Berita Kabupaten Mojokerto
Kasus PMK di Mojokerto Meningkat, Menyebar di 16 Kecamatan, Belasan Sapi Mati
Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Mojokerto meningkat, menyebar di 16 kecamatan, ada belasan sapi mati.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Tim paramedik Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, mendatangi peternakan sapi yang terpapar wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Mereka melakukan pengecekan hewan ternak sapi, sekaligus melakukan pelayanan kesehatan pada hewan ternak di sebuah peternakan sapi skala besar, di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (31/12/2024).
Hasilnya, petugas menemukan tujuh kasus, yaitu enam ekor sapi sakit terjangkit PMK dan satu sapi mati.
"Tambahan (kasus PMK) Desa Sambiroto, 7 tertular di antaranya 6 hewan ternak sapi sakit dan 1 mati," ucap Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Tutik Suryaningdyah.
Ia mengungkapkan kondisi terkini kasus PMK telah menyebar di 16 kecamatan di Kabupaten Mojokerto.
Dengan rincian, paling banyak kasus PMK terjadi di Kecamatan Kutorejo dengan total 58 ekor sapi dan Pacet 33 sapi.
Kemudian di Kecamatan Jetis 25 kasus dan Kecamatan Puri 20 kasus.
Sapi yang terpapar PMK di Kecamatan Gedeg 18 kasus, Jatirejo dan Trawas masing-masing 15 kasus, Dlanggu 14 kasus, Mojoanyar 13 kasus, Dawarblandong 8 kasus, Mojosari 4 kasus serta Pungging 3 kasus.
Baca juga: Kasus PMK di Blitar Kembali Meningkat, Ada 180 Kasus di Bulan Desember 2024
"Laporan dari peternak di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko yaitu tujuh kasus PMK. Penyebaran PMK total 16 kecamatan dari total 18 kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto," ujar Tutik Suryaningdyah.
Kasus PMK pada hewan ternak sapi di Kabupaten Mojokerto meningkat dari 241, menjadi 247 kasus.
Dengan rincian sebanyak 226 ekor sapi kondisinya sakit terpapar PMK, dan 14 ekor sapi mati serta sembilan potong paksa akibat terjangkit wabah tersebut.
Menghadapi hal itu, pemda gerak cepat berupaya menekan penyebaran wabah PMK yang menjangkiti ternak sapi milik masyarakat Kabupaten Mojokerto.
"Kita intensif untuk giat pelayanan kesehatan pada hewan ternak dengan pemberian obat-obatan serta vitamin, dan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) kepada peternak. Sebagai upaya menekan kasus PMK dan penularan pada hewan sapi," pungkasnya.
Peternak sapi, Imam Masud (53) mengaku ada tujuh ekor ternak sapi yang terpapar, bahkan satu di antaranya mati akibat terjangkit PMK.
"Ada tujuh ekor sapi terdampak PMK. Alhamdulillah segera bisa ditangani dan disembuhkan, tapi satu sapi mati," tandasnya.
Mojokerto
penyakit mulut dan kuku
PMK
Desa Sambiroto
Kecamatan Sooko
TribunJatim.com
berita Kabupaten Mojokerto terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
| Ribuan Pengunjung Padati Destinasi Wisata di Trawas Mojokerto pada Musim Liburan Tahun Baru 2025 |
|
|---|
| Wabah PMK Merebak, Peternak di Mojokerto Diminta Tak Datangkan Sapi dari Luar Daerah |
|
|---|
| Bupati Ikfina Ajak FKDS di Mojokerto Tingkatkan Kesehatan Mental Anak Muda Cegah Judi Online |
|
|---|
| Kasus DBD Merebak Pasca Banjir Melanda Mojokerto, Petugas Lakukan Fogging Serentak |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Darurat yang Putus di Mojokerto Terus Dikebut, Target Tuntas Pekan Depan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Paramedik-memberikan-suntikan-obat-obatan-dan-vitamin-untuk-cegah-penyebaran-PMK-ilustrasi-sapi.jpg)