Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Polisi dan Jaksa di Mojokerto Lakukan Pengawasan, Cegah Aliran Sesat dan Penyimpangan Agama

Polres Mojokerto dan Kejari Kabupaten Mojokerto, bersama pemda melakukan rakor terkait pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan masyarakat (PAKEM).

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni
ALIRAN KEPERCAYAAN - Rakor pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan masyarakat (PAKEM), untuk mencegah terbentuknya aliran sesat penyimpangan agama di Kabupaten Mojokerto, Selasa (6/5/2025). Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto mengatakan, dirinya siap bersinergi dalam pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan di Bumi Majapahit. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Polres Mojokerto dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, bersama pemerintah daerah melakukan rapat koordinasi terkait pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan masyarakat (PAKEM).

Sinergitas korps Bhayangkara dengan korps Adhyaksa ini, untuk mencegah terbentuknya aliran sesat atau penyimpangan agama di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto mengatakan, dirinya siap bersinergi dalam pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan di Bumi Majapahit.

"Kami siap mendukung dan bersinergi dalam kegiatan pengawasan terhadap aliran kepercayaan dan keagamaan yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas," kata Ihram, Selasa (6/5/2025).

Ihram menyebut, kegiatan rakor ini guna memperkuat sinergitas antar lembaga dalam mengawasi serta menjaga kerukunan antar umat beragama.

"Terutama mencegah berkembangnya aliran yang menyimpang di wilayah Kabupaten Mojokerto," ungkap AKBP Ihram Kustarto.

Menurut AKBP Ihram Kustarto, forum koordinasi ini sekaligus wadah evaluasi penyamaan persepsi antar lembaga, dalam menghadapi tantangan baru yang dapat mempengaruhi kondisi sosial secara umum masyarakat Kabupaten Mojokerto.

Baca juga: Warga Resah Ada Aliran Sesat Ubah Syahadat hingga Bisa Tebus Tiket Surga Rp 15 Juta, MUI Bertindak

"Kolaborasi antar pihak sangat penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan di tengah keberagaman masyarakat," pungkasnya.

Kegiatan juga dihadiri Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra atau Gus Barra, Dandim 0815 Mojokerto, Kepala Kejaksaan Negeri Mojokerto, tokoh agama, tokoh masyarakat dan perwakilan instansi terkait.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved