Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Hikmah Ramadan 2025

Puasa Menjadikan Manusia Terbaik

Makna puasa: Secara lughatan (etimologis) dalam bahasa Arab puasa itu As-Shaum/ As Shiyam yakni Al imsak yaitu menahan atau mencegah

Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA
HIKMAH RAMADAN - Ketua MUI Jawa Timur Dr. KH. M. Sudjak, M.Ag 

Oleh: Ketua MUI Jawa Timur Dr. KH. M. Sudjak, M.Ag

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Makna puasa: Secara lughatan (etimologis) dalam bahasa Arab puasa itu As-Shaum/ As Shiyam yakni Al imsak yaitu menahan atau mencegah 

Secara istilah (terminologis) puasa yaitu menahan/mencegah dari hal-hal yang membatalkan puasa makan minum dan hubungan seksual suami istri mulai dari terbitnya Fajar sampai dengan terbenamnya matahari, disertai dengan niat dan syarat-syarat tertentu.

Pertanyaannya adalah puasa yang bagaimana yang bisa menjadikan manusia terbaik itu?

Jawabannya adalah puasa yang berkualitas yaitu puasa lahir dan batin 

Puasa lahir: puasa/ menahan makan, minum, hubungan seksual suami/istri, dan memelihara anggota badan mulai dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki dari perbuatan maksiat dan hal-hal yang tidak berguna 

Baca juga: Merawat Kemabruran Puasa, Dari Mukhlish ke Mukhlash

Sedangkan puasa batin: menjaga hati dan pikiran dari hal-hal yang bisa mengotorinya seperti iri dengki, hasut, bersuudzon, dan lain-lain. 

Jadi puasa yang berkualitas adalah puasa lahir dan batin, dan puasa yang berkualitas inilah yang bisa menjadi manusia terbaik 

Lalu siapakah manusia terbaik itu? manusia terbaik menurut Allah sesuai yang telah tertuang di dalam FirmanNya yakni di dalam Alquran surat surat al-hujarat ayat 13 “Inna akromakum indallahi atqokum”

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian menurut Allah ialah yang paling mulia antara kalian jadi orang yang terbaik adalah orang yang paling taqwa kepada Allah manusia terbaik menurut Alquran mempunyai 5 karakter yaitu:

1.       Karakter Dermawan suka membantu berinfak baik dalam keadaan lapang maupun dalam kesempitan. (Al-Imran Ayat 134)

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ

2.       Karakter tidak suka marah. (Al-Imran Ayat 134)

وَٱلۡكَٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ

3.       Karakter suka memaafkan kesalahan orang lain atau berlapang dada. (Al-Imran Ayat 134)

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved