Haji 2024

Viral Video Jasad Jemaah Haji Tergeletak di Jalan, Kemenag: Bukan Orang Indonesia 

Sebuah video berisi gambar beberapa orang jemaah haji meninggal dunia di jalanan beredar viral di media sosial. 

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Dirjen Pelaksana Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief soal video viral jasad jemaah haji tergeletak di jalan 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, MAKKAH - Sebuah video berisi gambar beberapa orang jemaah haji meninggal dunia di jalanan beredar viral di media sosial. 

Kementrian Agama (Kemanag) memastikan itu bukan jemaah haji Indonesia. “Gambar dalam video yang beredar itu tidak mencerminkan yang terjadi pada jemaah kita," kata Dirjen Pelaksana Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief. 

Disebutnya bahwa petugas haji selalu siap membantu dan mengevakuasi jemaah yang membutuhkan bantuan. Jadi tidak ada jemaah Indonesia yang sampai keleleran seperti itu. 

"Petugas haji kita full team. Mereka bertugas di beberapa titik dan selalu bertindak cepat ketika ada jemaah yang membutuhkan bantuan. Jadi, yang di video itu memang bukan jemaah kita,” tandasnya. 

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga memastikan jemaah haji Indonesia yang sakit atau meninggal di Tanah Suci mendapat penanganan sesuai prosedur.

Baca juga: Cak Imin Syok saat Intip Tenda Tinggal Jemaah Haji Indonesia di Arab, Miris Bandingkan Jemaah Korsel

"Selama ini dari laporan tenaga kesehatan yang ada di lapangan, jemaah yang sakit yang kemudian ditemui ataupun pingsan selalu dilakukan treatment, dilakukan tindakan, kemudian dilakukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang terdekat," kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dokter Indro Murwoko. 

Menurutnya, sejauh ini pihaknya tidak mendapatkan laporan jenazah jemaah haji Indonesia yang telantar.  “Kalau dikabarkan hanya ditutupi kain ihram gitu ya, itu kita tidak mendapatkan laporan-laporan itu," tegas Indro. 

Dia menyampaikan bahwa semua petugas kesehatan yang menemui jemaah haji Indonesia, baik sakit atau wafat, pasti sesuai prosedur. Mulai dari penanganan awal sampai tindakan lanjutan sebagaimana dibutuhkan. 

"Semua yang ditemui oleh tenaga kesehatan Insya Allah dilakukan tindakan medis, dan kalau membutuhkan tindakan yang lebih lagi maka dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat. Baik di Pos Kesehatan Arafah Mina maupun di Rumah Sakit Arab Saudi yang ada di sekitar," ujarnya. 

Baca juga: Ibadah Rampung, Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Tiba di Bandara Juanda Sabtu Besok, Ini Jadwalnya

Data di KKHI menyebut, ada 40 Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Arafah dan Mina. Rinciannya, 11 orang wafat di Arafah dan 29 di Mina. 

Dari 40 orang itu, diketahui ada jemaah yang wafat di tenda, Poskes, Arafah, Mina, Jamarot, dan ada yang meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi. 

"Ada yang kena jantung, ada yang karena penyakit stroke, karena dehidrasi, dan sebagainya. Tapi memang itu relevan dengan penyakit-penyakit yang diderita sebelumnya sejak di tanah air," lanjutnya. 

Jemaah haji yang wafat akan dibuatkan certificate of death (COD) dari tim kesehatan. Setelah semua dokumen siap, jenazah akan diserahkan ke pihak Arab Saudi untuk dilakukan pemulasaraan dan pemakaman

Baca juga: Kena Serangan Jantung saat Ambil Wudhu, Jemaah Haji Trenggalek Meninggal Dunia di Tanah Suci

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved