Semangat Beno Widodo Hidup di May Day Madiun Lewat Ziarah Buruh

Hari Buruh diperingati buruh di Madiun dengan ziarah ke makam Sembungan, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun

Tayang:
Tribun Jatim Network/Sofyan Arif Candra Sakti
ZIARAH - Buruh di Madiun ziarah ke makam aktivis buruh Beno Widodo, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sembungan, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jumat, (1/5/2026). Beno Widodo menjadi teladan buruh Madiun dalam menyuarakan hak-hak buruh 

 

Ringkasan Berita:
  • Buruh di Madiun memperingati Hari Buruh Internasional dengan ziarah ke makam aktivis buruh Beno Widodo.
  • Beno Widodo dikenal sebagai pendiri dan Sekjen KASBI serta pejuang hak buruh di tingkat nasional dan internasional.
  • Ia aktif memperjuangkan hak buruh, petani, dan masyarakat miskin, termasuk menjalin solidaritas dengan buruh lintas negara.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Hari Buruh Internasional diperingati buruh di Madiun dengan ziarah ke makam Sembungan, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jumat, (1/5/2026).

Di Tempat Pemakaman Umum (TPU) tersebut terdapat makam aktivis buruh yang juga salah satu pendiri konfederasi Kasbi (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia) yaitu Beno Widodo.

Beno Widodo menjadi salah satu aktivis yang mengotori Kongres pertama KASBI. Dalam forum itu muncul ide-ide dasar organisasi, kerja-kerja organisasi, maupun stuktur kepengurusan organisasi secara nasional. 

Sejak tahun 2005, ia resmi menjabat sekjen KASBI. Beno juga dikenal sebagai Tri Pejuang Buruh PT Kahatex. Salah satu perusahaan di Bandung, Jawa Barat, tempat ia bekerja.

Baca juga: Usai Terapi, Anak 7 Tahun Tewas Diduga Terjatuh dari Lantai 3 RS Hermina Madiun

"Beliau ini asli orang Madiun. Beliau itu memperjuangkan rakyat miskin, bukan hanya buruh, nelayan, petani, dan bukan hanya di Indonesia, di lintas negara juga," kata Ketua Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR), Aris Budiono, Jumat (1/5/2026).

Beno seringkali melakukan konsolidasi dengan asosiasi buruh lintas negara mulai dari Brazil, Argentina, dan India.

Agendanya pun sama, memperjuangkan hak-hak buruh agar mendapatkan hubungan kerja yang manusiawi dan berkedilan.Menurut Aris butuh di Madiun harus banyak meniru energi dan semangat Beno yang tidak mengenal lelah.

"?eskipun kesehatannya terganggu tapi untuk kepentingan rakyat miskin beliaunya akan datang, ke mana pun beliau akan siap turun," tegasnya.

Beno tidak pernah memanfaatkan jabatannya sebagai pentolan buruh se-Indonesia. Hingga meninggal dunia November 2012, jabatan Beno tetap sebagai buruh.

"Sampai meninggal tetap buruh di Bandung, tetap di PT Kahatex," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved