Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Ditantang Bupati Purwakarta Urus 15 Siswa Nakal, Verrell Bramasta Sebut Tak Perlu Kompetisi

Artis sekaligus anggota DPR RI, Verrell Bramasta menyoroti kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soal pendidikan militer bagi siswa.

KOMPAS.com/Melvina Tionardus
PERKARA BARAK MILITER - Foto arsip artis sekaligus anggota DPR RI, Verrell Baramasta pada 2024. Baru-baru ini, Verrell menjawab soal dirinya ditantang Bupati Purwakarta urus 15 siswa nakal usai kritik program pendidikan militer Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Senin (12/5/2025). 

TRIBUNJATIM.COMĀ - Artis sekaligus anggota DPR RI, Verrell Bramasta menyoroti kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soal pendidikan militer bagi siswa.

Menurut Verrell, dirinya merasa perlu mewakili menyuarakan keresahan warga.

Namun setelah menyuarakan, Verrell justru ditantang oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau akrab disapa Om Zein.

Verrel Bramasta pun akhirnya buka suara.

"Isu yang sedang ramai digoreng saat ini saya meluruskan tidak ada sedikitpun dalam video saya bahwa saya kontra terhadap kebijakan di dapil saya," kata Verrell, dikutip dari Bangka Pos pada Senin (12/5/2025).

Ia mengaku, hanya menyuarakan suara-suara yang tidak setuju siswa dididik di barak militer.

Baca juga: Verrell Bramasta Ditantang Bupati Purwakarta usai Kritik Barak Militer Siswa, Om Zein: Turun Deh

"Pada prinsipnya saya hanya menyuarakan suara mereka yang memiliki pandangan berbeda di dapil saya. Ambil saja itu sebagai bahan pertimbangan. Koreksi dan sempurnakan programnya," katanya.

Maka dari itu, Verrell Bramasta pun tak menyanggupi tantangan dari anak buah Dedi Mulyadi.

"Saya kira saat ini kita tidak perlu berkompetisi di sini untuk menunjukan siapa yang paling kerja karena semua sudah ada porsi masing-masing."

"Jadi kalau ada satu dua pihak yang tersinggung, saya anggap mungkin mereka sedang banyak pikiran," kata Verrell.

Ia mengatakan, akan datang jika Om Zein mengundang melihat program pendidikan di barak militer.

"Tapi jika semua sudah dilengkapi oleh kepala daerah yang merasa tersinggung, good job."

DITANTANG - Kolase foto artis sekaligus anggota DPR RI, Verrell Bramasta (kiri) dan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein (kanan). Terbaru, Om Zein tantang Verrel Bramasta untuk ikut terjun langsung tangani siswa nakal imbas kritik program pendidikan militer gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
DITANTANG - Kolase foto artis sekaligus anggota DPR RI, Verrell Bramasta (kiri) dan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein (kanan). Terbaru, Om Zein tantang Verrel Bramasta untuk ikut terjun langsung tangani siswa nakal imbas kritik program pendidikan militer gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (KOLASE Wartakota/Arie Puji dan Dok. Diskominfo Purwakarta)

"Jika saya diundang dengan senang hati saya akan hadir. Jadi ditunggu undangannya yah," katanya.

Verrell Bramasta juga menekankan pada Om Zein sebagai pejabat untuk tidak anti kritik.

"Saya hanya mengingat kita semua sudah menjadi pelayan publik. Apapun lini dan trias politikanya, baik di eksekutif, legislatif atau pun di yudikatf. Saya sebagai anggota DPR memiliki tupoksi mengawasi jalannya pemerintahan. Pemerintah pusat atau pemerintah daerah."

"Saya juga berharap bagi teman-teman yang menjadi pejabat untuk tidak anti kritik pada siapapun. Saya tidak menyindir. Sebagai pelayan masyarakat kita harus siap dikritik kalau tidak mau dikritik merasa paling benar tidak usah jadi pejabat," kata Verrell Bramasta.

Sebelumnya, Saepul Bahri Binzein menantang Verrell Bramasta untuk mendidik 15 siswa usai kritik program Dedi Mulyadi yang kirimkan siswa ke barak militer.

Mulanya, Verrell Bramasta mengkritik program pendidikan Dedi Mulyadi di barak militer.

"Dalam banyak kasus menyimpang bagi anak-anak muda dan remaja ini bukan semata-mata hanya karena disiplin yang lemah, tetapi bisa juga ini merupakan manifestasi dari dinamika keluarga, social pressure, ataupun masalah emosional yang belum tertangani," kata Verrell di video awal.

Menurutnya pendekatan fisik tanpa psikologis dan spiritual tidak akan membentuk anak menjadi tangguh.

Baca juga: Verrell Bramasta dan Fuji Gandengan Tangan, Resmi Pacaran? Dulu Venna Keceplosan Sebut Calon Mantu

"Jangan sampai niat yang baik tidak selaras, karena dengan cara yang tidak tepat. Sebagai wakil rakyat dari daerah ini, saya rasa kita semua bisa mencermati persoalan ini dengan baik, tentunya mengenai pendekatan yang akan diterapkan," katanya.

Kritik tersebut kemudian ditanggapi Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau akrab disapa Om Zein.

Ia merasa aneh dan heran pada Verrell yang merupakan anggota DPR dari Dapil Jabar VII (Purwakarta, Karawang, Bekasi).

"Mas kan dapil sini, mendingan turun deh mas, mendingan lihat deh langsung daripada mas berwacana," kata Om Zein.

Om Zein pun menantang Verrell untuk mendidik 15 siswa di luar barak militer.

"Ini kan ada yang mau masuk lagi 30 (siswa). Kita bagi dua aja deh mas, mas 15 saya 15. Yang 15 dengan cara mas, yang 15 lagi kita lanjutkan dengan cara di barak militer. Yuk, om yang nantangin," kata Om Zein.

Meski menimbulkan pro kontra, Dedi Mulyadi sendiri tetap melanjutkan program pendidikan militer bagi siswa nakal di Jabar.

Uji coba program pendidikan militer ini telah dimulai dengan dikirimnya 39 siswa SMP yang dianggap nakal ke Resimen Artileri Medan 1/Sthira Yudha, Batalyon Armed 9 di Bungursari, Purwakarta, Jabar, pada Kamis (1/5/2025) lalu.

Baca juga: Dedi Mulyadi Bakal Kirim Preman ke Barak Militer, Dijanjikan Upah usai Dibina: Upaya untuk Sadar

Kemudian disusul dengan dikirimnya 19 pelajar SMA sederajat di Kabupaten Indramayu, Jabar, ke Resimen Induk Kodam (Rindam) III/Siliwangi Bandung pada Senin (5/5/2025) dini hari.

Lanjut pada Selasa (6/5/2025), sebanyak 30 siswa dari berbagai sekolah dikirim ke Batalyon Infanteri Raider 300/Braja Wijaya di Kabupaten Cianjur, Jabar, guna menjalani pembinaan oleh TNI.

Selama mengikuti pendidikan berkarakter di markas TNI ini, para siswa juga akan didampingi psikolog dan petugas kesehatan untuk memastikan aspek emosional serta fisik mereka tetap terjaga.

Para siswa yang mengikuti program pendidikan militer juga akan tetap mendapat pendampingan dari sekolah maupun Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar.

Adapun kriteria siswa yang dianggap nakal atau bermasalah untuk mengikuti program ini secara umum telah tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Nomor: 43/PK.03.04/KESRA.

Antara lain, sering terlibat tawuran pelajar, kecanduan bermain gim, merokok, mabuk, balapan motor, menggunakan knalpot brong, dan perilaku tidak terpuji lainnya.

Tak hanya dari sekolah, para orang tua siswa juga akan dimintai persetujuan secara lisan, dan menandatangani surat sebagai persyaratan tertulis untuk mengikutsertakan anaknya dalam program pendidikan karakter ini.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved