Berita Entertainment

Sukatani Diduga Diintimidasi 2 Polisi Imbas Lagu Bayar Bayar Bayar, Propam Tak Temukan Permasalahan

Band Sukatani sempat diisukan menerima intimidasi dari dua oknum polisi di Banyuwangi. Propam pun buka suara.

Tayang:
Editor: Olga Mardianita
Kompas.com/Muchamad Dafi Yusuf dan Instagram @sukatani.band
BAND SUKATANI VIRAL - Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto saat ditemui di Mapolda Jawa Tengah, Senin (2/12/2024) (kiri) dan band Sukatani yang viral belakangan ini (kanan). Band asal Purbalingga, Jawa Tengah, ini diduga diintimidasi polisi imbas lagu Bayar Bayar Bayar. Propam pun memeriksa dua anggotanya itu dan tak menemukan permasalahan. 

TRIBUNJATIM.COM - Band Sukatani menjadi perbincangan usai lagu Bayar Bayar Bayar viral di media sosial.

Dua anggota band, Syifa Al Lutfi (Electroguy) dan Novi Citra (Twister Angel), pun meminta maaf ke Polri dan langsung menarik lagu tersebut dari platform musik.

Setelah video klarifikasi itu, band asal Purbalingga, Jawa Tengah, ini sempat disebut ‘menghilang’ di Banyuwangi saat dalam perjalanan pulang dari Bali.

Hal ini memicu isu intimidasi polisi terhadap Sukatani.

Pihak Polda Jateng lantas buka suara mengenai isu ini.

Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

Baca juga: Padahal Sudah Minta Maaf, Vokalis Band Sukatani Kabarnya Dipecat Imbas Lagu Bayar: Matiin Rejeki

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menjelaskan, pertemuan tersebut dilakukan setelah band asal Purbalingga itu menyelesaikan konser mereka di Bali.

"Ya, kami temui mereka di Banyuwangi selepas mereka konser di Bali. Kalau komunikasi lewat handphone kurang maksimal jadi kami janjian di sana," ujar Kombes Pol Artanto, Jumat (21/2/2025), dikutip dari Tribunnews.com. 

Akan tetapi, dia membantah keras adanya intervensi dari kepolisian. Menurut dia, selepas mengetahui lagu tersebut hanya bersifat kritik, pihaknya tidak mempersoalkan.

"Tidak masalah bikin video klarifikasi tapi maksudnya sebagai bentuk pembelajaran, kalau kita memberikan kritik, harus kritik membangun terhadap sesuatu," papar Artanto.

Dia juga membantah polisi meminta dua personel Sukatani tersebut untuk membuka topeng yang biasa mereka pakai saat tampil di panggung.

Baca juga: Sukatani Kini Jadi Teman Kapolri? Jendral Listyo Sigit Tak Maslah Lirik Lagu Bayar Polisi: Legawa

"Tidak ada yang memaksa membuka topeng," imbuhnya.

Usai pertemuan tersebut, dia mengatakan Polda Jateng melaporkan hasilnya ke Mabes Polri. Namun, Artanto enggan memberikan konfirmasi apakah klarifikasi tersebut merupakan instruksi langsung dari Mabes Polri.

Buntut isu ini, dua anggota polisi diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) pada Jumat (21/2/2025).

Hasil pemeriksaan diungkap oleh Kombes Pol Artanto, KAbid Humas Polda Jateng.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved