Kebakaran 3 Rumah di Surabaya

BREAKING NEWS : 3 Rumah di Sambikerep Surabaya Terbakar Hebat, Penghuni Diselamatkan Warga

Tiga rumah permanen yang salah satunya juga dimanfaatkan menjadi gudang dekorasi pesta di Jalan Bungkal, Gang Sumur, Sambikerep, Surabaya terbakar

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
istimewa
Tiga rumah permanen yang salah satunya juga dimanfaatkan menjadi gudang dekorasi pesta di Jalan Bungkal RT 5, RW 3, Gang Sumur, Sambikerep, Surabaya, terbakar, pada Rabu (9/10/2024) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tiga rumah permanen yang salah satunya juga dimanfaatkan menjadi gudang dekorasi pesta di Jalan Bungkal RT 5, RW 3, Gang Sumur, Sambikerep, Surabaya, terbakar, pada Rabu (9/10/2024) malam. 

Pantauan TribunJatim.com pukul 20.00 WIB, petugas pemadam masih berjibaku melakukan pembasahan area yang sempat terbakar. 

Beberapa kendaraan truk pemadam masih berada di lokasi. Namun, ada beberapa yang sudah kembali ke posnya masing-masing. 

Area dalam bangunan rumah tersebut tampak porak-poranda. Plafonnya hangus dan ambruk memenuhi area ruangan bagian tengah rumah. 

Warga setempat Aziz Suwanto (47) mengatakan tiga bangunan yang terbakar itu merupakan masih satu keluarga, antara orangtua, anak dan menantu. Yakni, bangunan rumah Buadji, Arifin, dan Saidi. 

Baca juga: Kebakaran Lahan Dekat Kawah Wurung Bondowoso Bukan Wilayah Perhutani

Ia mengaku baru menyadari adanya kebakaran setelah mendengar teriakan dari Buadji dari dalam rumahnya. 

Menyadari ada suara teriakan petanda marabahaya, ia bergegas keluar rumah. 

Ternyata rumah tetangganya itu terdapat kobaran api dari bagian dalam bangunan.

Lokasi api itu, terdapat di langit-langit plafon rumah. Namun, kobarannya belum sempat melumat hingga bagian atap. 

Baca juga: Gegara Kabel, Rumah Warga di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

"Api di bawahnya plafon. Belum sampai atap, saat saya masuk," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi. 

Melihat langsung kebakaran itu begitu membahayakan. Aziz dibantu sekitar enam orang warga mulai bergegas melakukan langkah antisipasi.

Pertama, mengevakuasi penghuninya Buadji yang tinggal sendirian di dalamnya untuk segera keluar rumah. 

Kedua, berusaha memadamkan kobaran api menggunakan alat seadanya; timba dan selang penyemprot air. 

Baca juga: Pilu Pemakaman Guru dan 20 Anak TK Korban Kebakaran Bus, Reporter Nangis: Tidak Menyangka Berita Ini

"Akhirnya saya bantu juga, bawa air seadanya menyiram pakai ember dan selang. Posisi yang punya rumah Pak Buaji masih di dalam. Lalu saya suruh keluar," ujarnya. 

Ternyata, kobaran api di bagian plafon rumah itu, kian mengamuk seiring dengan embusan angin yang begitu kencang 

Menyadari upayanya memadamkan api menggunakan alat sederhana itu, tampak sia-sia. 

Aziz langsung mengomando para tetangganya yang berjibaku memadamkan api untuk bergegas keluar rumah menjauh menyelamatkan diri. 

Baca juga: Santri Teriak ada Kebakaran, Ternyata usai Bakar Pengajar Ponpesnya, Pelaku Sakit Hati Dibully

"Cuma memang posisinya, api kena angin yang bikin tidak bisa mengatasi (padamkan). Karena saat kami masuk, api seperti berputar, naik ke atas," katanya. 

Kendati sebagai besar bangunan ketiga rumah itu, terbakar. Aziz memastikan, tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam insiden tersebut. 

Mengenai dugaan penyebab kebakaran. Menurutnya, kebakaran itu diduga dipicu karena korsleting instalasi kelistrikan bagian plafon. 

"Kemungkinan besar dugaan korsleting. Karena saya masuk, di sana tidak ada aktivitas orang masak atau ibu-ibu. Benda elektronik tidak ada. Dugaan saya kayaknya korsleting di instalasinya," pungkasnya. 

Baca juga: Gudang Daur Ulang Plastik di Gresik Terbakar Hebat, Enam Armada Pemadam Diterjunkan

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Laksita Rini memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut. 

Pihaknya mengerahkan sekitar 18 truk pemadam kebakaran berbagai jenis ke lokasi. Dan ditambah dua truk tangki pasokan air. 

Namun, dipastikan tidak ada korban jiwa ataupun luka dari pihak penghuni rumah ataupun petugas pemadam. 

"Ini termasuk kampung padat penduduk. Untung jalannya masih lebar juga," ujar Laksita pada awak media di lokasi, setelah pemadaman rampung. 

Area luas bangunan yang terbakar, bangunan rumah Buadji berukuran 5 m x 20 m, rumah Arifin 15 m x 15 m, dan Saidi 15 m x 15 m. 

Api pokok dinyatakan padam sekitar pukul 18.54 WIB. Lalu, proses pembasahan selesai dan dinyatakan kondusif sekitar pukul 19.44 WIB. 

"3 rumah terdampak. Kalau paling parah Rumah Pak Buaji, di belakang, informasinya sumber api di situ. Sedangkan, 2 rumah kondisinya masih 70 persen," terangnya. 

Mengenai dugaan penyebab kebakaran, Laksita menduga, pemicu kebakaran tersebut karena korsleting instalasi kelistrikan di lantai dua bangunan rumah Buadji. 

Namun, penjelasan mengenai dugaan penyebab kebakaran tersebut, tidak dimaksudkan mendahului proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian nantinya. 

"Titik api di rumah Pak Buaji, bagian belakang. Di sana tidak ada dapur. Kemungkinan korsleting listrik dari lantai 2. Kemudian merambat ke lantai 1, di mana atapnya jadi satu nyambung. Sehingga rambetan api ke sebelahnya cepat sekali," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved