Berita Viral
Dedi Mulyadi Dijuluki Gubernur Konten Hingga Pernah Disamakan dengan Wapres Gibran Rakabuming
Selain dijuluki Gubernur Konten, ternyata beberapa kritikan juga pernah disematkan kepada Dedi Mulyadi. Sebelumnya, juga pernah dikritik PDIP
TRIBUNJATIM.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapatkan sejumlah kritikan semenjak menjabat.
Hal itu tak lepas dari sosoknya yang kerap membuat konten video di akun media sosial.
Bahkan, Gubernur Kalimantan Timur menyebut Dedi Mulyadi dengan sebutan gubernur konten.
Julukan yang mulanya candaan itu, membuat publik menilai jika Gubernur Kaltim sedang mengritik dan menyindir.
Baca juga: Sebut Dedi Mulyadi Lebay, Bandingkan Kerjanya saat Jadi Bupati dan Gubernur, Razman: Gak Jago

Selain dijuluki Gubernur Konten, ternyata beberapa kritikan juga pernah disematkan kepada Dedi Mulyadi.
Sebelumnya, mantan Bupati Purwakarta itu juga pernah dikritik PDIP karena kerap bermedia sosial ria.
Berikut ini dirangkum beberapa kritikan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Konten
Julukan Gubernur Konten disematkan Gubernur Kalimantan Timur, Rusdy Mas'ud saat Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan Kementerian Dalam Negeri, dan sejumlah gubernur, bupati serta wali kota, disiarkan langsung melalui Youtube TV Parlemen, Selasa (29/4/2025).
Saat mendapat giliran bicara, Rudy menyapa para anggota Komisi II DPR RI dan para kepala daerah.
Namun, khusus buat Dedi Mulyadi, ia menyapa dengan sebutan Gubernur Konten.
"Kang Dedi, Gubernur Konten, mantap ini Kang Dedi ini," kata Rudy sambil tersenyum.
Setelah Rudy, giliran Dedi mendapat kesempatan bicara.
Politikus Gerindra itu bicara soal otonomi daerah, anggaran Kementerian Agama di daerah hingga persebaran penduduk.
Di akhir kesempatan, Dedi menjawab sapaan Rudy soal Gubernur Konten.
Dedi bersyukur dengan sebutan Gubernur Konten.
"Tadi Pak Gubernur Kaltim mengatakan Gubernur Konten, Alhamdulillah," ujar Dedi.
Dedi pun mengungkapkan, aktivitasnya yang rajin membuat konten setiap kali bekerja turun ke masyarakat membuat irit pengeluaran Pemprov Jawa Barat.
Dengan sering mengunggah kegiatannya, Dedi merasa tak perlu berikalan di media untuk menyampaikan pencapaiannya.
"Dari konten yang saya miliki, itu bisa menurunkan belanja rutin iklan," jelasnya.
Dedi bahkan menyebutkan, anggaran iklan yang berhasil diirit mencapai Rp 47 miliar.
"Biasanya iklan di Pemprov Jabar kerja sama medianya Rp 50 miliar, sekarang cukup Rp 3 miliar, viral terus," ujarnya tersenyum.
Seperti diketahui, Dedi Mulyadi memang rajin membuat konten seputar kegiatannya sebagai Gubernur Jawa Barat.
Sebelum menjabat Jabar 1 pun, Dedi memang sudah akrab dengan dunia perkontenan.
Ia mengunggah video panjang pada akun Youtubnya, Kang Dedi Mulyadi Channel. Subscribernya mencapai 6,77 juta akun.
Dalam sehari, pria yang karib dengan pakaian serba putih itu bisa mengunggah lebih dari satu video.
Sedangkan potongan videonya diunggah ke akun Instagramnya (@dedimulyadi71).
Di Instagram, Dedi sudah memiliki 3 juta pengikut.
Dikritik PDIP
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, mengkritik Dedi Mulyadi sebagai gubernur yang sering membuat video konten.
Anggota Komisi II DPR RI itu menyinggung nama Deddy saat menyoroti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang baru mengunggah video monolog di Youtube @GibranTV.
Menurut Deddy, pejabat publik tak perlu banyak membuat video.
"Ya menurut saya sih jangan terlalu banyak bikin video lah ya. Kerja saja gitu lho," kata Deddy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/4/2025), dikutip dari Kompas.com.
"Bikin video terus, enggak habis-habis. Nanti sama kaya Pak Dedi Mulyadi lagi," lanjutnya.
Ormas GRIB sindir kinerja Dedi Mulyadi
Pengacara Razman Nasution serang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sebagai juru bicara ormas GRIB Jaya Jabar, Razman Nasution menyindir kinerja Dedi Mulyadi saat masih menjadi Bupati Purwakarta.
Untuk diketahui, organisasi masyarakat (ormas) tersebut belakangan menentang rencana Gubernur Dedi Mulyadi soal pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Antipremanisme di wilayah Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menyebut alasan pembentukan Satgas Antipremanisme, karena ormas hingga LSM kerap melakukan intimidasi terhadap masyarakat.
Pernyataan tersebut membuat resah ormas.
"Ini kan masyarakat-masyarakat yang tidak mendapat pekerjaan ini banyak, GRIB Jaya mengambil peran ini untuk membina mereka. Kang Dedi kan baru mau mulai dengan menyebut-nyebut wajib militer, alat cina, lakukan dulu visibilitas tadi," ujar Razman Nasution, dilansir dari tayangan Garuda TV, Senin, (28/4/2025).
Razman Nasution lantas menduga bahwa Dedi Mulyadi mengambil simpati dari masyarakat untuk maju sebagai Presiden.
"Saya kira mari kita lakukan kajian mendalam, Jangan ujuk gini, saya takut nanti Kang Dedi Mulyadi ini terlalu maju, jangan-jangan mau jadi calon presiden ini, karena saya lihat masuk gorong-gorong, masuk sungai, saya takut hanyut gitu,"
"Dan dia waktu Bupati Purwakarta gak jago-jago amat, biasa-biasa aja dia jangan terlalu lebay lah, emang dia jadi kader Gerindra kapan sih? baru aja, udah jangan begitu lah," seloroh Razman Nasution.
Baca juga: Sosok Rudy Mas’ud Sindir-sindiran dengan KDM, Sebut ‘Gubernur Konten’, Ternyata Juga Kepala Daerah
Razman menyebut jika Dedi bekerja di luar dari tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai pamong praja oleh GRIB Jaya.
Dedi, semestinya tidak turut mencampuri ranah kepolisian dalam kasus penganiayaan dan pembakaran mobil polisi di Harjamukti, Depok, Jawa Barat ungkap Razman.
"Anda selaku gubernur diberi kewenangan untuk menata, mengelola pemerintahan di bidang eksekutif, anda tidak boleh masuk ke ranah saat ini, apalagi yudikatif," kata Razman.
GRIB Jaya menghormati proses hukum dan menegaskan tidak akan mengintervensi kasus yang melibatkan anggotanya tersebut ungkap Razman.

Dengan syarat, kasus tersebut ditangani secara transparan dan sesuai hukum yang berlaku.
"Kami tidak akan melindungi anggota kami yang melakukan tindakan kriminal sekecil apapun," ujarnya.
Razman meminta agar perkembangan kasus tersebut dipublikasikan melalui bagian humas dari kepolisian bukan Dedi Mulyadi.
"Jangan Dedi Mulyadi bicara, anda marah apa, anda siapa? Apa pernah Ormas GRIB menyakiti anda? Apa ada ormas-ormas lain yg membenci anda? Sejak kasus Vina dan Eky saya salah satu tim hukum dari dua orang yang terkait dengan kasus Vina-Eky, anda selalu cuap-cuap," jelasnya.
Baca juga: 4 Sosok Anak Bakal Dikirim Dedi Mulyadi ke Wajib Militer , ada Tukang Main Mobile Legends dan Bolos
Ia juga mempertanyakan profesi yang dijalani Dedi Mulyadi saat ini.
"Sebagai seorang gubernur, saya belum pernah lihat anda (Dedi) berpakaian resmi sebagai seorang gubernur, yang saya lihat turun temurun di sini selalu ada mic (tunjuk ke baju). Ini youtuber atau gubernur?" tanya Razman.
Disisi lain, Organisasi massa (Ormas) GRIB Jaya tegas mendukung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam memberantas premanisme lewat pembentukan Satgas Antipremanisme.
Tak hanya GRIB Jaya, dukungan pula didapatkan Dedi Mulyadi dari Komisi III DPR RI yang membidangi hukum dan keamanan.
Baca juga: Ibu Aura Minta Maaf ke Dedi Mulyadi usai Anaknya Kritik Larangan Perpisahan, Tetap Dapat Rp 10 Juta
DPP GRIB Jaya, Zulfikar, menegaskan bahwa Dedi Mulyadi adalah bagian dari keluarga besar GRIB dan mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
"Kang Dedi adalah orang pilihan Presiden kita," ujarnya.
GRIB Jaya bahkan menginstruksikan seluruh anggotanya di Jawa Barat untuk mendukung program gubernur, khususnya pemberantasan premanisme yang dinilai sudah meresahkan masyarakat dan investor.
GRIB juga mendorong Dedi untuk merangkul seluruh ormas dan LSM agar ikut menjaga kondusivitas daerah.
Balasan Dedi Mulyadi

Inilah balasan Dedi Mulyadi soal peringatan Razman terkait Grib Jaya.
Ia mengaku tidak akan pernah mendengarkan ancaman dari siapapun.
Selain itu ia hanya ingin mendengarkan kritik yang bermanfaat untuk warga Jabar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak ingin ambil pusing dengan ultimatum yang diberikan organisasi masyarakat (Ormas) Grib Jaya.
Dedi Mulyadi mengatakan, peringatan yang dikeluarkan juru bicara Ketua Umum sekaligus Kepala Bidang Komunikasi Publik DPP GRIB Jaya, Razman Nasution yang meminta agar dirinya tak usil kepada ormas, merupakan hal biasa.
"Oh itu, biasa lah kita ini pemerintah menjalankan tugas untuk menjaga investasi berjalan dengan baik. Rakyat bisa bekerja, rakyat bisa sejahtera," ujar Dedi, Selasa (29/4/2025).
Sehingga bentuk ancaman apapun termasuk dari GRIB Jaya, kata dia, tidak akan memengaruhinya bila menyangkut kepentingan masyarakat.
"Tugas saya itu, saya tidak akan pernah mendengarkan ancaman dari siapapun. Kalau itu mengganggu kinerja saya," ucapnya.
Dedi juga menegaskan, dirinya bukan tipikal pemimpin yang antikritik. Apalagi tujuan kritiknya untuk masyarakat Jawa Barat.
"Saya akan mendengarkan kritik siapapun, kalau itu bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat," katanya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Berita Viral lainnya
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com
Hukuman untuk Polisi Lempar Helm ke Siswa SMK hingga Koma, Keluarga Korban: Beri Bingkisan untuk Apa |
![]() |
---|
Ulah Bocah Gondol Mobil Polisi Berisi Senjata Api Lalu Kabur ke Hutan, Sempat Buron |
![]() |
---|
Imbas Kasus Keracunan Massal MBG, Sejumlah Guru Tak Mau Cicipi Makanan Meski sudah Diperintah |
![]() |
---|
'Lihat Ma Aku Bakar Rumahmu' Pemuda Bakar Rumah Ibu Imbas Kesal Tak Diberi Uang Rp 240 Ribu |
![]() |
---|
Saling Bantah Alasan soal Patung Tikus Berdasi Batal Tampil di Karnaval HUT Kemerdekaan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.