Berita Bondowoso
Branding Kopi dan Batik Bondowoso Melalui Kompetisi Cup Taste dan Design
Mereka tak hanya sekedar mencicipi namun sebenarnya mengikuti Cup Taste Coffe dalam rangkaian Festival Kopi dan Tembakau Nusantara (FKN) 2024.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu
TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Puluhan pecinta kopi mencicipi Arabika kopi dari Ijen dan Sumatera.
Mereka tak hanya sekedar mencicipi namun sebenarnya mengikuti Cup Taste Coffe dalam rangkaian Festival Kopi dan Tembakau Nusantara (FKN) 2024.
Ada delapan cup kopi Arabika Ijen dan Sumatera yang disuguhkan. Masing-masing diproses dengan cara berbeda.
Di antaranya diproses dengan cita rasa Ijen Natural, full wash, Full Wash Ijen ft. Sumetara Utara, dan Innoculant.
Para peserta kemudian diberia waktu 8 menit untuk memilih rasa yang paling berbeda.
Baca juga: Serunya Para Pegawai Pemkab Bondowoso Berlomba Melinting Tembakau, Berpacu dengan Waktu 3 Menit Saja
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Hendri Widotoni, ada total 80 peserta dari berbagai wilayah. Mulai dari Ngawi Kendal, Sidoarjo, Bondowoso, Jember, dan Kediri.
"Antusiasme sangat tinggi sekali," jelasnya.
Ia menyebut lomba ini merupakan upaya sebagai branding kopi Bondowoso. Di sisi lain, kegiatan ini juga untuk menggeliatkan sektor hulu. Agar para petani kopi di Bondowoso jadi semakin semangat.
"Jadi kita yang di hilir ini untuk menarik yang di hulu," tuturnya.
Baca juga: JATIM TERPOPULER: Hujan di Bondowoso Bikin BPBD Antisipasi - Mantan Kades Pungli Ditangkap Polisi
Saat ini sendiri, ia mengklaim kopi di Bondowoso baik sekali. Sebagai imbas baik dari petani kopi di Brazil yang mengalami kerugian karena iklim.
Namun memang masih menjadi tantangan bagi petani kopi Bondowoso untuk pasarnya kemana.
"130 ribu ada yang 125 ribu harga kopi," tuturnya.
Di lokasi yang sama juga diselenggarakan lomba fashio show batik yang diikuti oleh 90an peserta. Mulai dari kategori usia 4-8 tahun, kategori usia 8-12, dan kategori 12 tahun ke atas, serta kategori OPD.
Para peserta berlenggak lenggok di Cat Walk yang telah disusun rapi di seputaran Monumen Gerbong Maut.
Para peserta wajib mengenakan batik ciri khas Bondowoso. Mulai dari motif Daun Singkong, Kopi, Ijen Geopark.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Moelyadi, lomba batik ini dilaksanakan untuk membangkitka kembali industri batik Bondowoso. Dengan harapan berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
"Karena beberapa tahun ini sempat lesu," tuturnya.
Ia menerangkan lomba design batik juga dilaksanakan dengan peserta mencapai 34 orang. Nantinya, pemenangnya design batiknya akan menjadi batik ciri khas Bondowoso.
"Yang selama ini kan kita belum punya ciri khas Bondowoso," terangnya.
Salah seorang pengrajin batik dari Kecamatan Tamanan, Andre, mengatakan sangat antusias dengan adanya lomba ini. Karena, geliat batik bisa kian baik.
Hal itu terlihat dari banyaknya pesanan batik yang diterimanya.
"Karena dengan adanya lomba ini, benar-benar kita yang awalnya pesanan sedikit malah jadi sampai tidak nutut dengan banyaknya pesanan," pungkasnya.
kopi
Festival Kopi dan Tembakau Nusantara (FKN) 2024
berita Bondowoso terkini
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
| Rakerda Golkar Bondowoso Rekomendasikan Ali Mufthi untuk Maju Cagub Jatim, Sekadar Cek Ombak? |
|
|---|
| Tengah Malam, Bondowoso Mendadak Gempar, Warga Sukowiryo Temukan Orang Tergeletak di Jalan |
|
|---|
| Satu Kelas SDN Banyutputih 1 Ambruk Karena Lapuk, Siswa Terpaksa Harus Belajar di Tempat Lain |
|
|---|
| Harga LPG Non Subsidi Naik, Pengusaha Hotel Bondowoso Resah, Pengeluaran Naik 20 Persen |
|
|---|
| Sebanyak 5 Kasus Narkoba di Bondowoso Dibongkar Polisi, Ada yang Bermodus Sistem Ranjau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Peserta-lomba-Cup-Taste-Coffe-sedang-mencicipi-kopi-di-set-meja.jpg)