Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Muhammadiyah Soroti soal Rencana Prabowo Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia: Kalau Sifatnya Sementara

Rencana Prabowo untuk evakuasi warga Gaza ke Indonesia mendapat sorotan dari Muhammadiyah.

Shutterstock/DIY13 via KOMPAS.com
EVAKUASI WARGA GAZA - Ilustrasi bendera Palestina. Rencana Presiden RI, Prabowo Subianto untuk evakuasi warga Gaza ke Indonesia mendapat sorotan dari Muhammadiyah, Kamis (10/4/2025). 

TRIBUNJATIM.COM - Presiden RI, Prabowo Subianto menjadi perbincangan usai mengusulkan rencana evakuasi warga Gaza, Palestina, ke Indonesia.

Rencana ini turut mendapat sorotan dari Muhammadiyah.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq Mughni mendukung rencana Prabowo evakuasi warga Gaza ke Indonesia.

Menurut Syafiq, evakuasi warga Gaza yang direncanakan Prabowo itu tidak bersifat permanen seperti relokasi.

"Kalau itu sifatnya sementara untuk kepentingan treatment, perawatan kesehatan, pendidikan pelajar dan mahasiswa untuk waktu yang terbatas tentunya bagus," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (10/4/2025).

Syafiq mengatakan, warga Gaza yang dievakuasi ke Indonesia juga tidak akan banyak.

Baca juga: Ancaman Presiden Amerika Donald Trump untuk Hamas dan Warga Gaza: Peringatan Terakhir

Sebab, yang dipilih hanyalah warga yang terluka.

Meski dievakuasi, Syafiq mengingatkan agar warga Gaza dikembalikan lagi ke Palestina jika sudah selesai pengobatan.

"Kalau untuk pengobatan kan jumlahnya tidak banyak dan waktunya dalam hitungan bulanan. Harus secepatnya dikembalikan," katanya.

Selain evakuasi untuk pengobatan, Syafiq juga mendukung apabila Indonesia memberikan pendidikan untuk warga Gaza seperti yang telah dilakukan Muhammadiyah.

"Untuk studi juga demikian. Sementara ini Muhammadiyah sudah memberikan beasiswa kepada pelajar-pelajar Palestina," ucapnya.

Adapun, Presiden Prabowo berencana mengevakuasi warga Gaza, yang terluka akibat serangan brutal yang dilakukan Israel di wilayah tersebut.

Ilustrasi berita daftar negara yang mengakui kemerdekaan Palestina.
Ilustrasi bendera Palestina. (Shutterstock/DIY13 via KOMPAS.com)

Mereka akan dibawa ke Indonesia untuk mendapatkan perawatan medis.

Prabowo akan mengutus Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono untuk mengonsultasikan hal ini dengan pemerintah Palestina dan negara-negara Timur Tengah.

"Kami juga siap menerima korban-korban yang luka-luka, dan nanti segera kirim Menlu untuk diskusi dengan pemerintah Palestina, dengan pihak daerah tersebut bagaimana pelaksanaannya untuk kami siap evakuasi mereka yang luka-luka," kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (9/4/2025).

Kepala Negara menyatakan, siapa pun warga Palestina yang terluka boleh mendapatkan pengobatan di Indonesia.

Termasuk, anak-anak yatim piatu dan warga yang terkena trauma akibat penyerangan.

"Kami siap akan kirim pesawat-pesawat untuk angkut mereka. Kita perkirakan mungkin jumlahnya 1.000 untuk gelombang pertama," ucap Prabowo.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved