Fundamental Ekonomi Indonesia Menguat, Sun Life Bidik Pertumbuhan Dobel di 2025

Fundamental ekonomi Indonesia diprediksi akan menguat, Sun Life membidik pertumbuhan dobel di tahun 2025.

Tayang:
Editor: Dwi Prastika
Istimewa
President Emerging Market Sun Life Asia, Randy Lianggara (kanan), President/CEO Sun Life Financial Global, Kevin Strain (kedua kanan), President Sun Life Asia, Manjit Sigh (kedua kiri), dan President Sun Life Indonesia Teck Seng Ho berbincang-bincang di depan depan logo "Pasti Jadi Lebih" di Lobi Menara Sun Life,  Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (16/1/2025). 

Angka tersebut lebih baik dibanding akhir 2023 yakni densitas sebesar Rp 1.940.000 dan penetrasi sebesar 2,59 persen.

Kendati demikian, penetrasi pasar asuransi di Indonesia berdasarkan data 2023 masih tertinggal dari negara-negara lain.

Contohnya Malaysia yang sudah mencapai 4,8 persen, Singapura 11,4 persen, Australia 3,3 persen, Brasil 3,3 persen, Jepang 7,1 persen, dan Afrika Selatan yang sudah menembus angka 12,6 persen. 

Kondisi tersebut memberikan keyakinan dan optimisme yang besar kepada Sun Life untuk menargetkan penjualan premi dua kali lipat atau naik 100 persen pada tahun 2025 ini dibanding tahun 2024. 

Penetrasi pasar asuransi di Indonesia yang masih kecil itu menurut President and Chief Executive Officer Sun Life, Kevin D Strain merupakan peluang yang besar bagi Sun Life untuk menggarapnya.

Karena itu, dia sangat mendukung kebijakan OJK untuk memberikan edukasi yang lebih baik kepada masyarakat.

Dia menegaskan, pasar Indonesia memegang peranan sangat penting bagi Sun Life di Asia dan global.

Apalagi, pasar asuransi di Indonesia masih terus berkembang dari waktu ke waktu. 

Sementara itu, President Sun Life Asia, Manjit Singh menambahkan, Indonesia merupakan salah satu dari sejumlah negara di Asia yang memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan Sun Life.

Indonesia, kata dia, seperti juga Filipina dan Hongkong memiliki potensi sangat besar untuk bertumbuh.

Sedangkan, Presiden untuk Pasar yang Berkembang di Asia, Randy Lianggara menjelaskan, dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia menjadi salah satu pasar asuransi yang berkembang di Asia.

Karena itu, Sun Life akan terus melakukan penetrasi dengan berbagai saluran distribusi yang ada seperti bankassurance bekerja sama dengan perbankan.

Selain itu, Sun Life juga memanfaatkan berbagai saluran distribusi seperti memaksimalkan kerja sama dengan berbagai pihak, penguatan kapasitas agen, dan berinvestasi pada saluran digital seperti WhatsApp Client Services. 

Pada kuartal ketiga 2024, Sun Life Indonesia mencatat Risk Based Capital (RBC) untuk asuransi konvensional sebesar 586 persen dan asuransi Syariah sebesar 256 persen, yang semuanya berada di atas standar minimum yang ditetapkan pemerintah yakni 120 persen.

Sedangkan total aset tercatat sebesar Rp 19,7 triliun atau tumbuh 41 persen dari pendapatan premi selama satu dekade terakhir.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved