Berita Madiun

Tanah Longsor Putus Akses Jalan Utama di Kabupaten Madiun, Belasan Keluarga Terisolir

Tebing setinggi 80 meter dengan lebar 10 meter, di Dusun Nglengko, Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, mengalami longsor akibat inten

Tayang:
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/Febrianto Ramadani
Penampakan Tebing setinggi 80 meter dengan lebar 10 meter, di Dusun Nglengko, Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, yang mengalami longsor hingga menutup jalan utama masyarakat, Senin (2/12/2024) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Tebing setinggi 80 meter dengan lebar 10 meter, di Dusun Nglengko, Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, mengalami longsor akibat intensitas hujan yang tinggi.

Kalaksa BPBD Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis menuturkan, longsor terjadi sebanyak 2 kali. Longsor pertama pada Kamis malam (29/11/2024), dan longsor susulan Minggu pagi (1/12/2024).

“Longsor terakhir menutup jalan utama satu satunya, yang digunakan warga untuk kegiatan ekonomi,” tutur Boby, Senin (2/12/2024).

Ia menambahkan, akibat peristiwa tersebut, belasan KK terisolir tidak bisa kemana mana lantaran akses jalan menuju Desa Bodag, Kecamatan Kare,hanya tersedia melalui jalur jalan kaki. Sehingga jaraknya cukup jauh.

Baca juga: 9 Desa di Blitar Terdampak Banjir dan Tanah Longsor, BPBD Lakukan Pembersihan dan Beri Bantuan Warga

Baca juga: Ngeri! 3 Puting Beliung Mengamuk di Pulau Mandangin Sampang, Warga Berhamburan Selamatkan Diri

“Sempat terjadi pemadaman listrik selama 2 malam, listrik baru menyala Minggu siang. Tiga tiang listrik patah, perbaikan menunggu kondisi tanah stabil.Komunikasi via kabel telepon masih terputus,” imbuhnya.

Kondisi saat ini, lanjut dia, alat berat belum digunakan untuk pembersihan karena tanah masih basah dan berisiko longsor susulan.

“Logistik warga masih mencukupi. Tindakan pendistribusian bantuan dilakukan untuk antisipasi warga yang terisolasi akibat tanah longsor,” pungkas Boby.

Masyarakat dihantui rasa kekhawatiran, jika sewaktu waktu terjadi longsor susulan yang mengancam pemukiman mereka.

“Saat ini curah hujan di wilayah sekitar sini masih tinggi. Longsor juga campur batu. Sementara ambil jalan memutar, jauh jaraknya,” tandas Warga Setempat Yani Untari

Baca juga: Longsor Ancam 11 Rumah di Desa Banaran Ponorogo, Warga Mengungsi saat Malam Hari

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved