggu orang puasa lagi, parah lagi.”

“Maka, pandanglah orang dari sisi baiknya. Lalu, mohon kepada Allah, semoga kebaikannya diterima oleh Allah, dia semakin baik.”

Sementara itu, bolehkah pacaran di bulan Ramadan?

Ustaz Abdul Somad menyampaikan hal tersebut dilarang.

Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa pacaran saat puasa tidak danjurkan dalam Islam.

Menurutnya, pacaran saat Ramadan dapat membatalkan puasa.

Sapaan UAS tersebut juga memberikan saran seperti ini kepada para muda-mudi yang masih berpacaran di bulan suci tersebut.

Lantas, mengapa pacaran membuat puasa batal dan tidak mendapatkan pahala.

Berikut penjelasan Ustaz Abdul Somad dalam sebuah video di kanal YouTube Dakwah Pendek diunggah pada 14 Juni 2019 lalu.

Baca juga: Sosok Istri di Bojonegoro & Selingkuhan Berbuat Dosa di Bulan Puasa, Digerebek: Diarak ke Balai Desa

Puasa Ramadan perintah wajib dikerjakan bagi umat muslim dunia.

Ketika berpuasa, tidak hanya menahan rasa lapar dan haus, tapi juga menahan hawa nafsu dan hal-hal yang bisa membatalkan puasa dan mendatangkan dosa.

Ustaz Abdul Somad mengatakan dalam setiap ibadah harus punya visi dan misi.

"Ibadah dalam Islam itu ada targetnya, ada visi misinya, shalat tegak, rukuk sujud, tegak rukuk, sujud apa tujuannya, Inna Sholata Tanha 'anil fahsya wal munkar," katanya dalam video tersebut.

Dia menambahkan, dalam setiap ibadah harus punya tujuan.

Kalau tujuannya supaya lebih baik dengan menjalankan ibadah puasa harus bisa meninggalkan hal-hal yang tidak baik, yang bisa menghapus amal.

Baca juga: Tips Tetap Sehat selama Ramadan dengan Rutin Berlari, Pilih Waktu dan Jarak yang Tepat Jadi Kunci

"Puasa itu apa tujuannya? Kalau puasa masih pacaran, puasanya gugur, kewajiban puasanya gugur dan pahala puasanya tidak ada," tegas sapaan UAS tersebut.

Sehingga menurutnya puasa akan sia-sia.

Maka bagi yang masih pacaran saat puasa lebih baik tinggalkan.

"Siapa yang tak meninggalkan cakap yang tak baik, amal yang tak baik, dia tinggalkan makan dia tinggalkan minum, tapi dia masih pacaran, yang masih pacaran saat puasa berhentilah, stop," imbuh Ustaz Abdul Somad.

Demikian penjelasan Ustaz Abdul Somad mengenai pacaran di bulan Ramadan.

5 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan

1. Makan dan minum dengan sengaja

Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam dilarang makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Sebagaimana hadis riwayat Bukhori, Rasulullah SAW bersabda. "Puasa itu meninggalkan makanan dan minuman.” (Hadis Riwayat Bukhari no. 1903).

Namun, bagi orang yang tidak sengaja menelan makanan dan minuman, boleh melanjutkan puasa.

2. Masuknya sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja

Masuknya sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja juga termasuk hal yang membatalkan puasa, sebagaimana dikutip dari NU Online.

Apabila sesuatu masuk ke salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam (jauf) seperti mulut, hidung, dan telinga, maka membatalkan puasa.

Namun, Jika hal itu tidak sengaja, maka ibadah puasa tetap sah.

Baca juga: Ngerumpi Bikin Batal Puasa? Ini Hukum Ghibah Selama Ramadan, Ada Hubungannya dengan Nilai Pahala

3. Berobat lewat qubul dan dubur
 
Berobat dengan cara memasukkan benda melalui qubul (lubang bagian depan) atau dubur (lubang bagian belakang) juga tidak diperbolehkan.

Misalnya, pengobatan bagi orang yang menderita ambeien atau orang yang sakit dengan pengobatan memasang kateter urin.

4. Muntah dengan disengaja

Hal yang membatalkan puasa lainnya adalah muntah disengaja dengan tujuan tertentu.

Namun, yang muntah karena tidak disengaja, puasanya tidak batal selama tidak ada muntahan yang ditelan. 

5. Melakukan hubungan suami istri

Melakukan hubungan intim suami istri di siang hari puasa dengan sengaja termasuk hal yang membatalkan puasa.

Tidak hanya itu, orang yang melakukan ini juga dikenai denda (kafarat) yakni melakukan puasa (di luar Ramadan) selama dua bulan berturut-turut. 

Jika tidak maka ia harus memberi makan satu mud (0,6 kg beras atau ¼ liter beras) kepada 60 fakir miskin. 

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com

Berita seputar Ramadan 2024 lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved