Rumah Elit di Surabaya Jadi Pabrik Sabu

Pengakuan Warga Soal Pabrik Narkoba di Rumah Elit Kertajaya Surabaya: Berisik Saat Malam Hari

Warga kaget saat penggerebekan sebuah rumah elit kawasan Kertajaya Surabaya, yang ternyata pabrik narkoba dengan memproduksi sabu dan pil

|
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Saat Direktur Ditresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Robert Da Costa, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto dan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Jatim AKBP Mirzal Maulana menunjukkan fasilitas mesin alat produksi pabrik pil obat-obatan terlarang narkotika di sebuah rumah elit kawasan Kertajaya Indah Timur, Sukolilo, Surabaya, 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Digerebeknya sebuah rumah elit kawasan Kertajaya Indah Timur, Sukolilo, Surabaya, yang dijadikan pabrik narkoba dengan memproduksi sabu dan jutaan pil koplo oleh dua orang residivis, bikin geger warga setempat. 

Mereka tak menyangka permukiman yang sepi dan nyaman ini, apalagi dengan tingkat keamanan ekstra; atas keberadaan satpam pintu gerbang, disalahgunakan oleh penjahat kelas kakap memproduksi barang haram. 

Salah satu warga yang mengelus-elus dada terus meratapi fakta tersebut, adalah Teo DT warga yang tinggal bersebelahan sisi kanan dengan rumah tersebut. 

Ia menganggap pihak pemangku kebijakan setempat kecolongan. Apalagi dua orang penghuni yang ditangkap Anggota Ditresnarkoba Polda Jatim itu, berstatus pengontrak rumah. 

Setahu Teo, penggerebekan dan penggeledahan rumah tersebut, sudah dilakukan sejak empat hari lalu. 

Para penghuni yang mengontrak rumah itu, baru tinggal atau mulai memanfaatkan rumah tersebut, sejak akhir tahun 2023 silam. 

Baca juga: Penggerebekan Pabrik Narkoba di Rumah Elit Kertajaya Surabaya, Jutaan Pil Diedarkan ke 2 Provinsi

"Ya kaget saja ada penggerebekan. Ya harapan lebih aman (diawasi lagi) tapi tindakannya cepat sekali. Iya harapan untuk RT lebih selektif soal warga. Iya lagi kecolongan," katanya saat ditemui awak media di depan rumahnya, Senin (20/5/2024). 

Ia juga tidak terlalu mengetahui aktivitas dari para penghuni rumah di sebelahnya. Biasanya juga sepi.

Tak jelas juga, apakah sering terjadi lalu lalang keluar masuk aktivitas orang. Termasuk, saat melakukan bongkar muat barang angkutan. 

"Kalau aktivitas sehari-hari, tak tahu saya. Jarang aktivitas. Kayaknya pas malam. Penghuninya juga engga pernah bersosialisasi dengan warga sekitar," katanya. 

Namun, Teo mengaku, pernah mendengarkan kebisingan alat mesin yang bersumber dari dalam rumah itu, pada suatu malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca juga: BREAKING NEWS Rumah Elit di Kertajaya Surabaya Jadi Pabrik Sabu, Ngaku ke Warga Produksi Kopi

Tersangka ADH dan MY saat digelandang Anggota Ditresnarkoba Polda Jatim usai menggerebek sebuah rumah elit kawasan Kertajaya Indah Timur, Sukolilo, Surabaya, yang dijadikan pabrik home industri pembuatan sabu dan jutaan pil koplo
Tersangka ADH dan MY saat digelandang Anggota Ditresnarkoba Polda Jatim usai menggerebek sebuah rumah elit kawasan Kertajaya Indah Timur, Sukolilo, Surabaya, yang dijadikan pabrik home industri pembuatan sabu dan jutaan pil koplo (TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI)

Baca juga: 1 Juta Butir Pil Koplo Gagal Beredar di Mojokerto, Sasar Kalangan Pelajar, Sosok Bandar Ditangkap

Memang, kebisingan itu, terjadi cuma sejenak. Tak sampai sejam. Dan, kejadiannya, juga sekali saja. 

Tapi, Teo mengaku, kebisingan itu, sempat menggugah rasa penasarannya. Sampai-sampai ia tak tahan merahasiakannya, lalu terpaksa menanyakannya. 

"Jam 22.00 ke atas, cuma sekali aja. Paginya saya tanya, kerja apa. Dia jawab; ow enggak, saya disuruh jaga," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved