Travel
Nuansa ala Malioboro, Pasar Wates Kediri Kini Jadi Destinasi Wisata Malam
Kawasan Pasar tradisional Wates di Kabupaten Kediri kini menjelma menjadi destinasi wisata malam yang ramai dikunjungi.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kawasan Pasar tradisional Wates di Kabupaten Kediri kini menjelma menjadi destinasi wisata malam yang ramai dikunjungi.
Sejak direvitalisasi, pasar tradisional ini semakin menarik perhatian wisatawan, terutama keluarga yang ingin menikmati suasana malam yang nyaman dan penuh hiburan.
Salah satu daya tarik utama Pasar Wates adalah trotoar yang didesain menyerupai kawasan Malioboro di Yogyakarta.
Area depan pasar yang lumayan luas dan tertata rapi ini memberikan ruang bagi pengunjung untuk bersantai tanpa terganggu oleh pedagang kaki lima.
Baca juga: Jerit Warga Desa Tiron, Belum Terima Uang Rumah Sudah Dieksekusi untuk Proyek Tol Kediri-Tulungagung
Pemerintah setempat telah menetapkan aturan agar pedagang hanya diperbolehkan berjualan di dalam pasar, sehingga menjadikan area luar pasar lebih nyaman untuk wisatawan.
Untuk kuliner, Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri mengatur agar seluruh pedagang makanan dan minuman berada di dalam pasar.
Hal ini bertujuan menciptakan pusat kuliner yang lebih tertata. Namun, hingga saat ini, area parkir masih menjadi kendala karena belum tertata dengan baik dan masih digratiskan, sehingga sering terlihat semrawut.
Amrullah, seorang pengunjung asal Kecamatan Puncu, mengaku rela datang jauh-jauh ke Pasar Wates setelah melihat unggahan di media sosial.
"Di sini mirip Malioboro, ada pertunjukan musik di depan tulisan pasar wates, jadi suasananya lebih hidup. Meskipun areanya tidak sepanjang Malioboro, ini sudah cukup menarik. Harapannya, pemerintah bisa lebih memperhatikan parkir agar lebih rapi dan nyaman," ujarnya, Sabtu (8/2/2025) kemarin.
Baca juga: Pengendara Motor di Kediri Tabrak Patahan Pohon yang Jatuh Usai Tersangkut Truk Tronton
Sementara itu, Nugroho, salah satu pedagang di Pasar Wates, menyebut bahwa setelah adanya pedestrian di depan pasar jumlah pengunjung meningkat pesat.
"Dulu pengunjung pasang surut, tapi sekarang makin ramai sejak area depan ditata ulang. Sekarang banyak keluarga yang datang, ada yang sekadar nongkrong, mengajak anak bermain, atau menikmati kuliner khas pasar ini," katanya.
Saat ini, terdapat sekitar 50 pedagang yang berjualan di dalam area Pasar Wates dan menawarkan berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, hingga permainan anak.
Nugroho mengungkapkan bahwa revitalisasi ini membawa dampak positif bagi perekonomian para pedagang.
"Alhamdulillah, pendapatan meningkat. Kami berharap kondisi ini bisa terus bertahan dan semakin ramai," imbuhnya.
| Lagi Viral Kebun Bunga Hortensia di Sumberbrantas Kota Batu, Pemilik Beber Alasan Tanam: Baru Ramai |
|
|---|
| Rekomendasi Tempat Healing di Mojokerto, Hidden Gem Aone Tawarkan View Cantik Gunung Welirang |
|
|---|
| Sensasi Berwisata ke Gili Ketapang di Probolinggo, Jadi Alternatif Saat Libur Panjang Idul Adha 2025 |
|
|---|
| Mengenal Makam Ki Ronggo Wisata Religi Pembabat Bondowoso, Makna Cerita 25 Tangga di Pemakaman |
|
|---|
| Ingin Melepas Penat? Coba Berkunjung ke Wisata Anjasmoro Valley di Jombang, ini Lokasinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/nuansa-malioboro-di-kediri.jpg)