Berita Kediri
Tradisi Lempar Koin di Masjid Wakaf Jamsaren Kediri dalam Rayakan Maulid Nabi, Ada Makan Tersendiri
Warga Jamsaren Kota Kediri kembali merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara yang unik dan meriah.
Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Warga Jamsaren Kota Kediri kembali merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara yang unik dan meriah.
Masjid Wakaf Jamsaren Kota Kediri menggelar tradisi tahunan lempar koin, yang menjadi agenda penting bagi masyarakat setempat.
Puluhan anak-anak dan remaja memeriahkan acara ini, yang telah diwariskan turun-temurun selama puluhan tahun.
Tradisi lempar koin di Masjid Wakaf Jamsaren merupakan acara yang dinantikan setiap tahun. Selain di masjid, acara serupa juga dilaksanakan di musholla-musholla sekitar wilayah Jamsaren.
Puluhan anak-anak dari Jamsaren maupun dari luar wilayah turut serta dalam perayaan ini.
Baca juga: 4 Amalan untuk Memperingati Maulid Nabi, Dilengkapi Daftar Sholawat Bahasa Arab dan Terjemahannya
Acara ini tidak hanya diikuti oleh anak-anak, tetapi juga oleh remaja yang antusias.
Prosesi lempar koin dimulai dengan anak-anak dan remaja berkumpul di serambi masjid dan membentuk lingkaran, sementara jemaah dewasa berdiri di sekeliling sambil melantunkan sholawat. Koin-koin dari berbagai nominal dilempar ke tengah lingkaran, mulai dari pecahan logam Rp 200, Rp 500, dan Rp 1000, hingga uang kertas pecahan Rp 20 ribu.
Beberapa jemaah dewasa sengaja mengumpulkan uang koin sepanjang tahun untuk acara ini.
Baca juga: Libur Panjang Maulid Nabi, Penumpang Kereta Api Daop 7 Meningkat, Ada Ribuan dari Kediri
Tradisi ini mencerminkan semangat komunitas dalam mendukung kegiatan keagamaan dan mempererat tali persaudaraan di antara warga.
Uang yang dilemparkan menjadi simbol partisipasi dan kepedulian jemaah terhadap perayaan Maulid.
MZ Ansori, pengurus takmir Masjid Wakaf Jamsaren yang akrab disapa Mbah Muh, menjelaskan bahwa tradisi ini memiliki makna khusus.
Baca juga: Libur Panjang Maulid Nabi, 6 Titik Rawat Kepadatan di Kota Malang Akan Diawasi
"Tradisi lempar koin ini bertujuan untuk mendekatkan anak-anak dan remaja kepada kegiatan keagamaan, serta mendorong mereka untuk datang ke masjid," kata Mbah Muh, Senin (16/9/2024).
Ia menambahkan bahwa acara ini juga merupakan sarana untuk mengenalkan kepada anak-anak bahwa bulan Maulid adalah momen penting dalam kalender Islam, yaitu bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Mbah Muh menegaskan bahwa dengan adanya tradisi ini, diharapkan anak-anak dan remaja tidak hanya terlibat dalam perayaan, tetapi juga memahami makna spiritual di baliknya.
Baca juga: Dihadiri Skuteris Lokal hingga Mancanegara, Kediri Scooter Festival 2024 Berlangsung Meriah
"Kami berharap dengan kegiatan ini, anak-anak semakin taat beribadah, terutama di masjid," tambahnya.
Tradisi ini, menurut Mbah Muh, juga berfungsi untuk menanamkan kesadaran bahwa bulan Maulid adalah waktu yang penuh berkah dan penting bagi umat Muslim.
Suasana meriah dan semangat antusiasme peserta menunjukkan betapa berartinya acara ini bagi komunitas.
Dengan melibatkan anak-anak dan remaja dalam kegiatan seperti ini, diharapkan mereka dapat lebih memahami nilai-nilai agama dan budaya mereka.
Baca juga: 5 Contoh Sambutan Maulid Nabi, Cocok Untuk Ketua Panitia, Kepala Sekolah, hingga Kades
Tradisi lempar koin di Masjid Wakaf Jamsaren tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat ikatan sosial dan keagamaan dalam masyarakat.
Secara keseluruhan, perayaan Maulid Nabi dengan tradisi lempar koin di Masjid Wakaf Jamsaren menonjol sebagai contoh bagaimana adat istiadat dan kegiatan keagamaan dapat digabungkan dengan cara yang menyenangkan dan mendidik.
Melalui partisipasi dalam acara ini, generasi muda diperkenalkan pada pentingnya bulan Maulid dan nilai-nilai agama mereka.
Dengan dukungan penuh dari komunitas dan jemaah, tradisi ini diharapkan akan terus berlanjut dan menjadi bagian integral dari perayaan Maulid Nabi di masa depan.
"Semangat dan kebersamaan yang tercipta selama acara ini merupakan cerminan dari kekuatan dalam menjaga dan merayakan warisan budaya serta keragaman," ujarnya.
Pengemis Lansia Bawa Uang Rp40 Juta Diamankan Satpol PP, 2 Jam Minta-minta Bisa Dapat Rp150 Ribu |
![]() |
---|
Sosok Pengemis Bawa Uang Rp 40 Juta karena Takut Diambil Orang, Diciduk karena Suka Gebrak Kendaraan |
![]() |
---|
Gapeka 2025: KAI Daop 7 Luncurkan KA Madiun Jaya, Opsi Transportasi Nyaman ke Jakarta, Ini Jadwalnya |
![]() |
---|
Antisipasi Kemacetan Libur Panjang, Polres Kediri Prioritaskan Pengamanan Jalur Simpang Mengkreng |
![]() |
---|
Semarak HUT Persit Kartika Chandra Kirana ke-79, Pj Wali Kota Kediri Ikuti Donor Darah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.