Audisi Peserta Banyuwangi Ethno Carnival 2025 Digelar di Empat Tempat, Ini Jadwal dan Lokasinya
Audisi peserta atau penampil event Banyuwangi Ethno Carnival 2025 digelar di empat tempat, berikut jadwal dan lokasinya.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Mengusung tema "Ngelukat: Usingnese Traditional Ritual," Event Banyuwangi Ethno Carnival atau BEC 2025 akan digelar pada pertengahan Juli mendatang.
Saat ini, proses seleksi dilaksanakan untuk memilih para penampil dalam festival tahunan yang masuk kalender pariwisata Kharisma Event Nusantara (KEN) itu.
"Ngelukat: Usingnese Traditional Ritual," mengangkat tradisi dalam tahapan kehidupan masyarakat Osing, suku asli Banyuwangi.
Tradisi yang dimaksud meliputi selapan, mudun lemah, sunatan, lamaran, pengantin, mitoni, hingga semoyo buyut.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, Ainur Rofiq menjelaskan, persiapan BEC 2025 telah dimulai dengan menggelar seleksi di empat lokasi.
"Pertama di Kantor Kecamatan Srono yang telah digelar pada 6 Mei lalu," kata Rofiq, Rabu (7/5/2025).
Berikutnya, seleksi digelar di Kantor Kecamatan Bangorejo pada 7 Mei, Kantor Kecamatan Genteng pada 8 Mei, dan terakhir Kantor Disbudpar Banyuwangi pada 14 Mei 2025 mendatang.
Disbudpar menargetkan, jumlah peserta BEC 2025 sebanyak 100 orang.
Para peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan subsidi pembuatan kostum dari Pemkab Banyuwangi senilai Rp 1,5 juta per orang.
"Dengan ini, kami berharap peserta secara kreatif bisa membuat desain kostum yang menarik," tambahnya.
Baca juga: Datang ke Festival Halal 2025 dan Launching Omah Halal, Wali Kota Kediri Minta UMKM Lokal Naik Kelas
Dalam audisi tersebut, ada beberapa hal yang akan dinilai dari para peserta.
Mulai dari penampilan hingga kemampuan dasar dalam bidang tari dan modelling.
Penilaian juga mencakup catwalk, fashion dance, serta ekspresi peserta.
Rofiq menjelaskan, BEC 2025 kembali masuk dalam kalender pariwisata KEN, yang disusun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Hal ini menegaskan posisi BEC sebagai salah satu event unggulan berskala nasional.
"Sebuah event yang tidak hanya menampilkan kekayaan budaya lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan nusantara dan mancanegara," ujarnya.
Dengan konsep dan tema baru, pihaknya meyakini BEC tahun ini bakal memberi suguhan penampilan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Event ini sekaligus bakal menjadi magnet pariwisata yang menarik wisatawan untuk datang ke Banyuwangi.
Banyuwangi Ethno Carnival
BEC 2025
Suku Osing
Ainur Rofiq
Kecamatan Bangorejo
TribunJatim.com
berita Banyuwangi terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
| Viral Terpopuler: Anak Nangis di Pelukan Polisi hingga Ketua DPRD Terinjak Kuda saat Kirab Budaya |
|
|---|
| Jatim Terpopuler: Kematian Kades Buncitan di Kantor hingga Jemaah Haji Lamongan Dipulangkan Mendadak |
|
|---|
| Kartu Kuning Tak Lagi Jadi Ancaman, FIFA Usulkan Reset Kartu di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Lima Kuliner Khas Ngawi yang Legendaris, Dari Nasi Pecel Pincuk hingga Wedang Cemue Hangat |
|
|---|
| Rekomendasi Tujuh Museum di Surabaya, Dari Jejak Perjuangan hingga Edukasi Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Proses-seleksi-peserta-Banyuwangi-Ethno-Carnival-BEC-2025-yang-digelar-di-Kantor-Kecamatan-Srono.jpg)