Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Ayah Emosi Tahu Anaknya Dikeroyok saat Tadarus, Sesak Napas Berakhir Meninggal, Ini 5 Sosok Pelaku

Saat mediasi dengan pelaku, ayah korban emosi hingga pingsan dan dinyatakan meninggal dunia diduga akibat serangan jantung.

Editor: Olga Mardianita
Instagram/muslimvox
DIKEROYOK SAAT TADARUS - Tangkapan layar video pengeroyokan yang dialami tiga pelajar di Aceh, Minggu (2/3/2025). Ayah salah satu korban meninggal dunia usai mengetahui kejadian tersebut. Dia diduga terkena serangan jantung. 

Setelah meluapkan emosi, ayah korban itu mengalami sesak napas hingga pingsan.

Ia sempat dibawa ke rumah, namun saat tiba ayah korban itu meninggal dunia diduga kena serangan jantung.

"Ketika disana tiba-tiba orang tua dari korban tersebut yakni Armanysah mengalami sesak nafas hingga pingsan. Ia sempat dilarikan kerumahnya, tapi sesampai dirumah, Armansyah dikabarkam meninggal dunia," ujar Kapolsek Bandar, Ipda Gunawan AD, dikutip dari Serambinews.com, Jumay (7/3/2025).

Meninggalnya ayah korban itu sempat membuat mediasi kedua pihak tertunda.

Pihak keluarga pun menerangkan, selama ini Armansyah mengalami sakit jantung.

Kapolres Bener Meriah melalui Kapolsek Bandar, Ipda Gunawan AD dalam keterangan resminya, Kamis (6/3/2025) membenarkan adanya aksi pengeroyokan tersebut.

Ia mengungkap pengeroyokan itu terjadi antara sesama pelajar.

Menurut Ipda Gunawan, dalam kasus pengoroyokan pemuda saat tadarus di Masjid itu ada 5 pelajar yang menjadi terduga pelaku.

Kelima terduga pelaku di antaranya berinisial YN (16), TA (16), AK (16), RD (16), dan IN (16).

Diketahui kelimanya merupakan remaja dari Kampung Gunung Musara, Aceh.

Sedangkan 3 pemuda yang menjadi korban pengeroyokan lima pelajar itu di antaranya Candra (16), Hairul Hadi (16), dan Ikram (16).

Baca juga: Viral Video Istri Ajak Dua Anaknya Keroyok Pelakor Suami, Korban sempat Dijemput dari Kontrakan

Ketiga korban adalah pelajar dari kampung Kampung Bener Kelipah Selatan, Aceh.

Sementara ini, Kapolsek Bandar, Ipda Gunawan belum menjelaskan lebih detail terkait motif pengeroyokan tersebut.

Pasca kejadian itu apara setempat melakukan mediasi perdamaian.


Pihaknya pun turut melakukan mediasi dan pendampingan kepada korban agar kasus itu daoat diselesaikan.

"Jadi terhadap kasus ini sedang proses mediasi, kita berharap dengan viralnya video pengeroyokan tersebut, masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi, kita dari kepolisian tetap melakukan pendampingan.”

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved