Berita Viral
Sosok Keluarga Lukminto Pemilik Sritex yang Tutup, Pailit karena Menanggung Utang Pokok dan Bunga
Simak profil keluarga Lukminto, pemilik PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex, perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara yang gulung tikar.
TRIBUNJATIM.COM - Inilah sosok keluarga Lukminto yang merupakan pemilik Sritex.
Sritex merupakan perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara yang tutup.
Terdapat profil keluarga Lukminto, pemilik PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex, perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara yang telah gulung tikar per Sabtu (1/3/2025).
Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRITEX), Iwan Kurniawan Lukminto (Wawan), mengungkapkan kesedihan mendalam setelah penutupan permanen Sritex tersebut.
Apalagi dengan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawannya.
"Kondisi terkini sekarang menjadi hari terakhir kita berada di sini (Sritex). Kami sangat berduka sekali karena ini adalah momentum yang historical."
"Di mana 58 tahun kita bisa berkarya dan sangat sedih sekali berpisah semuanya," terang Wawan, Jumat (28/2/2025).
Baca juga: Jalin Kerja Sama, STIE Malangkucecwara Malang Kirim 4 Mahasiswa ke Perusahaan Jepang
Sebelumnya raksasa tekstil Sritex resmi dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang.
Keputusan Sritex pailit itu berdasarkan putusan perkara dengan nomor 2/Pdt.Sus- Homologasi/2024/PN Niaga Smg oleh Hakim Ketua Moch Ansor padai Senin 21 Oktober Perusahaan yang berbasis di Sukoharjo ini digugat pailit oleh vendornya PT Indo Bharta Rayon karena polemik utang yang belum terbayarkan.
Sritex bersama perusahaan afiliasinya, PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya dianggap telah lalai dalam memenuhi kewajiban pembayaran kewajiban kepada PT Indo Bharat Rayon, selaku pemohon.
Lantas, siapakah pemilik PT Sritex?
Sebagai informasi, Sritex asal Sukoharjo, Jawa Tengah ini telah menjadi perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara yang memasok seragam militer untuk 35 negara, mulai dari Eropa, Asia, hingga Timur Tengah.
Sritex lahir dari kerja kerja keras H.M Lukminto, pada 1966.
Kala itu Lukminto melabeli Sritex sebagai perusahaan perdagangan tradisional di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, dikutip dari sritex.co.id.
Awalnya, di Pasar Klewer Solo, Sritex diberi nama UD Sri Redjeki.
Lantas pada 1968, Lukminto akhirnya membuka pabrik cetak pertamanya yang menghasilkan kain putih dan berwarna di Solo.
TribunJatim.com
viral di media sosial
Tribun Jatim
Sritex
berita viral
TribunEvergreen
pemutusan hubungan kerja
medsos
Lukminto
jatim.tribunnews.com
| Faizah WNI Bayar Rp 2 Juta Demi Punya KTP Malaysia Milik Orang Lain untuk Kerja: Wajah Hampir Sama |
|
|---|
| Doni Salmanan Penipu Investasi Bodong Kini Bebas Bersyarat, Dulu Bangun Citra Sukses dari Nol |
|
|---|
| Penjual Bakso Pasrah Setumpuk Mangkok Dipecahkan Preman karena Tak Beri Uang Keamanan Rp 300 Ribu |
|
|---|
| WNI Beli KTP Malaysia Rp2,1 Juta untuk Kerja dan Tinggal di Sana, Berdalih Terpaksa Demi Cari Uang |
|
|---|
| 3 Bulan Lagi Nikah, Candika Calon Pengantin Malah Hilang setelah Pamit Kerja, Ayah: Pulang Nak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/PT-Sritex-resmi-ditutup-permanen-pemilik-PT-Sritex.jpg)