Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Hikmah Ramadan 2025

Dimensi Esoterik Puasa

Judul artikel dimensi esoterik puasa menggambarkan betapa dahsyatnya puasa bagi orang-orang beriman.

Editor: Sudarma Adi
zoom-inlihat foto Dimensi Esoterik Puasa
ISTIMEWA
Prof. Dr. H. Muhammad Turhan Yani, M.A., CIRR, Ketua Komisi Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) NU Jawa Timur, dan Guru Besar FISIPOL Universitas Negeri Surabaya 

Oleh: 

Prof. Dr. H. Muhammad Turhan Yani, M.A., CIRR. 

Ketua Komisi Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) NU Jawa Timur, dan Guru Besar FISIPOL Universitas Negeri Surabaya 

TRIBUNJATIM.COM - Judul artikel dimensi esoterik puasa menggambarkan betapa dahsyatnya puasa bagi orang-orang beriman.

Salah satu ekspresi keimanan tingkat tinggi yang ditunjukkan oleh orang-orang yang berpuasa adalah kenikmatan menunaikannya, tidak sekadar menunaikan kewajiban, melainkan juga menikmati kewajiban, seperti seseorang menikmati sesuatu yang sangat dicintai.

Kenikmatan menunaikan ibadah puasa tidak serta merta dapat dirasakan oleh semua orang yang berpuasa karena situasi kebatinan setiap orang yang berpuasa berbeda-beda.

Imam Al-Ghazali, ulama ahli tasawuf dan filsafat mengklasifikasi kategori puasa yang dilakukan oleh manusia beriman menjadi tiga kelompok. 

Pertama, puasa awam (reguler), yaitu berpuasa tidak makan, tidak minum, dan mampu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.

Kedua puasa khusus (VIP), yaitu berpuasa selain tidak makan, tidak minum, dan mampu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, juga mampu mengendalikan diri dari perbuatan tercela.

Baca juga: Apakah Nonton Mukbang Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ustaz Habib Husein Jafar, Ada Syaratnya

Ketiga, puasa super khusus (VVIP), yaitu berpuasa selain kategori yang pertama dan kedua, juga mampu menghadirkan Tuhan dalam dirinya sebagai kenikmatan tiada tara bagaikan kenikmatan bertemu langsung Tuhan Sang Pencipta, Allah Swt. Puasa kategori kedua (VIP) dan kategori ketiga (VVIP) merupakan cerminan dimensi esoterik puasa.

Lezatnya Iman

Di antara indikator seseorang merasakan lezatnya iman apabila merasakan kenikmatan spesial saat berpuasa.

Lezatnya iman yang dirasakan oleh seseorang adakalanya seperti baju yang dipakai untuk menutup anggota tubuh atau aurat, akan tetapi belum tampak keindahan atau nilai estetiknya.

Kategori ini sudah baik karena syariat berpakaian telah terpenuhi, adakalnya lezatnya iman seperti baju yang dipakai untuk menutup anggota tubuh atau aurat, selain terasa enak dipakai juga nyaman karena mengandung keindahan atau nilai estetik.

Ilustrasi demikian dapat ditarik dalam dimensi esoterik bahwa lezatnya iman tercermin dari kenikmatan saat menunaikan shalat, kenikmatan saat menunaikan zakat (beramal), kenikmatan saat menunaikan puasa, kenikmatan saat menunaikan haji, kenikmatan saat membaca alquran, kenikmatan saat bershalawat nabi, dan kenikmatan saat melakukan perbuatan-perbuatan baik lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved