Berita Viral
Dian TKW Gelisah Ditawari Tidur Sekamar dengan Majikan Berkebutuhan Khusus, Gaji Nambah Rp 5 Juta
Inilah curhat Tenaga Kerja Wanita atau TKW yang ditawari tidur sekamar dengan majikan. Kondisi si majikan rupanya berkebutuhan khusus.
Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM - Inilah curhat Tenaga Kerja Wanita atau TKW yang ditawari tidur sekamar dengan majikan.
Kondisi si majikan rupanya berkebutuhan khusus.
TKW bernama Aristya Dian, yang bekerja di Taiwan itu pun merasa gelisah.
Apalagi mengetahui nominal gaji yang ditambahkan.
Dian kerap membagikan kisahnya melayani majikan di YouTube.
Ada dalam satu kesempatan, Dian mengungkapkan dirinya ditawar tambahan gaji oleh majikan.
Syaratnya, Dian harus menjaga kakak majikannya dan tidur di satu kamar yang sama.
"Aku mau sedikit cerita ya, aku tu ditawarin tambahan gaji, kira-kira kalau uang Taiwan sekitar 10.000 NTS, kalau dirupiahin kurang lebih sekitar lima juta," ujar Dian.
"Jadi aku itu ditawarin bonus lima juta per bulan, tapi, jelas ada tapinya, nggak ada uang gratis sekarang," ungkap Dian.
"Jadi aku ada pekerjaan tambahan, dapet bonus lima juta per bulan selain gaji pokok dan lemburan, itu ada pekerjaan tambahan," kata Dian.
"Yaitu melayani anaknya akong yang nomor tiga.
Bukan majikan (utama) ku, kalau majikan ku anak nomor empat," jelas Dian, melansir dari PosBelitung.
Baca juga: Kesaksian TKW Tidur Satu Ranjang bareng Majikan Pria Lansia, Tak Disediakan Kamar Pribadi: Aku Aman
TKW ini sebenarnya bekerja di Taiwan mengurus seorang lansia laki-laki yang usianya sudah lebih dari satu abad.
Di Taiwan, Dian tinggal bersama akong dan juga anak akong yang paling bungsu, yakni majikan Dian.
Tak hanya itu, di rumah itu juga ada anak akong yang nomor tiga, namun ia tinggal di lantai dua.
Anak akong tersebut memiliki keterbatasan fisik sejak kecil, sehingga ia harus dibantu untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
Hanya saja, penjaga anak akong itu sudah mengundurkan diri lantaran merasa tidak sanggup lagi untuk mengurusnya.
Dian hanya bertugas dan bertanggung jawab mengurus akong.
Namun kali ini ia ditawari untuk mengurus anak akong yang nomor tiga tersebut.
"Anak yang nomor tiga ini berkebutuhan khusus, jadi nggak normal.
Orangnya itu, maaf, cacat dari kecil," ujar Dian.
"Dulu ada yang jaga, tugasnya tu mandiin, bersihin kamarnya dia, bikin sarapan.
Tapi karena dianya itu sering marah-marah, trus nggak mau dateng lagi," kata Dian bercerita.
Baca juga: Demi Rp5 Juta, Wiwit TKW Kelelahan Layani 6 Majikan Sekaligus, Tunjukkan Kaki Bengkak Dioles Minyak
"Selama berbulan-bulan dia tu nggak ada yang ngurusin, karena nggak mau diurusin.
Aku juga nggak ngurusin dia soalnya job ku di sini jaga akong," jelas Dian.
Lantaran tak ada yang mengurus, kondisi kesehatan anak akong tersebut dapat dikatakan memprihatinkan.
Ia lantas di bawa ke rumah sakit untuk melakukan beberapa penanganan.
"Kemarin tu majikan ngomong sama saya, tentang kondisinya kakaknya itu tadi.
Beliau bilang 'kalau dia pulang mau ditidurin di sini'," kata Dian.
"Rencananya kalau si kakaknya majikan ini pulang mau ditidurin di sini, jadi sekamar sama aku," ungkap Dian.
"Aku disuruh melayani dia, mulai dari makan, mandiin, buang air kecil, air besarnya, merawat dia, tapi nanti tiap bulan aku dapat tambahan gaji lima juta," jelas Dian.
Sebelum memutuskan untuk menerima tawaran tersebut, Dian terlebih dahulu mempertimbangkan plus dan minusnya.
"Aku tentu nggak langsung bilang iya, soalnya selain lumpuh badannya, dia ada masalah di otaknya, bukan orang normal kayak kita gitu lho," tutur Dian.
Bukan tanpa alasan, beban kerja TKI perempuan ini sudah sangat berat mengurus akong, ditambah dengan anak akong yang usianya juga sudah tua.
"Kerjaan ku otomatis berat, aku pikir, aku minta saran dari temen, dari saudara.
Sebagian besar dari mereka bilang itu pekerjaan yang berat, berat banget," ujar Dian.
Baca juga: TKW Nangis Tahu Rumahnya Masih Gubuk Reyot, usai Suami Asyik Pakai Uang Istri untuk Main Perempuan
Meski mendapatkan tawaran upah yang cukup besar, namun tentu kesehatan adalah yang utama.
"Di sini lima juta itu emang nominal yang gede, tapi tak pikir-pikir kesehatan ku itu lebih penting," kata Dian.
"Ngumpulin duit banyak, trus jatuh sakit. Uang yang dikumpulin itu buat berobat, sama dengan zonk," ungkap TKI perempuan ini.
Dian lantas menolak dengan halus tawaran dari majikannya tersebut.
Beruntung, saat hendak pulang dari rumah sakit, kakak dari majikan Dian ini langsung di tempatkan ke panti.
Baca juga: 3 Tahun Kirimi Suami Uang, TKW Nangis Rumahnya Masih Anyaman Bambu, Tabungan Habis untuk Main Wanita
Sebelumnya juga viral kisah Titi, mengurus majikannya yang cacat fisik akibat kecelakaan.
Serta ia juga harus mengurus urusan rumah tangga di keluarga majikannya tersebut.
Pagi-pagi sekali, ia sudah harus membopong majikannya untuk mandi dan memakaikan baju.
Serta mengurus keperluan sang majikan yang hendak bekerja.
Titi juga harus ikut sang majikan ke kantor.
Tentu ia sendiri juga harus bersiap-siap setelah beres mengurusi majikannya tersebut.
Orang hanya dapat menilai apa yang Titi Tilah kerjakan mudah dan gampang.
Bahkan, tak sedikit dari warganet yang mengkritik pekerjaan dari Titi Tilah ini terlalu kasar dan terburu-buru.
Padahal Titi Tilah mengaku, itu semua ia lakukan lantaran ia harus mampu mengejar waktu di pagi hari.
Agar sang majikan tidak terlambat sampai ke kantor.
"Jadi saya dari dulu itu memegang omongan dari bos saya.
Satu, harus tepat waktu, tidak boleh yang namanya terlambat," kata Titi Tilah.
"Kalau di Taiwan, itu tidak boleh yang namanya telat, kalau pengen dihargai sama seseorang.
Kita harus tepat waktu," sambungnya.
"Kalau dibilang saya terlalu kasar, terlalu cepat, ya emang, emang harus begitu," tegasnya.
Baca juga: Fera TKW Arab Pasrah Dibayar Rp 15,7 Juta Layani Anak Majikan, 11 Tahun Kerja Pagi dan Siang Saja
Titi Tilah aktif di kanal YouTube dan kerap membagikan kesehariannya melalui video-video yang ia unggah.
TKW ini sering dituding terlalu kasar dengan sang majikan.
Padahal, Titi Tilah melakukan itu semua lantaran ia harus mampu membagi waktu agar sang majikan tidak terlambat sampai ke kantor.
"Jadi saya tu menghargai waktu, seandaianya saya setengah delapan harus keluar dari rumah (berangkat bekerja), dua jam sebelum berangkat kerja tu harus menyiapkan bos dulu," jelas Titi Tilah.
"Memandikan, mengganti baju, memakai celana, pakai sepatu, bopong ke kursi roda.
Satu jam nggak cukup, paling tidak itu dua jam, itu persiapan buat bos sendiri," sambungnya.
"Terus saya? Saya juga harus siap-siap untuk berangkat kerja itu (ikut majikannya)," kata Titi Tilah.
Titi telah bekerja menjaga majikan yang ia panggil 'mas bos' itu selama 10 tahun.
Baca juga: Ketakutan TKW Layani Majikan Lansia Sudah Alami Kerusakan Otak, Sudah Ikhlas Tubuhnya Jadi Korban
Tentu kedekatan yang terjalin tak perlu diragukan lagi.
Bahkan Titi Tilah mengurus majikannya tersebut sudah seperti ia mengurus anaknya sendiri.
Namun ternyata pekerjaan Titi ini banyak mendapatkan hujatan pedas.
Lantaran ia mengurus majikan yang berjenis kelamin laki-laki, Titi Tilah sampai dituding mendapatkan gaji yang haram.
"Dan sekarang pun banyak komentar-komentar yang pedas.
Seperti 'bukan muhrim, haram menjaga seorang laki-laki, kasihan anaknya dikasih uang haram,' kayak gitu," tutur Titi Tilah.
"Terus kalau haramnya itu dari mana?
Saya di sini juga nggak menjual diri gitu," ucap Titi Tilah dengan suara yang sedikit bergetar.
"Saya bekerja dengan tenaga, saya harus membopong setiap hari, membantu orang lain yang berkebutuhan khusus, membutuhkan tenaga saya, dan saya digaji karena kerja keras saya," sambungnya.
Pilihan untuk menjadi seorang TKI bukanlah pilihan yang mudah.
Semua dilakukan Titi Tilah untuk mengangkat derajat kedua anaknya yang ada di kampung halaman, Indonesia.
"Saya memang orangnya kayak gini, minim pendidikan.
Dibilang 'pendidikan cuma SMP, bisanya apa sih, paling cuma jadi pembantu saja', ya nggak apa-apa, emang itu kemauan saya," kata Titi Tilah.
"Kepengen membahagiakan kedua anak saya, supaya anak saya lebih dihargai orang lain, ataupun bisa seperti orang lain," ujarnya.
"Jadi semampu saya menjunjung anak saya supaya bisa setara dengan orang lain.
Meskipun mamanya hanya seorang pembantu, TKW," kata Titi Tilah.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
ditawari tidur sekamar dengan majikan
Aristya Dian
Taiwan
TKW
berkebutuhan khusus
Tenaga Kerja Wanita
berita viral
TribunJatim.com
Tribun Jatim
Melihat Rumah Mewah Bos Minyak Riza Chalid yang Kini Jadi Tersangka Korupsi Pertamina |
![]() |
---|
Hukuman untuk Polisi Lempar Helm ke Siswa SMK hingga Koma, Keluarga Korban: Beri Bingkisan untuk Apa |
![]() |
---|
Ulah Bocah Gondol Mobil Polisi Berisi Senjata Api Lalu Kabur ke Hutan, Sempat Buron |
![]() |
---|
Imbas Kasus Keracunan Massal MBG, Sejumlah Guru Tak Mau Cicipi Makanan Meski sudah Diperintah |
![]() |
---|
'Lihat Ma Aku Bakar Rumahmu' Pemuda Bakar Rumah Ibu Imbas Kesal Tak Diberi Uang Rp 240 Ribu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.