Berita Jatim

Muncul Wacana Libur Sekolah Sebulan Saat Ramadan, DPRD Jatim Sambut Positif dengan Catatan

Muncul wacana libur sekolah selama sebulan saat bulan Ramadan, DPRD Jatim sambut positif namun dengan catatan.

Tayang:
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum
Ilustrasi sekolah - Siswa-siwi SDN Setono Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), pada hari pertama masuk sekolah, Senin (15/7/2024). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wacana penerapan libur sekolah sebulan saat Ramadan mendapat reaksi positif dari kalangan DPRD Jawa Timur.

Meski mendukung, namun wacana ini diminta agar dilakukan kajian mendalam, termasuk menyiapkan metode agar bisa efektif bagi para siswa. 

Dukungan terhadap wacana ini misalnya disuarakan oleh Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas.

Sebagai informasi, wacana libur sekolah selama bulan Ramadan ini sebelumnya bergulir dalam beberapa hari terakhir.

"Menurut saya, wacana ini cukup menarik," kata Puguh saat dikonfirmasi, Rabu (1/1/2025). 

Puguh menilai, wacana ini bisa bermanfaat dalam pendalaman pendidikan karakter bagi peserta didik.

Momentum bulan Ramadan bisa digunakan untuk memperkuat pendidikan karakter.

Penguatan pendidikan karakter di antaranya bisa dengan pendekatan aspek spiritual. 

Jika wacana ini akan diterapkan, skema yang bisa digunakan adalah dengan menyiapkan metode selama pembelajaran di rumah.

Misalnya dengan memberikan tugas yang termonitor di samping melaksanakan ibadah.

Dalam kacamata Puguh, metode ini juga diterapkan untuk siswa non muslim. 

"Lalu, bagaimana yang non muslim. Saya pikir tetap bisa diterapkan. Makanya konsepnya bukan libur. Yang muslim mengoptimalkan momentum Ramadan dengan tugas, dan yang non muslim juga begitu. Pendalaman sesuai dengan agamanya," kata Puguh yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. 

Baca juga: Cara Bayar Utang Puasa yang Sudah Menahun dari Ustaz Adi Hidayat, Puasa Ramadan 2025 Segera Tiba

Puguh kembali menegaskan, sebagai anggota dewan, dia mendukung wacana ini.

Namun, dengan kajian mengenai kurikulum dan metode yang efektif.

"Panduan belajarnya harus juga disiapkan secara serius oleh pemerintah. Supaya bisa efektif, agar tidak sekadar libur, tapi bisa berkualitas," terangnya. 

Wacana libur sekolah sebulan selama Ramadan belakangan ini memang ramai dibicarakan di publik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti mengatakan, sejauh ini belum ada pembahasan mengenai kebijakan libur sekolah selama bulan Ramadan.

Meski begitu, dia mengatakan, sejauh ini rencana penerapan kebijakan tersebut masih wacana. 

"Intinya ya sekarang kami belum melakukan pembahasan mengenai libur Ramadan, yang juga saya kira di Kementerian Agama juga masih wacana kan, juga belum jadi keputusan," ujar Abdul Muti usai Taklimat Media Kemendikdasmen di Kantor Kemendikbudristek, Senayan, Jakarta, Selasa (31/12/2024) dikutip dari Tribunnews.com.

Menurut Abdul Muti, pembahasan mengenai kebijakan tersebut sedianya dibahas oleh institusi di atas Kemendikdasmen.

Kebijakan mengenai libur ini, kata Abdul Muti, dibahas pada level Kementerian Koordinator atau bahkan oleh Presiden Prabowo Subianto langsung.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved