Bojonegoro Bikin Program Buis Beton Budidaya Ikan Lele, Klaim Solusi Kemiskinan dan Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro meluncurkan program budidaya ikan konsumsi, memanfaatkan buis beton serta air hujan sebagai media pemeliharaa

Tayang:
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA/Humas Pemkab Bojonegoro
KETAHANAN PANGAN - Pemkab Bojonegoro meluncurkan program budidaya ikan konsumsi, memanfaatkan buis-buis beton serta air hujan sebagai media pemeliharaan ikan lele, senin (24/2/2025) progam ini sebagai upaya yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro untuk mengatasi masalah kemiskinan, dan meningkatkan sumber pangan bergizi bagi masyarakat sekaligus solusi ketahanan pangan.  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Misbahul Munir

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro meluncurkan program budidaya ikan konsumsi, memanfaatkan buis beton serta air hujan sebagai media pemeliharaan ikan lele.

Program buis beton lele konsumsi ini nantinya akan digarap serius dalam 100 hari pertama kerja kepemimpinan bupati dan wakil bupati baru Setyo Wahono - Nurul Azizah.

Program tersebut akan diberikan kepada masyarakat prasejahtera di Kota Migas.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan progam ini sebagai upaya yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro untuk mengatasi masalah kemiskinan dan meningkatkan sumber pangan bergizi bagi masyarakat sekaligus solusi ketahanan pangan

“Bahan pangan yang berkualitas adalah kunci untuk mencegah stunting dan memenuhi kebutuhan gizi warga. Secara bertahap, kita akan mulai membangun buis beton lele untuk para keluarga prasejahtera di titik-titik percontohan,” ungkap Setyo Wahono.

Baca juga: Coach Djanur Kecewa Gol Gresik United Dianulir Wasit saat Melawan Persibo Bojonegoro

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Kesehatan Bojonegoro tercatat pada tahun 2024, ada sebanyak 11,69 persen warga tergolong sebagai masyarakat prasejahtera. Kondisi ini berdampak pada 1.358 balita mengalami stunting per Desember 2024.

Kata Wahono, program ini mengadopsi praktik sukses yang diterapkan di Kecamatan Banyumanik, Kabupaten Gunungkidul.

Nantinya untuk pelaksanaan program ini, Lanjut Wahono, pihaknya menggandeng akademisi dan pelaku usaha untuk memastikan keberlanjutan program budidaya lele.

Dalam hal ini, Pemkab Bojonegoro juga menggandeng Banyumanik Research Center (BRC) untuk melakukan kajian dan pendampingan hingga pengelolaan jangka panjang.

Selain itu, Pemkab Bojonegoro mendorong budidaya maggot sebagai alternatif pakan lele.

Baca juga: Pengusaha Karangan Bunga di Bojonegoro Tuai Berkah Berkah Pelantikan Kepala Daerah, Banjir Orderan

"Selama tiga bulan pertama, masyarakat akan mendapatkan pelatihan, alat, dan bahan untuk memproduksi pakan sendiri. Fasilitas ini dapat membantu mengurangi ketergantungan masyarakat pada bantuan eksternal," jelasnya.

Wahono berharap, melalui program dapat meningkatkan ketahanan pangan, memperbaiki kualitas gizi masyarakat serta menekan angka stunting di Bojonegoro. Selain itu, hasil budidaya lele juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Dengan instalasi yang sederhana dan perawatan yang mudah, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan protein warga, tapi juga mendorong ketahanan pangan,” tutupnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved