Berita Entertainment

Sosok Artis Diomeli Ibu Gara-gara Perankan Tukang Gali Kubur, Sadar Diri Meski Merangkap Produser

Seorang aktor diomeli ibu gara-gara perankan tukang gali kubur. Padahal aktor tersebut diketahui tak hanya menjadi pemeran saja.

Tayang:
KOLASE Istimewa - KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN
Aktor diomeli ibu gara-gara perankan tukang gali kubur. Padahal aktor tersebut diketahui tak hanya menjadi pemeran saja. 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang aktor diomeli ibu gara-gara perankan tukang gali kubur.

Padahal aktor tersebut diketahui tak hanya menjadi pemeran saja.

Melainkan ia juga merangkap sebagai produser.

Meski begitu diakui sang aktor, ia tak mau memanfaatkan kekuasaannya untuk mendapat peran.

Adapun sosok aktor tersebut ialah Mandra.

Mandra memilih untuk mempertimbangkan banyak hal sebelum memilih peran, sekali pun itu serial yang diproduserinya sendiri.

Baca juga: Sosok Gadis Tinggi Badannya 2 Meter, Curhat Susah Punya Pasangan, Ibunya Bantu Carikan Pacar

"Saya bikin film saya lihat ceritanya, (bukan) mentang-mentang sutradara, produser, saya peran utama, saya enggak begitu," ucap Mandra dikutip dari YouTube Rhoma Irama Official.

"(Tapi) ini pantes buat muka gue, siapa nih (karakternya)," lanjutnya.

Mandra kemudian memberikan contoh salah satu produksinya di mana dia justru menjadi penggali kubur.

"Judulnya Jadi Pocong, tapi ada peran utama yang bagus, anggeplah yang pantes didemeni (disukai) sama cewek, kalau muka kita kan enggak cocok," kata Mandra.

"Ya udah kita bagian tukang gali kuburnya dah. Setiap ambil peran kita sadar diri," jelasnya.

Namun karena itu juga, Mandra pernah kena omelan ibunya.

"Begitu tayang saya dipanggil,'sini lo, lo apa-apaan sih.' Lah bintang film dimarah-marahin, berhubung yang ngomeli emak, nerima deh, 'ngapa Mak?'" kenang Mandra.

"'Gue denger itu film punya lo, lo yang bayar sekian banyak pemain, yang lain juga lo yang ngatur, itu ngapa jadi lo yang gali kubur,'" ucap Mandra mengingat teguran ibunya.

Mandra
Mandra ()

Akhirnya Mandra mencoba menjelaskan tentang produksi film yang tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved