Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Sosok Sandi Petugas Damkar yang Bongkar Borok Dinasnya, Muak Dikomplain Akibat Gergaji Mesin Rusak

Seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bernama Sandi blak-blakan menguak bobroknya tempat dinasnya. Sandi saat itu membuat video room tour

|
Editor: Torik Aqua
Tangkapan layar
Sandi, petugas Damkar yang bongkar borok dinasnya, gergaji mesin rusak tapi tak diperbaiki 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bernama Sandi blak-blakan menguak bobroknya tempat dinasnya.

Sandi saat itu membuat video room tour sambil menunjukkan sejumlah fasilitas di tempatnya bekerja.

Anggota Damkar Kota Depok itu memperlihatkan kerusakan sarana prasarana.

Tampak pria itu mengenakan seragam Damkar berwarna biru sambil memperlihatkan gergaji mesin yang rusak.

Bahkan rem tangan mobil yang sudah tidak berfungsi dengan baik.

Baca juga: Herannya Petugas Damkar Evakuasi 5 Cincin di Area Sensitif Pria 60 Tahun, Ditemani Istri Tanpa Malu

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat datang room tour di kantor Pemadam Kebakaran Kota Depok. Ya, silahkan untuk warga masyarakat Kota Depok, saya mohon maaf sekali. Setiap ada telepon di UPT kami dan UPT-UPT lainnya mengenai pohon tumbang. Bukan kami tidak mau mengerjakan, tapi senso kami rusak," kata petugas Damkar itu, dikutip Jumat (19/7/2024).

Dimuat Kompas.com sosok Damkar pemberani itu ternyata bernama Sandi.

Petugas yang bernama Sandi itu mengkonfirmasi video viral yang menampilkan dirinya.

"Ceritanya sesuai dengan di video, fakta. (Diviralkan) dulu baru dibenerin," kata Sandi.

Perbuatannya ini dilakukan demi memotivasi rekan kerja mereka yang selalu ke lapangan dan menjalankan tugasnya.

Selain itu Sandi juga sudah capek mendengar komplain masyarakat lantaran tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal.

Menurut Sandi, sebelum video tersebut viral pihaknya sudah membuat komplain berkali-kali.

Namun hal itu tidak kunjung ditanggapi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait.

"Motivasi agar anak-anak anggota dapat bekerja secara maksimal menyelamatkan warga," jelas Sandi.

"Kedua, kami anggota lapangan itu sudah capek terkena komplain masalah pohon tumbang ya, terus juga masalah unit pengaduan. Kita sudah capek bikin nota dan laporan sampai mulut berbusa tapi tidak ada tindak lanjut," tambahnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved