Berita Kediri

Doa Bersama Antar Umat Beragama Awali Rangkaian Hari Jadi Kota Kediri ke-1145

Mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1145 digelar Doa Bersama Antar Umat Beragama di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Rabu (12/6/2

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/DIDIK Mashudi
Doa Bersama Antar Umat Beragama di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri mengawali peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke 1.145, Rabu (12/6/2024) 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1145 digelar Doa Bersama Antar Umat Beragama di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Rabu (12/6/2024) malam.

Doa bersama ini dihadiri perwakilan tokoh dan umat agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, Khonghucu dan Penghayat Kepercayaan yang ada di Kota Kediri.

Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri Zanariah pada kesempatan itu menyampaikan harapannya agar kerukunan antar umat beragama di Kota Kediri terus dijaga dengan baik. Apalagi Kota Kediri masuk 10 besar kota toleran di Indonesia.

Zanariah bersyukur harmoni di tengah keberagaman sudah menjadi ciri khas Kota Kediri. 

"Saya sampaikan terima kasih atas dukungan para tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga suasana rukun dan harmonis di Kota Kediri. Sehingga program-program di Kota Kediri dapat berjalan baik," ujarnya.

Zanariah mengungkapkan berdasar data indeks kerukunan antar umat beragama di Kota Kediri tahun 2023 tercatat sangat tinggi. Yakni di angka 4,55 dari skala 1-5. Ditambah Kota Kediri juga selalu masuk 10 besar Indeks Kota Toleran se-Indonesia empat tahun berturut-turut dari hasil survei Setara Institute. 

Kondisi yang baik ini berpengaruh positif pada iklim investasi Kota Kediri. Lapangan pekerjaan terbuka lebar, banyak peluang bisnis, dan pertumbuhan ekonomi Kota Kediri semakin melesat.

"Jangan ada konflik satupun. Sebelum muncul konflik sudah dideteksi oleh FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama)," jelasnya.
Sehingga tidak sampai ada catatan muncul konflik sehingga Kota Kediri menjadi kota toleran di Indonesia. 

Sementara dengan doa bersama antar umat beragama di Kota Kediri menunjukan persatuan dan kesatuan dan merupakan salah satu penguatan mewujudkan keharmonisan.

Dengan adanya hubungan yang harmonis antar umat beragama juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang baik di Kota Kediri.
Salah satunya indikatornya Jalan Dhoho setiap Sabtu dan Minggu malam penuh pengunjung hingga sampai macet lalulintasnya.

"Artinya manandakan Kota Kediri sangat disayangi dan didatangi pengunjung dari daerah lain. Itu menandakan pertumbuhan ekonomi kita baik," jelasnya.
Malahan Zanariah mengaku banyak ditelepon para penjabat kepala daerah yang menanyakan kiat menjaga inflasi di Kota Kediri.
Disampaikan kiatnya membuat semua lapisan masyarakat tidak berbondong-bondong belanja yang membuat panic buying, menjaga semua kebutuhan serta tidak boros.
Sementara Ketua FKUB Mohammad Salim menjelaskan dengan doa bersama diharapkan Kota Kediri aman tenteram.
"Pemerintah Kota Kediri merapatkan barisan dengan aparat keamanan, kepolisian dan TNI. Setelah aman baru bekerja dengan nyaman," jelasnya.
Diungkapkan, tanpa ada rasa aman bekerja menjadi tidak aman. Ketika bekerja dengan nyaman membuat produktifitas tinggi dan perut kenyang. 
Setelah perut kenyang fungsi FKUB Kota Kediri mengajak beribadah sesuai dengan agamanya masing-masing. "Pemkot Kediri benar -benar merapatkan barisan dengan aparat keamanan. Sehingga Kota Kediri aman," jelasny

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved