Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Gandeng Guru Besar Mitra dari Thailand, FK Unair Kolaborasi Tangani Gangguan Dasar Panggul

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali mengukuhkan guru besar mitra (Adjunct Professor Inauguration) yang digelar secara hybrid

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Nur Ika Anisa
AHLI UROGINEKOLOGI- Professor jittima Manonai Bartlett yang merupakan profesor asal University of Mahidol, Thailand dilantik sebagai guru besar mitra dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FK Unair. Pengukuhan ini menegaskan komitmen untuk membangun jejaring akademik internasional khususnya dalam penanganan gangguan dasar panggul. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali mengukuhkan guru besar mitra (Adjunct Professor Inauguration) yang digelar secara hybrid berlokasi di Aula FK Universitas Airlangga dan Mahidol University Thailand, Rabu (13/2/2025).

Gelar tersebut diberikan kepada Professor jittima Manonai Bartlett yang merupakan profesor asal University of Mahidol, Thailand yang dilantik sebagai guru besar mitra dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FK Unair.

“Kami mendorong agar setiap departemen memiliki minimal satu Adjunct Professor. Saat ini kami sudah memiliki 41 adjunct professor dan jumlah ini terus bertambah untuk meningkatkan mutu pendidikan di FK Unair,” ungkap Dekan FK Unair Prof Dr. Budi Santoso, Rabu (13/2/2025).

Ia menambahkan, meskipun FK Unair memiliki para ahli di bidang uroginekologi, kolaborasi dengan pakar internasional tetap penting dilakukan.

Dengan berkolaborasi bersama Mahidol University khususnya Professor Jittima Manonai Bartlett, MD, MHM dapat saling bertukar pengalaman, teknik terbaru, dan juga peningkatan standart akademik.

Baca juga: Kasus Demam Berdarah Meningkat di Surabaya, Dosen Unair Ingatkan Cara Pencegahannya

“Dengan ini dapat menjadi jembatan untuk kolaborasi riset, pengembangan keilmuan, teknik baru operasi. Beliau akan memberikan kuliah tamu,“ ujarnya.

Ia menyebut kasus seperti gangguan dasar panggul, kelainan panggul turun, beser kerab terjadi keluhan di masyarakat.

Tetapi masih banyak di antara mereka yang malu, sehingga nantinya akan dikembangkan bagaimana untuk tidak malu menyampaikan keluhan tersebut.

Baca juga: Kata Ahli Hukum dari Unair Soal Kasus Mertua Ingin Minta Kembali Harta Peninggalan Anak ke Menantu

Professor Jittima Manonai Bartlett dikenal sebagai ahli dalam bidang uroginekologi rekonstruksi dan female pelvic.

President Thai Urogynecologists Association (Thai IUGA) ini juga telah memberikan banyak kuliah internasional mengenai permasalahan di bidang uroginekologi rekonstruksi dan estetika.

Selain itu beliau aktif sebagai reviewer maupun dalam editorial board dari beberapa jurnal uroginekologi rekonstruksi, di antaranya adalah jurnal internasional asosiasi uroginekologi (IUGA).

Baca juga: Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK Unair Jadi Peringkat Pertama Nasional SIR 2024

"Beliau tidak hanya dikenal baik di Thailand maupun secara internasional karena keahliannya di bidang uroginekologi namun juga karena komitmen pengembangan keilmuan uroginekologi yang baik" terang Dr.dr. Brahmana Askandar Tjokroprawir, SpOG, Subsp Onko selaku Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi FK Unair.

Inaugurasi ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dari fakultas kedokteran kepada Universitas Airlangga dalam meningkatkan peringkat Universitas Airlangga sebagai universitas kelas dunia (World Class University).

Dalam penanganan gangguan dasar panggul, Professor Jittima Manonai Bartlett menyebut, ada beberapa metode seperti kursi magnetik, laser, dan sebagainya.

“Saya merasa terhormat menjadi bagian dari Fakultas Kedokteran Unair. Kolaborasi ini dapat membuka peluang untuk pengembangan uroginekologi,” ujarnya.

Program-program yang dapat dikembangkan bersama yakni skrining dini pada kasus gangguan panggul.

Di antaranya melalui sosial media, yang penting untuk menginfokan atau kampanye pemeriksaan dini sekaligus edukasi tentang disfungsi dasar panggul.

“Kita harus mengedukasi para perempuan terkait masalah gangguan dasar panggul. Bagaimana sosial media digunakan untuk edukasi dan meningkatkan deteksi dini. Saya berharap agar lebih banyak wanita yang mendapatkan penanganan sejak dini,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved