Berita Viral

Warga Nelangsa Pengendara Motor Sengaja Lewati Jalan Baru Dicor, Digarap Sejak Malam, Minta Sabar

Video pengendara motor lewati jalan baru dicor viral di media sosial. Warga yang lihat itu seketika merasa nelangsa.

Tayang:
Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJABAR/RAHMAT KURNIAWAN
Warga Nelangsa Pengendara Motor Sengaja Lewati Jalan Baru Dicor, Digarap Sejak Malam, Minta Sabar 

TRIBUNJATIM.COM - Video pengendara motor lewati jalan baru dicor viral di media sosial.

Warga yang lihat itu seketika merasa nelangsa.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Nanjung, Kampung Cibodas, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Para pengendara motor terekam kamera menggilas coran perbaikan jalan yang masih basah pada Selasa (6/8/2024) pagi.

Dari pantauan di lokasi pada Kamis (8/8/2024), masih terlihat jelas jejak-jejak ban sepeda motor yang membelah coran yang saat ini telah mengeras.

Coran yang telah mengeras itu pun terlihat telah dilintasi pengendara roda dua maupun roda empat.

Warga setempat, Dimyati (53) menjelaskan, pengecoran di jalan tersebut dilakukan pada malam hari dan selesai pada pukul 04.00 WIB pada Selasa (6/8/2024). 

Pada pukul 07.00 WIB, lalu lintas di jalan tersebut mengalami kepadatan dari dua arah karena dilakukan buka-tutup.

"Jadi pengecoran jalan dilakukan malam hari hingga subuh. Nah posisinya jalan ini telah beres dicor pada Selasa subuh jam 04:00 WIB. Tiap ujung jalan juga sudah ditutup agar gak ada yang melintas," kata Dimyati di lokasi, melansir dari TribunJabar.

Baca juga: Pantas Warga Nunukan Hancurkan Jalan Baru Dicor? Lurah Sebut Proyek Janggal, Dibangun Cuma Separuh

Dimyati mengungkapkan, pengendara dari arah Soreang ke Leuwihgajah akhirnya terpancing untuk melintas di coran yang masih basah saat melihat ada pengendara lain yang masuk ke jalur tersebut.

"Waktu awalnya pengendara dari arah Soreang ke Leuwigajah masih bersabar, tapi karena ada bubaran pabrik dan masuk jalan ini, jadi langsung diikuti oleh pengendara lain," ungkapnya.

Dimyati menuturkan, setidaknya ada 30 motor yang akhirnya ikut melintasi coran basah sepanjang 200 meter tersebut.

Dimyati pun turut menyayangkan sikap pengendara yang tak bisa bersabar hingga memaksakan diri melintasi coran jalan yang masih basah.

"Jadi yang rusak ini adalah coran awal sebelum dipasang besi dan batu kalsit. Kami harap para pengendara bersabar. Kejadian ini viral di media sosial. Banyak netizen menyalahkan ke warga. Padahal kami warga di sini sabar dan ikut swadaya atur lalu lintas. Jadi mohon sabar," pungkasnya.

Baca juga: Siapa Sebenarnya Pria Pengemudi Alphard Terobos Jalan Baru Dicor? Sosok Disoroti SDCI: Melanggar

Sebelumnya juga viral warga hancurkan jalan baru dicor.

Peristiwa ini terjadi di Yamaker, Nunukan, Kalimantan Utara pada Sabtu, (6/1/2024).

Video warga hancurkan jalan viral di media sosial, salah satunya diunggah di akun Instagram @memomedsos.

Dalam video yang berdurasi 20 detik itu menunjukkan seorang pria mengenakan kaos dan celana pendek hitam, menghancurkan ujung jalan proyek semenisasi menggunakan palu godam.

Diketahui, lokasi jalan semenisasi itu ada di RT 03 Pasar Jameker, Nunukan Barat. 
 Salah satu tokoh masyarakat, Bahtiar mengatakan kejadian itu sebenarnya bukan merusak atau menghancurkan jalan, namun untuk supaya kendaraan bisa naik ke jalan.

‘’Sebenarnya bukan dirusak atau dihancurkan itu jalannya, tapi dibikin supaya kendaraan bisa naik ke jalan.

Warga yang punya kendaraan sulit lewat karena jalan semenisasi dibangun satu sisi dengan kondisi pinggiran setinggi 20 cm, sehingga menyulitkan mobil yang hendak lewat,’’ ujar salah satu tokoh masyarakat RT 03 Jamaker, Bahtiar, ditemui Senin (8/1/2023), dikutip dari Kompas.com via TribunJabar.

Bahtiar menyesalkan proyek yang harus bisa dinikmati masyarakat namun menjadi penghalang pengguna kendaraan untuk beraktivitas.

Diketahui, jalan semenisasi itu dibuat hanya di sisi bagian kiri gang berukuran sekitar 250 meter, dengan lebar sekitar 5 meter, yang berada di pemukiman padat penduduk.

‘’Bisa dilihat sendiri, semenisasi dibangun setengah saja dari badan jalan, dan panjangnya hanya 55 meter, dengan ketebalan sekitar 20 cm. 

Di semua sisi jalan tidak dibuat landai, sehingga ban kendaraan akan sulit naik ke badan jalan,’’ jelas Bahtiar.

Dalam video pun terlihat kondisi jalan semenisasi yang seakan menyerupai sebuah papan tebal yang diletakkan di sisi jalan.

Hal itu membuat warga yang memiliki mobil berinisiatif untuk membuat bantalan jalan agar landai hingga bisa dilewati kendaraan.

‘’Makanya ada warga sini yang menghancurkan ujung jalan untuk ditambal semen agar mobil atau motor bisa naik ke atas jalan. 

Kalau setebal 20 cm, ujungnya berbentuk persegi, mana bisa kendaraan naik ke badan jalan,’’ jelasnya.

Baca juga: Pantas Pengemudi Alphard Nekat Lindas Jalan Baru Dicor? Bau Alkohol dan Bawa Wanita, Terjebak 3 Jam

Bahtiar menyayangkan terdapat narasi di media sosial yang seakan menghakimi warga yang telah berusaha memudahkan kendaraan agar bisa naik ke atas jalan semenisasi tersebut.

Ia mengaku kesal dengan adanya jalan dimaksud.

Pasalnya posisi jalan yang lebih tinggi dari perumahan warga, mengakibatkan genangan air semakin parah.

 RT 03, merupakan kawasan banjir dan selalu tergenang kala hujan mengguyur.

"Kami tidak menyalahkan adanya pembangunan jalan semenisasi. Tapi tolonglah lebih realistis. 

Sudahlah jalannya hanya separuh, yang malah menyulitkan warga lewat, banjir juga semakin parah. 

Kalau diminta memilih, kami memilih perbaikan drainase saja agar tidak selalu banjir di tempat kami,’’ kata Bahtiar.

Baca juga: Mobil Plat Merahnya Cuek Terobos Jalan Baru Dicor, Sang Pejabat Berdalih Tak Ada Rambu: Sempit

Sementara itu, Lurah Nunukan Barat, Julziansyah mengaku tidak mengetahui soal keberadaan proyek semenisasi di RT 03 Jamaker tersebut.

Julziansyah baru mengetahui ketika dirinya menerima panggilan dari sejumlah pejabat dan petugas polisi.

‘’Sejak ramai di medsos, saya ditelfon banyak pejabat. 

Ada Bupati, DPRD Provinsi, bahkan unit Tipikor Polres Nunukan,’’ ujar Julziansyah.

Jul juga tidak membantah, keberadaan jalan semenisasi justru menyulitkan warga sekitar.

Jalan semenisasi hanya dibangun sebelah saja, dan bagian ujung jalan yang persegi, membuat kendaraan sulit naik ke atas jalan.

‘’Lagian kalau cuma sekitar 55 meter dan dibangun separuh saja, rasanya aneh dan janggal. 

Perencanaannya bagaimana itu. Saya terus terang tidak tahu menahu ada proyek itu,’’ katanya lagi.

Sebatas yang dirinya tahu, proyek tersebut dikerjakan tanpa ada plang proyek, tanpa ada koordinasi dengan aparatur kelurahan.

‘’Yang saya tahu setelah ke sana sini cari info, itu proyek provinsi bukan proyek Kabupaten. 

Tapi memang sangat aneh kalau modelnya seperti itu. 

Kenapa tidak dibuat tipis saja, biar tidak setengah badan jalan saja yang disemen. 

Tapi bukan kapasitas saya mengomentari itu,’’ jawab Julziansyah.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved