Berita Viral

Hasil Mengejutkan Ekspedisi Ilmiah di Dasar Lubang Biru Pantai Belize, Bikin Ketar Ketir Masa Depan

Ternyata belakangan hasil ekspedisi ilmiah di Dasar Lubang Biru Pantai Belize menunjukkan adanya perubahan iklim yang mengancam kehidupan manusia.

Tayang:
Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
KOMPAS.COM
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM - Great Blue Hole, lubang raksasa yang terletak 70 kilometer dari pesisir Belize, Amerika Tengah, dan memiliki panjang 318 meter dan kedalaman 125 meter. 

TRIBUNJATIM.COM - Belakangan ramai dibicarakan sebuah ekspedisi ilmiah yang memberikan hasil sangat mengejutkan.

Sebuah ekspedisi ilmiah ke dasar Great Blue Hole atau Lubang Biru Raksasa di lepas pantai Belize, Amerika Tengah, mengungkap fakta yang mengkhawatirkan tentang masa depan iklim kita.

Penelitian ini melibatkan pengambilan inti sedimen sepanjang 30 meter dari dasar lubang raksasa tersebut.

Dari inti sedimen inilah para ilmuwan mendapatkan petunjuk penting:

frekuensi badai tropis telah meningkat secara signifikan dalam 5.700 tahun terakhir – dan tren ini diprediksi akan memburuk akibat perubahan iklim global.

“Sebanyak 694 lapisan peristiwa berhasil diidentifikasi. Ini menunjukkan tren regional yang jelas terkait peningkatan badai di Karibia bagian barat daya,” tulis tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Dominik Schmitt dari Goethe University Frankfurt, Jerman, seperti dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com, Minggu (6/4/2025).

Great Blue Hole adalah sebuah sinkhole raksasa dengan kedalaman sekitar 124 meter.

Tempat ini menjadi favorit para penyelam sejak pertama kali dipopulerkan oleh Jacques Cousteau lebih dari 50 tahun lalu.

Karena bentuknya yang unik dan terlindung dari arus laut yang kuat, endapan sedimen di dalamnya bisa tetap utuh selama ribuan tahun, menjadikannya semacam “mesin waktu” geologis.

Baca juga: Fakta Hujan Jeli di Gorontalo yang Viral, Bukan Fenomena Alam, 2 Perempuan Klarifikasi: Mainan

“Karena kondisi lingkungan yang unik – termasuk lapisan air tanpa oksigen di dasar – sedimen laut halus bisa mengendap tanpa gangguan besar,” jelas Schmitt.

Setiap lapisan sedimen yang terbentuk mencerminkan kondisi saat itu, seperti cincin pertumbuhan pohon.

Ketika badai tropis menghantam, partikel besar terbawa dan mengendap, membentuk lapisan yang berbeda warna dan teksturnya dibandingkan sedimen normal.

“Lapisan badai (tempestite) terlihat berbeda dari sedimen biasa, baik dari ukuran butiran, komposisi, maupun warnanya yang berkisar dari krem hingga putih,” tambah Schmitt.

Great Blue Hole, lubang raksasa yang terletak 70 kilometer dari pesisir Belize, Amerika Tengah, dan memiliki panjang 318 meter dan kedalaman 125 meter.
Great Blue Hole, lubang raksasa yang terletak 70 kilometer dari pesisir Belize, Amerika Tengah, dan memiliki panjang 318 meter dan kedalaman 125 meter. (Kompas.com)

Dengan memeriksa 5.700 tahun sejarah sedimen, tim peneliti menemukan tren yang konsisten: badai tropis makin sering terjadi.

Salah satu penyebab utama adalah pergeseran wilayah tekanan rendah di ekuator, yang dikenal sebagai Zona Konvergensi Intertropis (Intertropical Convergence Zone).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved