Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Fauzi Kuli Panjat Durian Meninggal di Atas Pohon, Warga Bantu Evakuasi, Dramatis Tangis Keluarga

Fauzi kuli panjat durian meninggal di atas pohon, proses evakuasinya berlangsung dramatis.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
KOMPAS.COM
KULI PANJAT TEWAS - Foto ilustrasi pohon durian yang sedang berbuah beberapa waktu lalu. Seorang kuli panjat durian tewas di atas pohon, Jumat (14/2/2025), proses evakuasinya menuai sorotan. 

TRIBUNJATIM.COM - Kecelakaan kerja dialami oleh kuli panjat durian bernama Fauzi.

Isak tangis mewarnai meninggalnya seorang kuli panjat durian yang tewas di atas pohon di Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Peristiwa ini terjadi ketika korban yang bernama Fauzi (45) ini sedang mengikat buah durian di atas pohon setinggi 8 meter pada Kamis (13/2/2025) pukul 13.00 WIB. 

Isak tangis pecah ketika rekan korban menahan almarhum dari atas pohon.

Kejadian ini berlangsung dramatis ketika rekan korban mencoba menahan tubuh almarhum menggunakan tali agar tidak terjatuh.

Sembari rekannya itu teriak minta tolong dari atas pohon.

Pria buruh panjat durian ini meninggal bukan karena tersengat listrik, melainkan disebabkan oleh hal lain. 

“Korban sebagai pekerja buruh panjat mengikat buah durian bersama rekannya. Ketika keduanya di atas pohon, korban mengeluh sakit perut dan lemas,” kata Kapolsek Kalipuro, AKP Satrio Wibowo, Jumat (14/2/2025) dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com, Sabtu (15/2/2025).

Saat evakuasi, rekan korban yang bernama Rudi memeluk Fauzi yang sudah lemas dan mengikatnya menggunakan tali tambang berwarna biru untuk mencegahnya terjatuh ke sambil berteriak hingga warga berdatangan. 

Warga berupaya membantu Rudi yang tengah mengevakuasi rekannya dari ketinggian, sedangkan warga lainnya turut membantu menghubungi keluarga Fauzi yang segera mendatangi lokasi kejadian dan melihat kondisi korban yang lemas.

Baca juga: Arti Duren Tewel yang Viral di Pasar Wisata Cheng Ho, Bikin Rugi Pedagang, Ini Tips Memilih Durian

“Saksi 1 (Rudi) dengan sekuat tenaga menurunkan korban dari ketinggian pohon durian menggunakan tali tambang,” ujar Satrio. 

Keluarga Fauzi bersama beberapa warga yang sudah berkumpul dan menunggu di bawah pohon segera menggapai korban agar tidak sampai jatuh ke tanah. 

Namun, sesampainya di bawah, proses evakuasi berlangsung dramatis karena diiringi teriakan dan isak tangis.

Sementara itu, saat dilakukan pengecekan oleh warga, Fauzi sudah dalam keadaan tidak bernyawa atau meninggal dunia. 

Ilustrasi pohon durian
Ilustrasi pohon durian (freepik.com)

“Setelah kejadian tersebut, pihak keluarga membawa pulang korban ke alamat Lingkungan Secang, Kelurahan Kalipuro untuk dimakamkan, karena alamat tersebut merupakan tempat tinggal istri korban,” ujar Kapolsek. 

Ia mengatakan, keluarga almarhum juga tidak menginginkan dilaksanakannya proses autopsi kepada korban karena sudah mengikhlaskan meninggalnya korban yang diduga tengah sakit saat bekerja. 

“Sebelumnya, korban sudah mengeluh sakit perut. Diduga (penyebab meninggal dunia) karena kram perut dan kelelahan,” ucap Satrio.

Belakangan, penjual durian menjadi sasaran kekesalan warga.

Baca juga: Cara Licik Vadel Badjideh Pengaruhi Putri Nikita Mirzani Aborsi, Polisi Kuak Kronologi: Janji Nikah

Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke para pedagang durian di Pasar Wisata Masjid Cheng Hoo Pandaan Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (30/1/2025).

Sidak ini dilakukan sebagai upaya untuk menindaklanjuti video viral di media sosial, terkait keluhan netizen pada durian yang dibeli di Pasar Wisata Masjid Cheng Hoo Pandaan.

Dalam video itu, netizen mengeluhkan durian yang disebutnya dibeli di Pasar Cheng Hoo mentah saat dibuka di rumah.

Padahal, pengakuan dari netizen, durian yang dicoba di pasar rasanya manis dan sudah matang.

Berbeda dengan yang dibuka di rumah. 

Netizen itupun mengaku kapok membeli durian di Pasar Wisata Masjid Cheng Hoo Pandaan.

Sidak ini dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setiya Wardhana, dan didampingi politisi PDIP dari Pandaan, Andri Wahyudi.

Dalam sidak itu, Wardhana, sapaan akrab Ketua Komisi II mengatakan, setelah video itu viral, pihaknya ingin mengetahui apa yang terjadi di lapangan.

“Kami ingin tahu siapa yang menjual durian ini, bahkan sampai videonya viral. Setelah bertemu dengan para pedagang, mereka tidak merasa menjualnya,” urainya.

Baca juga: Legitnya Durian Masak Pohon di Lumajang Langsung dari Kebun, Jenis Kembang Wurung Jadi Favorit

Menurut dia, pedagang durian di sini ada paguyubannya.

Dan mereka bersepakat untuk menjual durian dengan kualitas bagus dan matang.

“Bahkan ada aturan-aturan yang mengikat antara pedagang, siapa yang menjual durian mentah akan diminta mengganti durian itu lebih banyak dan lainnya,” jelasnya.

Wardhana mengatakan, muncul spekulasi durian yang viral itu dibeli dari luar Pasar Wisata Cheng Hoo dan diklaim beli di sana.

Namun, ia tidak ingin memperkeruh suasana.

“Saya cuma pesan, pedagang harus lebih sportif dalam berjualan. Jangan karena kepentingan sesaat, merusak citra pedagang durian di sini,” tambahnya.

Andri Wahyudi, politisi asal Pandaan mengatakan, sidak ini bukan sebagai bentuk sentimen kalangan wakil rakyat dengan para pedagang durian.

Menurutnya, pedagang durian di sini sudah viral, bahkan kelasnya sudah regional.

Orang sudah paham kalau mau mencari durian datang ke tempat ini.

Bukan hanya lokal, bahkan pedagang durian di sini sudah menjadi ikon di Jawa Timur.

Dan kejadian durian tidak matang atau kosong ini bukan pertama kalinya terjadi.

“Saya tadi juga diicipi durian di sini, rasanya enak. Tapi saya tetap tidak bahagia, karena diicipi di sini, setelah itu dibawa pulang rasanya jadi tidak enak,” ungkapnya.

Ia hanya memohon ke para pedagang durian untuk berkata jujur. Kalau dimakan di sini enak, dibawa pulang juga harus enak. Kalau tidak, pihaknya akan mengevaluasi.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Wisata Masjid Cheng Hoo Pandaan, Guntur meyakini, durian yang diklaim netizen tidak enak itu bukan dibeli di Cheng Hoo.

“Kami di sini punya inovasi. Beli durian satu buah, tapi tidak matang, maka pembeli bisa mengembalikan dan akan diganti dengan dua sampai tiga buah durian,” paparnya.

Dan itu, kata dia, sudah disepakati oleh para pedagang durian.

Ini sebuah komitmen dan perjanjian bersama agar pedagang tidak sembarangan menjual dagangannya.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu mengakui sudah berulang kali melakukan sosialisasi dan edukasi ke para pedagang.

“ini kan juga untuk kebaikan bersama. Mengangkat perekonomian pedagang agar pasarnya terus laris dan jadi langganan pembeli,” ungkapnya.

Dia juga memberi tips kepada para pembeli untuk memakan durian yang dibeli itu di lokasi. Atau membawa tempat sendiri untuk mengantisipasi pemalsuan durian.

“Kami juga sering melakukan pembinaan pedagang untuk selalu berkata jujur. Matang katakan matang, enak katakan enak, jangan menipu pembeli,” tegasnya.

Diana, sapaan akrabnya, juga menyebut terus meminta pedagang untuk tertib berjualan. Jangan berjualan di area luar pPsar Wisata Masjid Cheng Hoo.

“Ini juga untuk memudahkan pengawasannya. Kalau yang tidak masuk paguyuban, barangnya tidak terjamin. Kalau yang ada di paguyuban pasti terjamin,” tutupnya.

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved