Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Pegawai Dipecat Hanya Karena Pulang Duluan Meski Sudah Kerja 3 Tahun, Kini Perusahaan Kena Apes

Seorang karyawan dipecat hanya karena pulang lebih cepat satu menit meskipun sudah mengabdi selama 3 tahun, akhirnya

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
Tribun Travel
KARYAWAN DIPECAT - Ilustrasi pegawai perempuan saat makan di meja kerjanya di kantor. Hanya karena pulang lebih cepat 1 menit dari jam pulang kantor seorang pegawai perempuan dipecat tiba-tiba oleh perusahaan, tak lama mantan pegawai tersebut justru memenangkan gugatan. 

TRIBUNJATIM.COM - Pulang kerja lebih cepat 1 menit dari biasanya, seorang pegawai wanita malah tiba-tiba dipecat.

Padahal pegawai wanita ini sudah mengabdi kurang lebih selama 3 tahun.

Tak disangka meski sudah mengabdi lama, pegawai wanita ini tetap tak menerima apresiasi yang baik dari perusahaannya.

Pegawai wanita itu berakhir dipecat oleh bos di perusahaan tempat ia bekerja.

Pemecatan tiba-tiba ini hanya dikarenakan wanita tersebut pulang satu menit lebih awal sebanyak enam kali dalam setahun.

Tak terima dengan ulah bosnya, wanita tersebut menyelesaikannya dengan membawa kasus ini ke meja hijau.

Karyawan tersebut, yang bermarga Wang, membawa perusahaannya, yang berkantor pusat di Guangzhou, provinsi Guangdong, China, ke pengadilan pada awal tahun ini.

Pengadilan setempat baru-baru ini memutuskan bahwa mantan majikannya, yang namanya tidak diungkapkan, telah memecatnya secara ilegal dan harus membayarnya kompensasi, yang jumlahnya tidak jelas.

Wang mengatakan dia telah bekerja di perusahaan tersebut selama tiga tahun, seperti dikutip TribunJatim.com dari TribunnewsMaker.com, Selasa (15/4/2025).

 Ia juga memiliki rekam jejak kinerja yang cukup baik.

Baca juga: Sosok Pengganti Kepsek di Purwakarta Dicopot karena Suruh Siswa Pakai Baju Lebaran, Om Zein Marah

Pada akhir tahun lalu, seorang manajer sumber daya manusia menelepon Wang.

Manajer tersebut memberi tahu Wang berdasarkan catatan pengawasan kantor, dia meninggalkan mejanya satu menit lebih awal dari waktu yang ditentukan selama enam hari dalam sebulan.

Wang mengajukan keluhan kepada otoritas hak buruh setempat, dan menggugat perusahaan tersebut.

Pengadilan menyatakan meskipun Wang pulang satu menit lebih awal dari jadwal kerjanya, tidak masuk akal untuk menyimpulkan bahwa dia “pulang lebih awal”.

Dalam artikel kali ini, tim redaksi TribunJatim.com akan mengulas tentang apa itu Quiet Quitting, apa penyebab serta bagaimana dampaknya pada kesehatan mental. Penasaran?
Dalam artikel kali ini, tim redaksi TribunJatim.com akan mengulas tentang apa itu Quiet Quitting, apa penyebab serta bagaimana dampaknya pada kesehatan mental. Penasaran? (Pexels/olia danilevich)

Perusahaan tidak memberinya peringatan, juga tidak mendesaknya untuk memperbaiki perilakunya.

Pengadilan mengatakan tidaklah pantas bagi majikannya untuk memecatnya secara tiba-tiba.

Putusan tersebut menyatakan pemecatan Wang adalah ilegal karena tidak disertai bukti dan tidak masuk akal.

Liu Biyun, seorang pengacara dari Firma Hukum Guangzhou Laixin, mengatakan kepada media bahwa memecat seorang karyawan dalam keadaan seperti itu merupakan hukuman berat.

Bak karma langsung datang ke perusahaan tempat wanita itu bekerja, kini perusahaan harus ganti denda gugatan

Kabar viral ini pun ramai dikomentari oleh netizen.

“Mengapa perusahaan tidak menawarkan subsidi kepada karyawan yang datang bekerja lebih awal?” tanya seorang pengamat daring.

“Perusahaan yang tidak kenal ampun ini harus diberi hukuman,” kata orang lain.

Ilustrasi meja kerja di kantor
KARYAWAN DIPECAT - Ilustrasi pegawai perempuan saat makan di meja kerjanya di kantor. Hanya karena pulang lebih cepat 1 menit dari jam pulang kantor seorang pegawai perempuan dipecat tiba-tiba oleh perusahaan, tak lama mantan pegawai tersebut justru memenangkan gugatan.

Kasus sebaliknya, pengabdian 30 tahun seorang pegawai berakhir dengan keapesan majikan atau perusahaan yang mempekerjakannya.

Seorang pria jual murah barang antik milik bosnya yang harga aslinya puluhan juta.

Pria itu diketahui berinsisial AT (45).

AT ditangkap polisi usai menjual barang-barang antik milik bosnya, GW (50), dengan harga murah.

Barang-barang antik yang dijual AT itu meliputi tiga buah lukisan, gamelan, meja dan kursi kayu jati, hingga pintu gebyok.

Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan AKP Igo Fazar menerangkan, satu lukisan dijual AT seharga ratusan ribu rupiah.

Padahal, harga aslinya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

"Kalau harga (jual), berdasarkan keterangan dari yang membeli, ini (lukisan) dihargai Rp 300.000 sampai Rp 700.000. Kalau (menurut) korban, karena ini koleksi, dia menyampaikan (harga lukisan) jutaan, bahkan sampai puluhan juta," kata Igo saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Minggu (23/3/2025), melansir dari Kompas.com.

Akibat aksi AT ini, GW mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

"Karena dia (korban) enggak bisa naksir (total kerugian), mungkin bisa ratusan juta," tambah Igo.

Baca juga: Pantas TKW Terpaksa Santap Sahur di Toilet, Majikan Melarang Puasa, Bersih-bersih Jadi Siasatnya

Adapun AT dipercaya sebagai penjaga rumah GW di wilayah Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sementara, GW tinggal di Cinere, Depok.

AT telah bekerja dengan GW selama 30 tahun atau sejak dia berusia 15 tahun.

AT nekat mengkhianati bosnya karena motif ekonomi.

Meski melakukan aksinya secara bertahap sejak Agustus 2024, AT baru ketahuan oleh bosnya pada Januari 2025.

"Kejadian tersebut diketahui korban setelah melakukan pengecekan terhadap rumah tersebut berikut isinya. Namun saat tiba di lokasi, (korban) melihat barang-barang sudah tidak ada," kata Igo.

AT kini telah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Dia disangkakan Pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan dan diancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved