Viral Janin Sapi Dibuang

Heboh Video Diduga Janin Sapi Dibuang dekat RPH, Disnakkan Bondowoso Angkat Bicara: Dilarang

Viral video dan foto diduga janin sapi dibuang di dekat rumah potong hewan (RPH)  yang jadi satu dengan pasar hewan terpadu

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/SINCA ARI PANGISTU
Plt SEKRETARIS DISNAKKAN - Plt Sekretais Disnakkan Bondowoso, drh Cendy Herdiawan saat dikonfirmasi awak media di ruangannya pada Selasa (20/5/2025) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Viral video dan foto diduga janin sapi dibuang di dekat rumah potong hewan (RPH)  yang jadi satu dengan pasar hewan terpadu, di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami.

Diduga janin sapi itu dibuang setelah induknya disembelih. Namun belum bisa dipastikan siapa yang membuang janin tersebut.

Dalam video berdurasi 2.49 detik ditunjukkan lokasi janin sapi dibuang di dekat Rumah Potong Hewan, Pasar Hewan Terpadu.

Video ini pun viral dan menjadi perbincangan karena seperti diketahui pemerintah terus mengedukasi agar tak boleh ada pemotongan sapi betina produktif. Lebih-lebih dalam kondisi bunting.

Untuk diketahui, berdasarkan aturan pemotongan sapi betina produktif dilarang oleh Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Baca juga: 8 Pejabat Berebut Kursi Sekda Bondowoso, Pj Sekda Saat Ini Ikut Daftar, Besok Jalani Tes di Surabaya

Plt Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan atau Disnakkan Bondowoso dikonfirmasi, drh Cendy Herdiawan, menegaskan petugasnya juga heran adanya hewan itu karena sepekan terakhir tak ada pemotongan hewan sama sekali.

"Pada saat itu, kita sudah 7 hari tidak ada sapi dipotong," katanya dikonfimasi pada Selasa (20/5/2025).

Ia menjelaskan, di RPHnya sangat kering tak ada pemotongan. Bahkan, di RPH lainnya juga sama.

Namun jika melihat video tersebut, kata Cendy, kemungkinan itu merupakan pedet. Bukan janin sapi betina.

"Kalau melihat foto dan video ya itu wes pedet, bukan lagi janin. Karena bulu dan kuku sudah tumbuh sempurna," ujarnya.

Baca juga: Pendekatan Persuasif Aparat TNI-Polri untuk Redakan Situasi Panas dalam Insiden PTPN Bondowoso

Namun, Cendy menegaskan bahwa dinasnya terus berkomitmen melarang pemotongan sapi betina produktif. 

"Petunjuk Pak Kadis, kita dilarang menerima pemotongan sapi betina produktif," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved