Banyuwangi Canangkan Gerakan Turunkan Angka Kematian Ibu, Libatkan Seluruh Elemen
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencanangkan Gerakan Bersama Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) sebagai upaya menekan kasus kematian ibu hamil
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Banyuwangi mencanangkan gerakan penurunan angka kematian ibu (AKI)
- AKI nasional masih tinggi, mencapai 189 per 100 ribu kelahiran hidup
- Pemkab perkuat program “Ruang Rindu” untuk ibu hamil berisiko
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencanangkan Gerakan Bersama Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) sebagai upaya menekan kasus kematian ibu hamil yang masih tinggi secara nasional, Minggu (3/5/2026).
Dihadiri Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Titi Eko Rahayu, gerakan tersebut diharapkan bisa menekan penurunan AKI secara signifikan.
Titi Eko mengatakan, kasus kematian ibu menjadi salah satu isu krusial saat ini. Termasuk di dalamnya, yakni persoalan kesehatan reproduksi.
"Ini masih menjadi pekerjaan besar dalam skala nasional," kata dia.
Baca juga: Pemkab Banyuwangi Gratiskan Retribusi Tiap Hari Sabtu-Minggu, Ringankan Beban 6.500 Pedagang Pasar
AKI Masih Jadi Isu Nasional
Secara nasional, menurut dia, angka kematian ibu di Indonesia cukup tinggi. Yakni 189 kasus per 100 ribu kelahiran hidup.
Menurutnya, angka tersebut dapat ditekan dengan kerja sama berbagai pihak untuk peduli terhadap kesehatan ibu.
"Caranya dengan memastikan layanan kesehatan yang kuat, komitmen dari akar rumput, serta pemberdayaan perempuan baik sebagai individu, dalam komunitas, maupun organisasi perempuan," ujarnya.
Pihaknya mengapresiasi seluruh upaya yang selama ini telah dilakukan oleh berbagai pihak. Utamanya, upaya-upaya dalam mengedukasi para calon ibu oleh berbagai kalangan kelompok dan individu masyarakat.
Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan AKI akan turun menjadi 112 per 10 ribu kelahiran hidup dalam rencana pembangunan jangka panjang nasional.
Baca juga: Hardiknas 2026: Mendikdasmen Puji Banyuwangi Beri Atraksi Terbaik, Pelajar Suguhkan Kuntulan Ewon
Pemkab Banyuwangi Perkuat Program “Ruang Rindu”
"Ini bukan target yang mudah. Karena itu, kita semua harus terus bergerak, berhati-hati, dan memastikan inovasi seperti yang dilakukan Banyuwangi dapat direplikasi di banyak daerah lain, baik di Jawa Timur maupun di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan Banyuwangi akan terus menjadi pelopor," ungkap dia.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menambahkan, AKI masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak daerah, termasuk Banyuwangi.
Pihaknya berharap, dengan berbagai upaya yang akan digalakkan, AKI bisa ditekan hingga menjadi nol kasus.
"Ini menjadi PR bersama dan membutuhkan komitmen bersama. Tidak hanya dari pemerintah daerah, tetapi juga dukungan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kepedulian dari lembaga-lembaga sosial lainnya," sambug Ipuk.
Menurutnya, kematian ibu bisa terjadi akibat beberapa faktor. Antara lain, tantangan akses layanan kesehatan, rendahnya kepedulian sosial, dan kurangnya edukasi bagi ibu hamil.
Angka Kematian ibu (AKI)
Bupati Banyuwangi
Ipuk Fiestiandani
Kemenpan RB
berita Banyuwangi terkini
TribunJatim.com
Tribun Jatim
| Anak Menangis di Pelukan Polisi usai Ibu Dihabisi Perampok, Minta Pelaku Cepat Ditangkap |
|
|---|
| Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat di Kedung Cowek Surabaya, Siap Beroperasi Bulan Juli 2026 |
|
|---|
| DPRD Kota Malang Dorong Transformasi Angkot, Disulap Jadi Feeder dan Angkutan Pelajar |
|
|---|
| Pernyataan Donald Trump soal Penyitaan Kapal di Selat Hormuz, Aksi Militer AS Diibaratkan Bajak Laut |
|
|---|
| Pesta Ulang Tahun di Warkop Gresik Disusupi Pencuri, 4 Handphone Dicuri, Kerugian Capai Rp20 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/aki-di-banyuwangi.jpg)