Berita Trenggalek

Warga Antusias Berebut Karangan Bunga di Hari Jadi Trenggalek ke-830, Dapat Bibit Buah dan Bunga

Masyarakat antusias berebut karangan bunga organik di Hari Jadi Trenggalek 2024, mereka bisa dapat bibit tanaman dan bunga.

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Karangan bunga organik ucapan Hari Jadi Trenggalek ke-830 di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Sabtu (31/8/2024). Setelah acara, warga bisa mengambil bibit buah dan bunga. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Perayaan Hari Jadi Trenggalek ke-830 berlangsung meriah.

Ribuan masyarakat berkumpul di alun-alun dan Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek untuk menyaksikan prosesi perayaan hari jadi dengan tema 'Pinayungan Kaluruhan,' Sabtu (31/8/2024).

Satu di antara yang menarik dari perayaan hari jadi tersebut adalah karangan bunga yang terdiri dari bibit tanaman dan bunga.

Berbagai bibit tanaman buah dan bunga dihias dan dirangkai sedemikian rupa dengan berbagai ucapan dan doa untuk kebaikan Trenggalek dan masyarakat.

Tak hanya sebagai hiasan, masyarakat dipersilakan untuk mengambilnya.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, begitu pintu gerbang pendopo dibuka, masyarakat pun langsung menyerbu karangan bunga 'organik' tersebut untuk mencari tanaman bibit buah atau bunga yang mereka inginkan.

Ada yang mendapat bibit buah durian, buah alpukat, sawo, kelapa, dan yang lainnya.

Ide karangan bunga organik tersebut datang dari Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin yang sudah diberlakukan sejak 3 tahun yang lalu.

Baca juga: Peringatan Hari Jadi Ponorogo, Inilah Capaian Kang Giri dan Lisdyarita Pada Penghujung Kepimpinan

"Model karangan bunga ini sudah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu, saya memang sangat konsen dengan pembangunan berkelanjutan," ucap Mas Ipin, sapaan akrab Mochamad Nur Arifin, Sabtu (31/8/2024).

Karangan bunga tersebut juga sebagai antisipasi perubahan iklim serta wujud komitmen Pemkab Trenggalek untuk mendukung Net Zero Emission (NZE) tahun 2045 serta ketahanan pangan.

"Dari pada mubazir karangan bunga senilai Rp 500-1 juta lalu setelah selesai dibuang jadi sampah styrofoam yang diolah pun tidak bermanfaat, mending karangan bunganya benar-benar bunga dan bibit tanaman," lanjut Ketua DPC PDIP Trenggalek ini.

Sementara itu, seorang warga Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Yatmini mengaku senang bisa memperoleh bibit buah di momen Hari Jadi Trenggalek ke-830.

"Tadi dapat bibit durian dan alpukat, senang juga walaupun sempat jatuh tadi pas rebutan," kata Yatmini.

Yatmini mengatakan, dirinya menunggu lama di luar pagar pendopo untuk mendapatkan bibit tanaman tersebut.

"Kemarin sudah tahu kalau akan ada pembagian bibit ini, jadi saya ke sini," tambahnya.

Bibit alpukat dan durian tersebut akan ada ditanam di kebunnya sendiri.

Menurutnya, kedua tanaman tersebut cocok ditanam di daerahnya yang berada di bawah pegunungan Wilis.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved