Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Rumilah si Janda Nyaris Tewas saat Tagih Utang Emas 72 Gram, Heran Tetangga Malah Beli Mobil Baru

Seorang janda di Pati bernama Rumilah tampak ketakutan ketika melapor ke polisi bahwa dirinya kini diancam bakal dibunuh oleh tetangganya sendiri.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
TribunJateng.com
Sosok Rumilah si Janda di Pati yang nyaris tewas setelah menagih utang tetangganya berupa emas sebesar 72 gram. 

TRIBUNJATIM.COM - Sungguh apes dan miris nasib Rumilah seorang janda di Pati yang nyaris tewas karena ancaman tetangganya.

Padahal, Rumilah si Janda di Pati cuma berniat menagih utang yang tidak kunjung dilunasi selama 15 tahun.

Tetangganya tersebut berani berhutang emas sebesar 72 gram kepada Rumilah si Janda Pati.

Tetapi bukannya dilunasi malahan si tetangga memilih untuk membeli mobil baru.

Mobil baru tersebut diketahui oleh Rumilah dan keluarganya, sehingga si janda terpicu emosi dan ingin menagih haknya yang sudah 15 tahun tidak didapatkan itu.

Nasib apes Rumilah malah terjadi, tetangganya tak terima ditagih utang hingga nyaris bunuh perempuan tersebut.

Hendak menagih utang, Rumilah justru mendapat ancaman pembacokan dari tetangganya.

Warga Perumahan RSS Sidokerto, Kecamatan Pati, itu menerima ancaman pembacokan pada Senin (8/7/2024), seperti dikutip TribunJatim.com dari TribunJateng.com, Kamis (11/7/2024).

Dia pun telah melaporkan peristiwa ini ke Polresta Pati.

Rumilah mengatakan, sekira 15 tahun lalu pelaku yang berinisial A pernah meminjam harta berupa emas seberat 72 gram.

Baca juga: Keberadaan Pria yang Hamili Janda di Bogor, Pilih Buang Bayinya Gegara Tak Kuat Menanggung Malu

“Dulu pelaku utang ke saya berupa emas 72 gram dengan komitmen utang emas bayar emas. Dia itu utangnya emas, bukan uang. Saya mintanya dikembalikan dalam bentuk emas juga,” tutur dia.

Tahun demi tahun berlalu, utang itu tak kunjung dibayar.

Puncaknya, Rumilah mengetahui bahwa tetangganya itu baru saja bisa membeli sebuah mobil.

Rumilah kemudian tergerak untuk menanyakan kejelasan terkait urusan utang-piutang tersebut.

Rumilah minta kejelasan soal utang emas
Rumilah minta kejelasan soal utang emas (TribunJateng.com)

Rumilah dan keluarganya heran mengetahui tetangganya itu malah membeli mobil.

Padahal urusan utang-piutang dengan dirinya belum diselesaikan.

Rumilah pun menanyakan perihal utang tersebut kepada istri A saat ada kegiatan arisan dasa wisma (dawis), Senin (8/7/2024).

Bukannya mendapat jawaban yang baik, Rumilah malah diancam hendak dibacok.

“A (terduga pelaku) bawa golok sambil mengancam mau bacok saya,” ucap Rumilah, Rabu (10/7/2024).

Baca juga: Emosi Dengar Ibunya Dapat Perkataan Kasar, Pria ini Pinjam Parang dan Bacok Istrinya Hingga Tewas

Rumilah pun syok.

Hingga kini dia juga merasa khawatir jika seandainya A benar-benar melakukan tindakan sesuai ancamannya.

Rumilah sampai takut keluar rumah.

“Saya takut dan khawatir jika suatu hari saya benar-benar dibacok. Sehingga kami laporkan ke pihak polisi,” kata dia.

Rahma, putri Rumilah, mengatakan bahwa pascaperistiwa pengancaman tersebut, ibunya selalu ketakutan.

Baca juga: Pria Sampang Tewas Dibacok saat Antar Anaknya Beli Petasan, Tersangka Mengaku Dipicu Urusan Asmara

“Sampai hari ini, Ibu belum berani keluar rumah. Padahal biasanya salat subuh berjemaah di masjid,” kata Rahma.

Dia berharap, Polresta Pati segera menindaklanjuti aduan ibunya dan pelaku bisa diberi efek jera.

Sehingga, ibunya bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang, tidak terus dibayang-bayangi ketakutan.

Terpisah, Plt Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Muji Sutrisna mengatakan bahwa setiap aduan masyarakat kepada kepolisian akan ditindaklanjuti.

“Jadi setiap aduan/laporan masyarakat wajib kami, kepolisian, menindaklanjutinya,” kata dia.

Baca juga: Insiden Mencekam Usai Buka Puasa, Kepala Dusun Dibacok Sepulang dari Masjid, Gang Kuburan Saksi Bisu

Aksi brutal para tetangga memang kerap terjadi.

Misalnya seperti yang dialami PNS satu ini.

Polisi dari Polsek Ngunut mengamankan Wg (60) warga Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), Jumat (21/6/2024) malam.

Sebelumnya, Wg secara brutal menyerang tetangganya, AZ (45) seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pertanian Tulungagung, menggunakan sebilah sabit.

Akibatnya, AZ mengalami luka parah di bagian perut sebelah kanan dan tangan kanannya.

Kejadian bermula saat AZ mengajak anaknya, AMZ (16) ke kolam ikan miliknya.

“Pak AZ itu sewa kolam di belakang rumahnya. Waktu itu dia niatnya ngajari anaknya untuk mematikan pompa air,” jelas Oki, salah satu rekan AZ, Sabtu (22/6/2024).

AZ sempat jongkok untuk memberi petunjuk kepada AMZ.

Saat itulah tanpa disadari dari arah belakang, datang Wg langsung mengayunkan sebilah sabit.

Senjata tajam itu sempat mengenai tangan kanan AZ sebelum melukai perut bagian kanan.

“Setelah menyerang AZ, pelaku ini ganti menyerang anaknya. Tapi AMZ berani melawan,” sambung Oki.

AMZ berhasil menangkis serangan Wg hingga membuat sabitnya terlepas.

Baca juga: Cuma Gara-gara Halaman Rumah Dijadikan Tempat Parkir, Pria di Banyuwangi Tega Bacok Tetangga

AMZ bahkan berhasil menjegal Wg dan menjatuhkannya, lalu mencekiknya.

Ia kemudian berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

“AZ langsung dilarikan ke RSUD dr Iskak Tulungagung karena kondisinya parah. Hari ini dilaksanakan operasi,” ucap Oki, Sabtu (22/6/2024).

Warga berhasil meringkus Wg dan menyerahkannya ke polisi.

Menurut Kapolsek Ngunut, Kompol Rudi Purwanto, Wg mempunyai riwayat gangguan kejiwaan.

Dia sering bermasalah dengan para tetangganya, terutama mempermasalahkan batas tanah.

“Yang bersangkutan telah kami amankan di Mapolsek Ngunut untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Kompol Rudi Purwanto.

Informasi dari warga, Wg pernah bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri.

Namun Wg dipulangkan karena mengalami gangguan kejiwaan.

Puncaknya saat pandemi Covid-19 istrinya meninggal dunia, sehingga kondisinya semakin memburuk.

Pihak Pemerintah Desa dan Puskesmas Ngunut juga merekomendasikan Wg untuk dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ), namun kurang mendapat respons dari keluarga.

Wg hidup sendiri di rumahnya, sementara anak-anaknya memilih hidup terpisah.

Selama ini, ia sering ribut dengan para tetangga, dengan tudingan menggeser batas tanah.

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved